Disbudpar Kabupaten Cirebon akan Kembangkan Destinasi Wisata di Desa Kubang

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon akan terus mengembangkan destinasi wisata baru.

Salah satunya yaitu River Tubing yang ada di Desa Kubang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Kubang River Tubing telah masuk dalam program prioritas desa wisata di Kabupaten Cirebon. Untuk itu, Disbudpar Kabupaten Cirebon akan terus mengembangkan destinasi wisata di Desa Kubang.

“Kami merencanakan yang pertama pembangunan flying fox, kedua pembangunan camping ground, ketiga pengadaan sarana dan prasarana river tubing, dan keempat pembangunan spot yang instagrammable,” ujar Kepala Bidang Destinasi Wisata dan Industri Pariwisata Disbudpar Kabupaten Cirebon, Syafrudin Aryono, Selasa (4/6/2024).

BACA YUK:  Sangat Menginspirasi, Tukang Parkir Raih Gelar Sarjana dari UIBB Cirebon

Menurut Aryono, River Tubing yang ada di Desa Kubang tersebut akan terus dikembangkan menjadi kawasan wisata dengan berbagai aktivitas. Sehingga, ke depan Desa Kubang di Kecamatan Talun ini bisa berkembang.

“Nanti di kawasan River Tubing akan banyak sekali aktivitas. Trigger awalnya dari potensi River Tubing, tapi pasti kedepannya akan potensi yang berkembang seperti pemberdayaan UMKM,” katanya.

Dengan adanya stimulan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Cirebon kepada Desa Kubang, Aryono berharap banyak investor yang tertarik untuk mengembangkan Desa Kubang. Karena, pengelolaan destinasi wisata terutama Desa wisata, alangkah lebih baik bekerja sama dengan pihak investor.

BACA YUK:  Pemkab Cirebon Gelar FGD Bahas Strategi Pembangunan

“Namun yang pasti adalah niat baik seluruh pihak untuk mengembangkan potensi desanya masing-masing,” ungkapnya.

Perihal anggaran, kata Aryono, untuk menyelesaikan destinasi wisata di Desa Kubang, membutuhkan anggaran sebesar Rp 5,8 Miliar. Anggaran tersebut berdasarkan DED (Detail Engineering Design) tahun 2018.

“Tapi alhamdulillah, dengan komunikasi yang baik dengan dinas-dinas yang lain, bisa mengembangkan bersama-sama. Minimal di tahun 2025 banyak investor yang masuk,” pungkasnya. (HSY)

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *