Daop 3 Cirebon Catat 40 Kali Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Sepanjang 2020

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon mencatat telah terjadi kecelakaan lalu lintas sebanyak 40 kali sepanjang tahun 2020 di perlintasan sebidang yang mengakibatkan 20 nyawa melayang.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif mengatakan sejak awal tahun 2020 sampai saat ini, kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang wilayah Daop 3 Cirebon sebanyak 40 kali yang mengakibatkan 20 nyawa melayang.

“Sepanjang tahun 2020 ini sudah ada 40 kecelakaan yang mengakibatkan 20 nyawa melayang. Sedangkan, pada tahun 2019 terjadi 76 kalo kecelakaan yang mengakibatkan 58 nyawa melayang,” ujar Luqman saat ditemui About Cirebon di sela-sela sosialisasi di perlintasan Krucuk, Selasa (15/9/2020).

BACA YUK:  Meriahkan Hari Anak Nasional, Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Psikososial Anak

Salah satu tingginya angka kecelakaan pada perlintasan terjadi, menurut Luqman, lantaran para pengendara yang tetap melaju meskipun sudah ada peringatan melalui sejumlah rambu yang terdapat pada perlintasan resmi.

Sebagai upaya untuk mengurangi kecelakaan di perlintasan sebidang, disamping melakukan sosialisasi kepada pengendara jalan raya, PT KAI Daop 3 juga menutup perlintasan tidak resmi yang rawan terjadi kecelakaan.

“Sudah ada sebanyak 68 perlintasan tidak resmi di Daop 3 Cirebon telah ditutup dari tahun 2017 hingga bulan September 2020,” bebernya.

Luqman menjelaskan, di Daop 3 Cirebon mencatat terdapat 235 perlintasan sebidang, dengan rincian 186 perlintasan sebidang resmi dan 49 perlintasan sebidang liar. Sedangkan perlintasan tidak sebidang baik berupa flyover maupun underpass berjumlah 18.

BACA YUK:  Seagate Memperbesar Kapasitas Penyimpanan dengan Game Drive Berlisensi Resmi untuk Konsol PlayStation 5 dan PlayStation 4

“Pada perlintasan sebidang resmi, terdapat 83 perlintasan yang dijaga baik itu oleh pihak PT KAI, Dishub, ataupun swadaya dari masyarakat, serta terdapat 103 perlintasan sebidang tidak dijaga,” terang Luqman.

Perlu diketahui, perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan raya yang dibuat sebidang. Perlintasan sebidang tersebut muncul dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalur kereta api.

Tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas memicu timbulnya permasalahan yaitu terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang.

Sesuai Undang Undang No.23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94 menyatakan bahwa, “(1) Untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup; (2) Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah”.

BACA YUK:  Jadwal Pemadaman Listrik di Kota Cirebon, Sabtu 16 Juli 2022

Selain itu pada Undang Undang No. 22 Tahun 2009, Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 menyatakan bahwa “Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib: Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup dan atau ada isyarat lain; Mendahulukan kereta api, dan; Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel”. (AC212)

(Dilihat: 10 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.