Sabtu, 18 September 2021

dr. Katibi Jabat Direktur RSD Gunung Jati yang baru

Populer

Fenomena Ribuan Burung Pipit Mati di Bali, Terjadi Juga di Cirebon

Cirebon,- Setelah beberapa hari lalu terjadi di Pulau Bali, fenomena burung mati mendadak terjadi di Kota Cirebon. Ribuan Burung...

Tujuh Kecamatan di Kabupaten Cirebon Disurvei PT Pertamina Hulu Energi

Cirebon,- Kabupaten Cirebon dijadikan sebagai lokasi penelitian pencitraan lapisan dan struktur melalui survei kebumian dimensi vibroseis sub vulkanik Jawa...

Pemerintah Izinkan Bioskop di PPKM Level 3 dan Level 2 Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Jakarta,- Pemerintah akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi di Jawa dan Bali. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut...

Sample Burung Pipit Mati Mendadak di Balaikota Cirebon akan Dites dengan Metode PCR

Cirebon,- Tim medis veteriner dari Lab Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota...

Kota Cirebon Siapkan Jalur Khusus Sepeda, Dishub Segera Uji Coba

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan uji coba pemberlakuan jalur khusus sepeda di...

Cirebon,- Wali Kota Cirebon Drs. Nashrudin Azis melantik dr. Katibi menjadi Direktur Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ) menggantikan dr. Ismail Jamaludin. Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang Adipura Balaikota Cirebon, Jumat (23/7/2021).

Azis meminta kepada Direktur RSDGJ yang baru untuk bergerak cepat dalam penanganan Covid-19. Khususnya bagi yang sudah terpapar, baik bergejala sedang, ringan, maupun berat yang sudah ada di RSD Gunung Jati.

BACA YUK:  Penyuluh KB Memiliki Andil Besar terhadap Kesadaran Keluarga Berencana Masyarakat

“Setelah dr. Katibi dilantik hari ini, saya mengharapkan langsung mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat Kota Cirebon, dalam menghadapi pandemi covid-19,” ujar Azis usai pelantikan.

Loading...

Menurut Azis, RS Gunung Jati merupakan rumah sakit yang sangat diharapkan oleh masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya dalam mendapatkan pertolongan.

Dengan dilantiknya Direktur RSD Gunung Jati yang baru, kata Azis, untuk segera merealisasikan RS Gunung Jati khusus penanganan covid-19. Sehingga, pelayanannya bisa benar-benar terpadu dan bisa melokalisir para pasien yang terpapar.

“Karena semakin banyak rumah sakit yang menampung pasien terpapar covid-19, berarti peluang penyebaran covid-19 semakin besar. Jadi kalau mungkinkan, tahapan pertama adalah menjadikan RS Gunung Jati menjadi rumah sakit khusus penanganan covid-19,” ungkapnya.

Apabila RSD Gunung Jati penuh, lanjut Azis, Pemerintah Kota Cirebon akan membuka tempat-tempat baru untuk penanganan covid-19. Namun, tetap dengan kendali dari RS Gunung Jati.

“Seperti contoh, jika RS Gunung Jati penuh bisa dibuka tempat perawatan di Puskesmas dan tempat yang sekiranya bisa dijadikan rumah sakit tambahan,” pungkasnya.

Sementara itu, dr. Katibi mengatakan semua pasien yang datang ke rumah sakit bisa terlayani dengan mengedepankan early warning system didalam keterisian tempat tidur.

“Jika keterisian tempat tidur sudah melebihi 80 persen, itu artinya rumah sakit wajib menambah. Namun, untuk menambah perlu adanya penambahan peralatan dan juga tenaga kesehatan,” ujarnya.

BACA YUK:  Wali Kota Cirebon Lantik Ratusan Pejabat di Lingkungan Pemda Kota Cirebon

Ketika sampai penuh tempat tidur rumah sakit dan terjadi antrian lagi, lanjut Katibi, maka harus bicara bersama dimungkinkannya membuka rumah sakit lapangan atau darurat.

Katibi menjelaskan bahwa pihaknya akan mengikuti arahan Walikota Cirebon, jika ada warga yang datang harus tertolong terlebih dahulu.

Kemudian, terkait wacana RSD Gunung Jati sebagai rumah sakit penanganan Covid-19, menurut Katibi, itu bukan sekedar wacana namun sudah instruksi dari pusat.

BACA YUK:  Pemda Kota Cirebon Dorong Vaksinasi Covid-19 untuk Pelajar dalam Persiapan Pembelajaran Tatap Muka

“Ketika pasien terus bertambah, maka rumah sakit ditetapkan sebagai rumah sakit khusus penanganan covid, bukan sebagai rumah sakit rujukan covid,” pungkasnya.

Pihaknya menargetkan setelah dilantik sebagai Direktur RSD Gunung Jati, tidak ada lagi antrian pasien di IGD. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Grand Opening Meetime Rasain Cabang Ketiga di Majasem

Cirebon,- Meetime Rasain Cirebon membuka cabang ketiganya di Jalan Perjuangan – Majasem No. A2 Kota Cirebon (tepatnya di depan...

Dua Pengusaha Pengadaan Makanan Nakes, Minta Rekanan Kemenkes Segera Lunasi Tagihan Pembayaran

Cirebon,- Dua pengusaha minta rekanan Kementerian Kesehatan untuk segera membayar kekurangan tagihan pembayaran. Surat pernyataan yang ditandatangani tak kunjung dipatuhi. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun,...

Saat Uji Coba di Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Petugas Masih Menemukan Kendaraan Parkir di Jalur Sepeda

Cirebon,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mulai melakukan uji coba jalur khusus sepeda di sepanjang Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (17/9/2021). Uji coba jalur...

Inilah Rangkaian Program Tanggung Jawab Sosial BAF Menyambut HUT BAF ke-24

Jakarta,- Memasuki usia ke-24 tahun tepat pada tanggal 24 September 2021, PT Bussan Auto Finance (BAF) terus berupaya memberikan kontribusinya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup...

More Articles Like This