Senin, 6 Desember 2021

Dokter dan Layanan Telekonsultasi Berperan Penting Saat Pandemi

Populer

Pria Asal Cirebon ini Sukses Menjadi Importir Ikan Koi

Cirebon,- Pehobi ikan koi asal Cirebon, Jawa Barat berhasil menjadi dealer koi import ternama di kancah dunia perkoian nusantara....

Geubrina Cafe Aceh, Kuliner Aceh Terlengkap di Kota Cirebon dan ini Promonya di Bulan Desember

Cirebon,- Aceh memiliki beragam kuliner yang khas untuk bisa dinikmati bagi para pecinta kuliner. Di Cirebon, terdapat kafe atau...

Kearifan Lokal Kerajinan Gerabah di Blok Posong Arjawinangun, Cirebon Terancam Hilang, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Cirebon,- Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun terletak di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Secara kontur, letak permukaan tanah adalah datar...

Little Black Coffee and Tea Buka Cabang Baru, Hadirkan Konsep Collab Space

Cirebon,- Little Black Coffee and Tea kini melebarkan sayapnya dengan membuka cabang yang kedua untuk para pecinta kopi di...

Mengenal Metode ERACS yang Dijalankan Nagita Slavina, ini Penjelasan dr. Yasmin Dermawan

Cirebon,- Nagita Slavina baru saja melahirkan putra keduanya beberapa hari lalu dengan proses operasi sesar. Namun, setelah menjalani operasi...

Jakarta,- Pandemi covid-19 telah membuat banyak perubahan yang baik pada kebiasaan masyarakat. Salah satunya, telah terbiasa menggunakan dan mengoptimalkan perangkat gawai untuk melancarkan aktivitas sehari-hari yang serba terbatas. Salah satunya untuk mendapatkan layanan kesehatan, seperti layanan konsultasi online dengan dokter (telekonsultasi).

Kebutuhan akan telekonsultasi melonjak saat pandemi seiring dengan pemberlakuan PPKM yang masih berlangsung sampai saat ini. Hal ini disebabkan keterbatasan mengakses fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) demi menghindari penyebaran virus covid-19. Padahal, fasyankes merupakan tempat yang sangat penting untuk mendapatkan penanganan medis dan obat untuk kesembuhan terutama saat pandemi. Prosedur tindakan medis saat pandemi pun menjadi lebih panjang dan tidak seleluasa dulu karena ada beberapa ketentuan. Misalnya, harus tes swab PCR, Rontgen thorax, dan prosedur medis lainnya sebelum dilakukan tindakan medis oleh dokter. Itu sebabnya, kehadiran aplikasi kesehatan untuk beberapa penyakit ringan dirasa sangat membantu.

Dokter, Garda Terdepan Menyehatkan Masyarakat

Loading...

Dokter dan para tenaga kesehatan telah menjadi garda terdepan dan kunci dalam penanganan covid-19. Namun, upaya para tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan membantu penyembuhan kerap menghadapi kendala. Diantaranya, penyebaran jumlah tenaga kesehatan yang tidak merata dan infrastruktur fasyankes yang tidak memadai membuat sebagian masyarakat merasa semakin sulit mendapatkan pengobatan. Ditambah lagi masih banyak masyarakat yang tidak patuh pada protokol kesehatan sehingga permasalahan penularan covid tidak kunjung usai.

Tantangan dunia medis terutama saat pandemi diungkapkan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospitals Kebon Jeruk Jakarta, dr. Jeff (dr Jeffri Aloys Gunawan, Sp.PD) bahwa layanan kesehatan yang berkualitas telah menjadi kebutuhan penting dalam masyarakat tapi kondisi dan jumlah fasyankes tidak sebanding dengan jumlah pasien yang meningkat.

“Terjadi banyak antrian pasien untuk berkonsultasi dengan dokter, melakukan terapi, dan mengambil obat rujukan dokter. Ada saja pasien yang harus mengantri panjang untuk CT Scan hingga berbulan-bulan karena keterbatasan biaya. Bahkan ada yang harus bolak-balik untuk mengambil obat ke rumah sakit karena jangka waktu pemberian resep obat yang diberikan terlalu lama. Padahal, dengan bolak balik ke rumah sakit dalam situasi pandemi akan menyebabkan kelelahan yang menyebabkan imun turun dan berpotensi terinfeksi covid-19,” sebut dr. Jeff yang aktif membagikan pengetahuan medis dan kesehatan di sosial media.

