Kamis, 4 Maret 2021

Dies Natalis ke-60, YPSGJ dan UGJ Kukuhkan 3 Professor

Populer

Kapal Legendaris KRI Dewaruci Singgah di Pelabuhan Cirebon

Cirebon,- Kapal legendaris KRI Dewaruci bersandar di Pelabuhan Muara Jati Cirebon, sejak Minggu (28/02/2021). Kedatangan kapal tersebut dalam rangka...

Polres Cirebon Kota Berhasil Amankan Empat Pelaku Pengeroyokan Gerombolan Bermotor

Cirebon,- Video aksi gerombolan bermotor yang terjadi pada Minggu (28/2/2021) viral di media sosial (medsos). Dalam video tersebut, terekam...

Sukageuri View Cocok Jadi Destinasi untuk Berakhir Pekan⁣

Kuningan,- Sejak diresmikan Januari 2017, Sukageuri View menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kuningan. Dengan suguhan panorama alam...

Sensasi Makan Durian Montong Petik Langsung dari Pohon di Kopi Montong

Cirebon,- Berada di ketinggian 150 meter di atas permukaan laut (MDPL), agrowisata durian Kopi Montong yang berlokasi di Sindang...

Rencananya Pesisir Kesenden Akan Dibangun Objek Wisata

Cirebon,- Lahan seluas sekitar 15 hektar milik Pemerintah Kota Cirebon di Pesisir Kesenden, Kota Cirebon rencananya akan disulap menjadi...

Cirebon,- Meningkatkan mutu dunia pendidikan tinggi khususnya di Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) banyak membuahkan hasil. UGJ telah berhasil membawa universitas terbesar di Ciayaumajakuning di peringkat 119 perguruan tinggi terbaik se-Indonesia versi Kemendikbud.

Kemudian, mewujudkan 10 Program Studi terakreditasi A (www.banpt.go.id), menyediakan sarana pengembangan fasilitas mahasiswa yang diprioritaskan. Kini di usianya yang ke 60 Tahun, UGJ kembali mengukir sejarah dengan prestasi gemilang. Tiga orang dosen UGJ mendapat jabatan professor sekaligus dalam satu waktu, Sabtu (30/01/2021).

Pengukuhan jabatan Professor di UGJ, bertepatan dengan peringatan Dies Natalis yang ke-60 pada tanggal 16 Januari yang lalu. Sehingga kehadiran 3 orang Profesor tersebut merupakan kado terindah yang dipersembahkan ketua yayasan dan rektor kepada lembaga yang dipimpinnya.

Loading...

Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Dadang Sukandar Kasidin mengatakan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk sinergitas Ketua Yayasan dan Rektor UGJ sehingga dapat saling mendukung kemajuan SDM di lingkungan UGJ.

Adapun ketiga Profesor yang baru saja dikukuhkan tersebut adalah Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si, Prof. Dr. H Junaedi, S.H., M.H, dan Prof Dr. H. Endang Sutrisno, M.Hum.

BACA YUK:  Black Rose Coffee dan Bailys Coffee, Menu Andalan di Redbox Barbershop & Coffee

“Kami terus mendorong dan memfasilitasi para dosen UGJ untuk meningkatkan kompetensi dan kualitasnya. Yayasan mensupport penuh dalam berbagai segi, temasuk dari segi pembiayaan kuliah,” ujar Dadang.

Bagi dosen yang tidak memperoleh biaya dari Kemendikbud ataupun dari sumber lainnya, lanjut Dadang, maka Yayasan membantu para dosen yang melakukan study lanjut. Ini dilakukan semata-mata agar kualitas sumber daya manusia terutama sumber daya dosen terus meningkat. Sehingga kualitas mahasiswa dan lulusan UGJ akan ikut meningkat.

Pada setiap kesempatan Ketua YPSGJ selalu mengingatkan kepada para dosen untuk selalu membesarkan, meninggikan, dan mengagungkan Allah SWT dalam membesarkan UGJ. Meningkatkan loyalitas kepada lembaga dan mengukuhkan kesadaran, disiplin dan komitmen pada peningkatan kinerja, produktivitas, inovasi dan kreativitas.

BACA YUK:  Sering Terjadi Kecelakaan di Jalan Raya, RPM Sutajaya Cirebon Gelar Aksi Tutup Lubang⁣

“Teruslah meningkatkan budaya komunikasi dan koordinasi agar guyub dengan selalu menghormati, menghargai dan mengerti satu sama lain. Agar civitas UGJ dapat mempertahankan dan meningkatkan peringkat universitas unggul di tingkat nasional dan internasional,” ungkap Dadang.

