Desa Sitiwinangun Penghasil Gerabah Bernilai Estetika Tinggi

0
166
Pengrajin Gerabah Sitiwiangun

Cirebon,- Selain terkenal dengan kerajinan batik dan rotan, Cirebon juga terkenal dengan kerajinan gerabah yang mempunyai nilai estetika sangat tinggi.

Sebagian besar, masyarakat di Desa Sitiwinangun, Blok Kebagusan, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon kesehariannya adalah memproduksi gerabah.

Aston Hotel

Hasil gerabah dari Desa Sitiwinangun tak hanya dikenal oleh masyarakat Cirebon saja, namun sudah dikenal di luar kota hingga mancanegara.

Gerabah Sitiwinangun dibuat dari tanah liat atau lempung yang dicampur pasir. Dengan komposisi sedemikian rupa, hasilnya berupa gerabah yang tahan api dan tentunya tahan lama.

Seperti salah satu pengrajin Gerabah di Desa Sitiwinangun, Musrini yang sudah membuat gerabah sejak usia dini hingga sekarang berusia 60 tahun.

“Sekarang sudah tidak seperti dulu, sehari hanya bisa membuat satu gerabah gentong,” ujarnya, Kamis (8/3/2019).

Lanjut dia, untuk pembuatan gerabah memakan waktu yang lama dan teliti, tergantung juga dengan tingkat kerumitannya.

“Hasilnya macam-macam, seperti tungku, kuali, asbak, vas bunga, gentong air, topeng, dan masih banyak lagi, baik yang dicat maupun berwarna alami,” bebernya.

Sitiwinangun merupakan gabungan dari dua kata bermakna yakni Siti berarti tanah dan Winangun berarti yang dibangun.

Gerabah Sitiwinangun selama ini diproduksi hanya dengan dua cara, masing-masing dicetak dan secara tradisional menggunakan alat putar.

Lanjut Musrini, bahan baku pembuatan gerabah didapat dari penjual tanah dengan harga satu gerobak Rp140 Ribu rupiah.

“Untuk mendapatkan baku saat ini sedang sulit, harus mencari dari luar desa,” katanya.

Ia menjelaskan, dari satu gerobak bahan baku bisa menghasilkan 30 gerabah tergantung bentuk dan ukurannya. Sedangkan untuk harga jual melalui bandar hanya Rp. 60 ribu.

“Mudah-mudahan, pemerintah daerah bisa membantu untuk lebih mempromosikan gerabah Desa Sitiwinangun dan juga membantu untuk permodalan,” harapnya. (AC212)