Senin, 17 Februari 2020

Dua Ruang Kelas SMPN 2 Plumbon Ambruk, Puluhan Siswa Terluka

Populer

Sudah 4 Hari, Anak 4 Tahun Asal Pamengkang Cirebon Masih Koma Akibat Gigitan Ular Berbisa

Cirebon,- Anak perempuan usia 4 tahun asal Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon masih tak sadarkan diri di ruang...

Begini Kronologis Bocah 4 Tahun yang Masih Koma Karena Digigit Ular

Cirebon,- Adila Oktavia bocah 4 tahun asal Desa Pamengkang, Blok Wage RT 06 RW 07 Sumur Buah, Kecamatan Mundu,...

Mulai 14 Februari 2020, Tiket Mudik Lebaran Sudah Bisa Dipesan

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menjual tiket KA Reguler masa Angkutan Lebaran 1441 H mulai H-90 sebelum...

Suasana Haru Iringi Pemakaman Adila Bocah 4 Tahun yang Meninggal Akibat Gigitan Ular

Cirebon,- Suasana haru mengiringi pemakaman Adila Oktavia anak perempuan usai empat tahun asal Desa Pamengkang, Blok Wage RT 06...

Koma Lima Hari, Bocah 4 Tahun yang Digigit Ular Berbisa Meninggal Dunia

Cirebon,- Anak perempuan Adila Oktavia berusia 4 tahun asal Desa Pamengkan, Blok Wage RT 06 RW 07 Sumur Buah,...

Cirebon,- Dua ruang kelas di SMPN 2 Plumbon, di Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon ambruk saat kegiatan belajar mengajar, Selasa (1/10/2019).

Akibat kejadian tersebut, puluhan siswa dari kelas 7I dan 7J tertimpa reruntuhan bangunan dan langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat dan Rumah Sakit Mitra Plumbon.

Menurut Dokter Umum Puskesmas Plumbon, dr. Dewi Waskito mengatakan ada tiga puluh siswa yang mengalami luka ringan dan menjalani pemeriksaan di sekolah.

Loading...

“Namun untuk siswa yang dilarikan ke RS Mitra Plumbon ada 14 siswa dan 6 siswa dibawa ke Puskesmas Plumbon,” ujarnya saat ditemui About Cirebon di lokasi kejadian, Selasa (1/10/2019).

Sementara itu, Iin Indriyani, salah satu guru SMPN 2 Plumbon mengatakan kejadian ambruk dua ruang kelas 7I dan 7J terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan sedang aktivitas kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

“Bangunan tiba-tiba ambruk, guru dan siswa yang ada di kelas tertimpa runtuhan tembok, kayu atap plafon dan lainnya,” ujar Iin.

Menurut Iin, bangunan ruang kelas kondisinya memang sudah tidak layak, dan sampai saat ini belum ada renovasi atau perbaikan.

“Belum ada perbaikan atau renovasi,” terangnya.

Selain itu, Titing Rosmiati, selaku guru di SMPN 2 Plumbon yang di konfirmasi saat di RS Mitra Plumbon menjelaskan korban yang dibawa ke RS Mitra Plumbon ada yang mengalami patah tulang, luka di kepala karena reruntuhan bangunan.

“Ada guru satu orang dan siswa di bawa ke sini (RS Mitra Plumbon). Kondisinya ada yang patah tulang dan luka di bagian kepala,” bebernya.

“Untuk jumlah masih belum tau, karena belum boleh masuk ke ruangan,” tandas Titing. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Baso Pentol Jeletot Ambu, Cocok Untuk Para Pecinta Kuliner Pedas

Cirebon,- Bagi para pecinta pedas, tidak ada salahnya coba makanan yang satu ini. Namanya Pentol Jeletot Ambu atau baso...

Sebagai Bentuk Syukur, HUT Sindangkasih FM ke-47 Gelar Bakti Sosial dan Hadirkan Puluhan Artis Pantura Cirebon

Cirebon,- Dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-47, Radio Sindangkasih FM menggelar acara syukuran yang berlangsung di Ramayan Cirebon Square Plered, Kabupaten Cirebon, Minggu...

D’Classic Barber & Coffee Hadir di Cirebon Dengan Konsep Berbeda

Cirebon,- D’Classic Barber & Coffee yang berlokasi di Jalan Raya Galunggung, No. 171 Perumnas Kota Cirebon hadir dengan konsep yang berbeda. D’Classic Barber & Coffee...

GMC Cirebon Bungkam Tuan Rumah Scorpio Jakarta di Srikandi Cup Seri 2

Jakarta,- Tim basket putri GMC Cirebon memetik kemenangan kedua pada Srikandi Cup seri 2 Jakarta, setelah mereka mengalahkan tuan rumah Scorpio (58-36) di GOR...

Senangnya Puluhan Anak-anak Yatim Saat Diajak Berwisata Edukasi

Cirebon,- Raut muka bahagia terpancar dari puluhan anak-anak yatim saat memasuki Trans Studio Mini Cirebon yang ada di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon,...

More Articles Like This