BACA YUK:  Pemkab Cirebon dan Pemkab Kuningan MoU Pengelolaan Sumber Daya Air
BACA YUK:  Antisipasi Penggunaan Narkotika dan Asusila, Petugas Gabungan Gelar Razia di Kost-kostan

Persoalan kesehatan yang masih menjadi tugas rumah kita bersama adalah sulit mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas. “Keterbatasan pertanggungan yang diberikan BPJS menjadi persoalan bagi pasien. Ini pun membuat dokter tidak dapat melakukan tindakan medis dengan leluasa. Namun, kondisi ini tidak serta merta membuat kita jadi saling menyalahkan karena anggaran negara memang terbatas ditambah lagi kondisi pandemi yang belum juga usai. Tetapi, tidak dapat disangkal terjadi penumpukan jumlah pasien yang perlu mendapatkan diagnosa dokter, CT Scan, USG, rontgen. Sebagai dokter, kami harus untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas terbaik tanpa perlu membebani pasien,“ tambah dr. Jeff.

Menghadapi tantangan tersebut, kita butuh lompatan teknologi dan kemudahan mengakses layanan fasyankes terutama saat pandemi. Sebab, saat kesehatan terganggu perlu segera ditangani oleh dokter. Sayangnya, keterbatasan akses memperlambat proses pengobatan. Ditambah lagi prosedural medis yang panjang berdampak pada meningkatnya biaya pemeriksaan medis. Pada akhirnya memengaruhi finansial masyarakat yang semakin terbatas karena ancaman pandemi.

Salah satu solusi untuk menolong pasien agar dapat segera mendapatkan solusi atas keluhan rasa sakitnya adalah telekonsultasi karena dokter dapat segera memberikan pertolongan bagi pasien dengan gejala ringan sehingga pasien tidak perlu harus mengantri ke fasyankes. Hal ini diakui oleh CEO & Co-Founder Rey Evan Tanotogono bahwa meningkatnya kebutuhan telekonsultasi adalah cikal bakal hadirnya Rey (rey.id), startup health insurtech berbasis aplikasi yang menyediakan layanan kesehatan.

Kata Evan, keterbatasan mengakses fasyankes telah dicarikan solusinya dengan menghadirkan layanan telekonsultasi oleh berbagai aplikasi kesehatan. Telah banyak masyarakat yang memanfaatkannya untuk berinteraksi dengan dokter saat pandemi. Kehadiran fitur telekonsultasi telah mempermudah pasien mengakses layanan kesehatan dan tidak lagi khawatir akan risiko penularan covid-19.

Peranan Dokter Dalam Aplikasi Layanan Kesehatan

BACA YUK:  Cari Kebutuhan di Spektra Fair Penuh Cuan Raih Diskon Angsuran Sebesar Rp 500 ribu

Rey hadir untuk membantu masyarakat agar dapat bisa menjangkau layanan kesehatan yang berkualitas. “Kami menawarkan asuransi jiwa dan kesehatan dalam program Membership berbasis langganan (subscription). Para Member dapat menikmati ekosistem layanan kesehatan dalam bentuk digital. Misalnya, melakukan pemeriksaan gejala mandiri, telekonsultasi dengan dokter, dan mendapatkan obat sesuai resep dokter. Obat tersebut bahkan akan diantar sampai ke rumah. Semua diberikan gratis karena biaya ditanggung oleh Rey sesuai paket manfaat yang telah dipilih oleh pengguna (Member Rey). Preminya dirancang terjangkau dan lebih murah dari berlangganan film atau musik online karena Member hanya mengeluarkan dana sebesar Rp69 ribu/bulan,” sebut Evan.

Kecepatan dan kemudahan mendapatkan layanan kesehatan yang disediakan Rey dalam fitur telekonsultasi tentu tidak terlepas dari kontribusi para dokter. “Ketahanan para dokter saat berperang melawan covid-19, tetap mengedukasi masyarakat agar peduli pada kesehatan melalui pemeriksaan medis, dan berupaya menangkal hoax soal covid atau penyakit yang kerap beredar di tengah masyarakat. Bahkan masih ikut berperan dalam perluasan aksesibilitas layanan kesehatan dengan melayani masyarakat yang membutuhkan melalui telekonsultasi adalah pengabdian tulus yang patut diapresiasi dan dihormati,” kata Evan.

Pesan ini Ia sampaikan pada peringatan Hari Dokter Nasional pada 24 Oktober 2021. Katanya, permasalahan keterbatasan mengakses layanan kesehatan kini dapat dijawab dengan kehadiran telekonsultasi. Namun, telekonsultasi tidak akan dapat berjalan mulus jika jumlah tenaga dokter terus berkurang karena dampak covid-19. Untuk itu, Evan berpesan agar masyarakat mengambil hikmat dengan saling menjaga dan tidak hanya memikirkan diri sendiri dengan cara mematuhi protokol kesehatan. Sebab, saat kita tertular covid-19 dan membutuhkan pengobatan, sebenarnya para tenaga kesehatan sedang berhadapan dengan risiko yang besar. Saat mengobati pasien, para tenaga kesehatan berpotensi tertular covid dan mengalami kelelahan fisik dan mental.

