Kamis, 20 Januari 2022

DPRD Kota Cirebon Setujui 4 Rancangan Peraturan Daerah, ini Penjelasannya

Populer

Situs Sumur Buah, Bukti Penyebaran Islam di Cirebon

Cirebon,- Cirebon merupakan salah satu kota yang amat kental nuansa Islamnya. Cirebon merupakan pula salah satu kota yang disinggahi...

Tiga Prodi Memulai Kegiatan Perkuliahan di Kampus ITB Cirebon

Cirebon,-:Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), telah memulai program multikampus sebagai wujud pengembangan institusi...

Awal Tahun, Manulife Mulia Putri Agency Mulai dengan Peduli Dunia Pendidikan

Cirebon,- Awal tahun, Manulife Mulia Putri Agency menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah dan paket sembako. Bantuan itu diberikan kepada...

Permudah Proses Kepemilikan Rumah, Tulus Asih Group Gelar Akad Kredit Massal

Cirebon,- Memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin memiliki rumah impian, Tulus Asih Group, Developer Properti Terbesar Se-Wilayah III Cirebon...

Satnarkoba Polresta Cirebon Ungkap 13 Kasus dan Amankan 17 Tersangka

Cirebon,- Satuan Reserse Narkoba Polresta Cirebon berhasil mengungkap 13 kasus peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Cirebon. Petugas juga...

Cirebon,- DPRD Kota Cirebon menyetujui empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam rapat paripurna di ruang Griya Sawala, Senin (5/4/2021) kemarin. Empat raperda yang disetujui untuk dibahas itu merupakan inisiasi dari DPRD Kota Cirebon.

Keempatnya yakni Raperda tentang Smart City atau Kota Cerdas, Raperda tentang Penyelenggaraan Utilitas Kabel, Raperda tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga, serta Raperda Konservasi Air Tanah Melalui Sumur dan Lubang Resapan Biopori.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati, S.Pd mengatakan persetujuan keempat raperda itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Loading...

“Empat raperda yang berasal dari DPRD ini telah disetujui. Selanjutnya akan disampaikan kepada walikota Cirebon pada rapat paripurna yang akan datang,” ujar Affiati.

BACA YUK:  Pesan UGB di Kajian Milenial Cirebon, Perbanyak Berdzikir

Affiati mengungkapkan bahwa, DPRD telah membentuk panitia khusus (pansus) untuk membahas empat raperda yang telah disetujui itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Mohamad Handarujati Kalamullah SSos mengatakan keempat raperda itu diusulkan Komisi I, II, III dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) kepada pimpinan DPRD pada 22 Maret. Kemudian, pada 31 Maret pimpinan DPRD mengkaji keempat raperda itu.

“Smart city Kota Cirebon termasuk 25 kota terbaik di Indonesia. Smart city merupakan sistem pemerintahan yang mendukung terciptanya layanan publik inovatif dan akuntabel. Sehingga perlu regulasi mengenai Smart City, sehingga bisa mewujudkan Cirebon Satu Data,” ujar Handarujati.

Politisi yang akrab disapa Andru itu menjelaskan, Raperda tentang Smart City menjadi pedoman penyelenggaraan Cirebon Satu Data yang bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Selain itu, lanjut dia, bisa menjadi pedoman masyarakat dan pelaku usaha.

BACA YUK:  Wahana Rumah Hantu Hotel Beringin Hadir di Cirebon, Berani Coba?

Andru juga menjelaskan tentang tujuan dibuatnya Raperda tentang Utilitas Kabel. Raperda ini akan menjadi pedoman bagi kenyamanan dan ketertiban pembangunan di Kota Cirebon.

“Mengatur tentang rencana induk utilitas kabel, penyediaan sarana jaringan utilitas, pemanfaatan, pemeliharaan, pengawasan, dan lainnya. Sehingga, upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pembangunan tak menimbulkan permasalahan,” kata Andru.

Lebih lanjut, Andru menerangkan, Raperda tentang Pembangunan Ketahanan Keluarga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon. Hal itu sesuai dengan amanat UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Keluarga.

“Tujuannya bisa meningkatkan kualitas hidup keluarga. Keluarga diarahkan menjadi tangguh dan ulet. Tentunya agar bisa mengembangkan diri, hidup harmonis, dan mencapai kebahagiaan lahir dan batin,” beber Andru.

“Untuk Raperda tentang Konservasi Air Tanah Melalui Sumur dan Lubang Resapan Biopori tujuannya adalah menanggulangi dampak ekologi dari pembangunan. Meningkatnya pengalihan lahan terbuka menjadi pemukiman berdampak pada kemampuan alami untuk menampung air menurun. Sehingga perlu adanya tata guna lahan,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Tespoin Akan Gelar Munas di Bandung, Ini Agenda Kegiatannya

ABOUT SEMARANG – Perkumpulan Teknisi Ponsel Indonesia (Tespoin) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan silaturahmi yang akan digelar di Hotel...

Menghibur Anak Saat Vaksin, Transformer Hadir di Vaksin Merdeka

Cirebon,- Vaksinasi Merdeka anak usia 6-11 tahun yang diselenggarakan oleh Polres Cirebon Kota bersama dengan Pemerintah Kota Cirebon menghadirkan cosplay kartun, Rabu (19/1/2022). Kegiatan...

Perkuat Ekonomi Digital Indonesia, Telkomsel Bentuk PT Telkomsel Ekosistem Digital

Cirebon,- Telkomsel memastikan keberlanjutan peta jalan transformasi sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, dengan membentuk PT Telkomsel Ekosistem Digital, yang sekaligus menjadi wujud...

Satu Warga Ber-KTP Kota Cirebon Positif Omicron, Isolasi di Wisma Atlet Jakarta

Cirebon,- Satu warga Kota Cirebon dinyatakan positif COVID-19 varian Omicron. Namun, saat ini tengah menjalani isolasi di Wisma Atlet di Jakarta. Wali Kota Cirebon, Drs....

More Articles Like This