Sejalan dengan Ketua Yayasan, Rektor UGJ, Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si menyampaikan bahwa keberhasilannya mencapai jabatan fungsional akademik tertinggi sebagai profesor adalah buah kerja keras dan dukungan semua pihak terutama dari Ketua YPSGJ.

Capaian ini, lanjut Mukarto, agar menjadi sumber motivasi dan penyemangat bagi seluruh dosen bahwa dengan kerja keras, fokus dan kemauan yang kuat maka apa yang kita ingin wujudkan insya Allah terwujud. Tentu, dengan selalu memohon pertolongan dan ridho Allah SWT.

Seperti diketahui bersama bahwa menjadi profesor merupakan cita-cita tertinggi seorang dosen. Kunci utama sukses sebagai calon profesor adalah berusaha atau niat, karakter (budaya riset dan publikasi) dan kerja keras (mandiri maupun kolaborasi) yang disertai doa, kesabaran dan disiplin (manajemen/target waktu). Untuk itu diperlukan peningkatan motivasi diri.

Selanjutnya, Dadang Sukandar Kasidin meminta perhatian kepada seluruh sivitas akademika UGJ bahwa sebagai seorang akademisi harus membudayakan sikap tidak mengedepankan keegoan. Karena sikap ini dapat membentuk kepribadian yang menjalankan sesuatu seenaknya, semaunya, menggampangkan, semena-mena, mentang-mentang, sombong, dan takabur.

“Sehingga, tidak dapat menjalankan aturan, etika, dan peraturan. Kita harus dapat membudayakan nilai-nilai luhur untuk selalu mengembangkan sikap untuk saling membantu, saling mendukung, saling melengkapi dan menutupi kekurangan serta kelemahan satu sama lain,” kata Dadang.

“Jangan mengedepankan keegoan dan mengedepankan kepentingan pribadi atau golongan, lakukan terus perbuatan baik. Biasakan untuk terus berkomunikasi dan berkoordinasi untuk saling menghargai, menghormati, dan mengerti agar dapat memberi dan membagi di lingkungan keluarga besar UGJ dan masyarakat pada umumnya,” tambahnya.

BACA YUK:  Bantu Persediaan Darah, Aston Cirebon Hotel Rutin Gelar Donor Darah
BACA YUK:  Tolak Holding, DPC SP Pegadaian Cirebon Lakukan Aksi Pita Hitam

Setiap dosen dituntut melaksanakan tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, harus melakukan penelitian publikasi ilmiah, sekaligus menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Namun yang menjadi kendala terkadang dosen terlalu sibuk dengan jadwal mengajar atau terjebak dengan tugas tambahan sebagai pejabat struktural.

“Sehingga dosen tidak sempat meluangkan waktu untuk menuangkan ide-ide cemerlangnya dalam melakukan publikasi ilmiah dalam bentuk artikel maupun buku. Hal tersebut yang terkadang menjadi salah satu penyebab terhambatnya dosen dalam meraih jenjang karirnya,” timpal Mukarto. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Hari Ketiga, 899 Personel Polresta Cirebon Sudah Divaksinasi Covid-19

Cirebon,- Ratusan personel Polresta Cirebon dan Polsek jajaran telah menjalani vaksinasi Covid-19. Pemberian vaksin kepada para personel tersebut dilaksanakan...

Hindari Motor, Truk Gabah Tabrak Tiga Rumah di Kapetakan

Cirebon,- Truk pengangkut gabah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Cirebon - Indramayu, tepatnya di Desa Grogol, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Rabu (3/3/2021) pagi. Kecelakaan...

Berawal Jadi Dropshipper Hingga Buka Toko Sendiri

Indramayu,- Sering posting jualan aneka pakaian anak di facebook, tak ayal membuat Yu'la Musyarofah diburu pembeli. Wanita yang memiliki 2 orang anak tersebut mengawali...

Kembali Geliatkan UMKM dan Pariwisata, Bank Indonesia Gelar KKI 2021

Cirebon,- Bank Indonesia mempersembahkan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021. Kegiatan tersebut dalam rangka mendukung gerakan nasional bangga buatan Indonesia dan bangga berwisata #DiIndonesiaAja. Secara nasional,...

More Articles Like This