BACA YUK:  Pondok Yatama Mendunia Gandeng Komunitas Mobil Berdayakan Santri Yatim

“Peringatan Hari Dokter bukan hanya milik tenaga kesehatan tapi diperingati oleh semua masyarakat karena kita membutuhkan tenaga dan keahlian mereka. Untuk itu, mari kita tetap patuh pada protokol kesehatan, memberi diri untuk vaksinasi covid-19, dan mencari informasi mengenai penyakit dan pengobatan pada sumber yang benar, yaitu ke dokter, dapat dengan memanfaatkan fasilitas telekonsultasi jika tidak memungkinkan berkunjung ke fasyankes sebagaimana yang disediakan oleh Rey sehingga bisa mendapatkan tips, diagnosa, dan resep dari dokter atau terhindar dari tidak salah persepsi dalam menangani keluhan kesehatan dan tidak sembarang mengonsumsi obat. Ini adalah cara sederhana yang bisa lakukan untuk mendukung para tenaga kesehatan agar tetap bertahan melaksanakan tugas mulianya,” seru Evan.

BACA YUK:  Petugas Gabungan di Kota Cirebon Gelar Razia Masker

Telekonsultasi Haruslah Akurat

Kini, masyarakat dapat leluasa memanfaatkan fitur telekonsultasi pada berbagi aplikasi kesehatan karena sangat mudah diunduh, dipelajari, dan digunakan. Namun demikian, apakah diagnosa tersebut akurat? Masalah ini mengemuka saat memanfaatkan layanan telekonsultasi. Rey, sebagai aplikasi kesehatan yang menyediakan fitur telekonsultasi, pun menghadapi tantangan serupa. Menyadari hal tersebut maka Rey merasa perlu mempertegas keakuratan Rey.

“Kami menyadari bahwa masih ada masyarakat yang ragu akan keakuratan aplikasi kesehatan sebab biasanya pasien mendapatkan pemeriksaan fisik dari dokter. Kami ingin menegaskan bahwa Member tidak perlu khawatir memanfaatkan aplikasi Rey karena telah menggunakan teknologi Artificial Intelligence yang memampukan para pengguna melakukan self-diagnostics untuk menentukan diagnosa awal dengan lebih baik dan akurat sebelum mendapatkan diagnosa lanjutan dari dokter. Hasil pemeriksaan melalui aplikasi Rey akan membantu dokter membuat post diagnosa dokter terkait gangguan kesehatan yang dialami pasien dengan lebih efektif dan efisien,” tutur Evan.

Pengecekan kesehatan sendiri atau Self-diagnostics dengan memanfaatkan aplikasi kesehatan yang diagnosanya akurat dan dapat menjadi masukan secara holistik bagi dokter saat pasien melakukan telekonsultasi. Tentunya, lebih baik dan aman ketimbang mencari-cari informasi mengenai penyakitnya di search engine atau bertanya kepada teman dan keluarga. Menurut Evan, hal ini adalah kelebihan Rey. “Kami percaya definisi dari layanan kesehatan digital yang berkualitas bukan hanya sekadar terjangkau atau menyediakan produk kesehatan saja tapi juga dapat memberikan diagnosa yang akurat,” tutup Evan. (*)

 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bersama Generasi Muda, ReSkills Ajak Berdayakan Masyarakat Melalui Charity Learning Festival 2.0

Jakarta,- ReSkills EdTech (ReSkills), sebuah startup global dari Malaysia dan juga platform edukasi yang menghubungkan calon pelajar dengan master...

Daftar Produk Brand Fladeo Sandal dan Sepatu Trendy untuk Wanita

Fashion sepatu dan sandal memang menjadi hal yang banyak dicari meskipun hanya digunakan sebagai alas kaki. Salah satunya brand Fladeo yang menjadi incaran bagi...

Peduli Bencana Gunung Semeru, Jurnalis Cirebon Galang Dana

Cirebon,- Bencana erupsi Gunung Semeru meluluhlantahkan pemukiman warga dan memakan korban jiwa serta luka. Bencana tersebut mengundang keprihatinan sejumlah pihak. Seperti para Jurnalis di Cirebon...

Anggaran Rumah Ambruk Habis, Dinsos Kota Cirebon Berikan Baper Stok

Cirebon,- Hujan deras dan angin kencang terjadi di Kota Cirebon pada Jumat (3/12) hingga Sabtu (4/12) dini hari mengakibatkan rumah ambruk karena tertimpa pohon...

Wakil Wali Kota Eti Bersyukur Peredaran Rokok Ilegal di Kota Cirebon Hampir Nihil

CIREBON – Peredaran Rokok Ilegal di Kota Cirebon hampir nihil. Ada beberapa faktor pendukungnya. Salah satunya adalah tingkat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya menghindari rokok...

More Articles Like This