Rabu, 2 Desember 2020

Diundang Jurnalis Diskusi Anti Kekerasan , Kapolres Cirebon Kota Tak Hadir

Populer

MD 7 Hotel Hadir di Cirebon, Tawarkan Promo Menarik Hanya Rp. 187 ribu/Malam

Cirebon,- MD 7 Hotel merupakan hotel budget yang terletak di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon. Hotel dengan 8 lantai ini...

Ratusan Guru dan Nakes di Cirebon Manfaatkan Program Naik KA Gratis

Cirebon,- Sejak dihadirkannya program PT KAI Gratiskan Guru dan Tenaga Kesehatan (Nakes) Naik Kereta Api sejak awal November 2020...

Crab 1818 Hadirkan Promo Bapper, Harga Lebih Murah ⁣

Cirebon,- Restoran Pelopor Bancakan Seafood pertama di Kota Cirebon, Crab 1818 kembali menghadirkan promo untuk pelanggan.⁣ ⁣ Crab 1818 yang berlokasi...

Kandang Ayam Hadir di Cirebon, Tawarkan Menu Olahan Ayam dan Pilihan Sauce

Cirebon,- Resto Kandang Ayam kini hadir meramaikan kuliner di Kota Cirebon. Bertempat di Jalan Sudarsono, Kota Cirebon, Resto Kandang...

Pekerja Migran Indonesia Asal Kota Cirebon Jadi Korban Kekerasan

Cirebon,- Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kota Cirebon Mei Harianti (26) dikabarkan menjadi korban...

Cirebon,- Diskusi Keterbukaan Informasi dan Perlindungan Jurnalis Terhadap Kekerasan yang diselenggarakan Solidaritas Jurnalis Anti Kekerasan (Sajak) di Gedung Pemuda Kota Cirebon pada Kamis (15/10/2020) tampaknya tidak membuahkan hasil. Pasalnya, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Syamsul Huda, yang diundang menjadi narasumber dalam diskusi tersebut tidak hadir.

Hanya Kasubbag Humas Polres Cirebon Kota, Iptu Ngatija, yang terlihat dalam kegiatan itu. Bahkan, ia mengaku kedatangannya ialah untuk mewakili Syamsul yang berhalangan hadir karena harus mengikuti telekonferensi dengan Mabes Polri.

Koordinator Sajak, Faizal Nurathman, menyampaikan kekecewaan puluhan jurnalis yang tergabung dalam Sajak karena ketidakhadiran Syamsul. Padahal, tujuan digelarnya diskusi untuk menyelesaikan permasalahan keterbukaan informasi publik di jajaran Polres Cirebon Kota.

Loading...
BACA YUK:  Produk Kelautan Perikanan Cirebon Didominasi Ekspor ke Tiongkok, Amerika dan Thailand⁣

“Kami beritikad baik memberi ruang untuk menyampaikan penjelasan dan menyamakan persepsi sehingga permasalahan selama ini dapat diselesaikan. Tapi tampaknya justru pihak Polres Cirebon Kota tidak ingin menyelesaikannya,” kata Faizal.

Ia mengatakan, kehadiran Ngatija juga tidak dapat mewakili Syamsul sebagai narasumber dalam diskusi tersebut. Sebab, sesuai agenda yang telah disusun usai diskusi Syamsul akan diminta menandatangani pakta integritas yang menjamin keterbukaan informasi publik dan keselamatan jurnalis saat bertugas.

Faizal menyampaikan, dalam kericuhan unjuk rasa menolak UU Cipta Lapangan Kerja di Cirebon pada pekan lalu, terdapat jurnalis televisi yang diintimidasi dan diancam orang berpakaian preman. Bahkan, orang tidak dikenal itupun meminta jurnalis yang meliput kericuhan untuk segera menghapus foto dan video yang diambilnya.

“Ini bukti nyata bahwa jaminan keamanan saat liputan itu perlu, karena ada rekan kami sudah jadi korban meski hanya intimidasi dan ancaman. Sehingga harus dicegah jangan sampai ada jurnalis di Cirebon jadi korban kekerasan saat bertugas, ini perlu komitmen pihak berwajib juga,” ujar Faizal.

BACA YUK:  Pemkab Cirebon Dorong UMKM Bangkit di Tengah Pandemi

Buntut kekecewaan absennya Syamsul dalam diskusi tersebut, Sajak berencana bakal menggelar aksi kembali pada pekan depan di Mapolres Cirebon Kota. Bahkan, aksi itu akan melibatkan massa lebih banyak dibanding sebelumnya.

Menurut Faizal, tuntutan yang disampaikan dalam aksi nantinya tidak jauh berbeda dengan tema diskusi kali ini, yakni keterbukaan informasi publik dan perlindungan jurnalis terhadap kekerasan. Pihaknya menilai selama delapan bulan menjabat Kapolres Cirebon Kota, Syamsul belum pernah sekalipun melaksanakan release kasus kejahatan yang berhasil diungkap jajarannya secara tatap muka.

“Harapan kami tuntutan yang disampaikan dapat dikabulkan, karena Dewan Pers dan Mabes Polri juga sudah meneken MoU tentang anti kekerasan jurnalis serta keterbukaan informasi publik. Kalau tidak dilaksanakan berarti Polres Cirebon Kota melanggar perintah Mabes Polri,” kata Faizal. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Mulai Desember, Pegawai di Pemkab Cirebon Gunakan Batik Mande Praja Caruban

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menetapkan Batik Mande Praja Caruban sebagai batik baru untuk seluruh pegawai di Pemerintahan Kabupaten...

Telkomsel Raih Predikat Terbaik pada 2020 Cloudera Data Impact Award

Jakarta,- Telkomsel terpilih menjadi pemenang pada 2020 Cloudera Data Impact Awards, ajang penghargaan internasional yang mengapresiasi upaya 1.400 perusahaan di seluruh dunia dalam menciptakan...

Coba Deh Bebek Nasi Rempah, Cita Rasa yang Khas Bumbu Indonesia

Cirebon,- Berawal dari hobi masak dan kulineran, Nudiana Sari warga Bumi Arum Sari, Kabupaten Cirebon mengambil peluang untuk membuka usaha kuliner. Usaha yang sudah digeluti...

Pengecatan Rambu Jalur Sepeda Mulai Dilakukan di Kota Cirebon

Cirebon,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mulai melakukan pengecatan rambu jalur sepeda, Senin (30/11/2020). Pengecatan rambu jalur sepeda baru dilakukan di sepanjang Jalan Dr. Wahidin...

More Articles Like This