Rabu, 27 Oktober 2021

D3 Kehumasan Transportasi Udara UMC Siap Melahirkan Mahasiswa yang Berkualitas

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Cirebon,- D3 Kehumasan Transportasi Udara Universitas Muhammadiya Cirebon (UMC) siap menerima mahasiswa angkatan pertama.

UMC memastikan pemberian materi perkuliahan bidang transportasi udara yang berkualitas, untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi ketatnya persaingan tenaga kerja beberapa tahun yang akan datang.

Anton Octaviant, selaku Sekretaris Kaprodi D3 Kehumasan Transportasi Udara UMC mengatakan D3 Kehumasan Transportasi Udara ini untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam memenuhi kebutuhan industri Transportasi Udara.

Loading...

“Sehingga, kami D3 Kehumasan Transportasi Udara UMC mepersiapkan SDM yang berkualitas dan juga siap bersaing diindustri penerbangan tanah air,” ujarnya saat ditemui About Cirebon, Senin (16/7/2018).

BACA YUK:  Tahun Depan, Program Prioritas Kota Cirebon Kembali Diwujudkan

Anton menjelaskan, sebenarnya manajemen transportasi udara tidak bisa masuk di bawah Manajemen Ekonomi atau FISIP. Tetapi, menurut pihak Rektorat UMC untuk mengantongi dan merealisasikan transportasi udara, dimasukkan ke Manajemen FISIP.

“Jadi, FISIP di bawah prodi D3 Humas. Sehingga D3 Humas menjadi D3 Kehumasan Transportasi Udara,” bebernya.

Lanjut dia, untuk menjadi Fakultas D3 Transportasi Udara harus memerlukan proses yang panjang, sambil diajukan ke Kementerian Riset, Teknolodi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Prosesnya butuh 1 sampai 2 tahun untuk menjadi Fakultas Manajemen Transportasi Udara, seperti yang ada di Trisakti sekarang,” katanya.

Saat kelulusannya, kata Anton, kalau Fakultas Transportasi Udara menjadi Ahli Madya Transportasi Udara, namun kalo di UMC ditambah dengan Ahli Madya Kehumasan Transportasi Udara.

“Kalau sudah mempunyai Fakultas sendiri, kedepannya tetap akan menjadi Ahli Madya Transportasi Udara,” jelasnya.

Menurut Anton, antara Kehumasan dengan Bisnis Penerbangan, kalau di Bisnis Penerbangan memang dituntut pintar berbicara dan perlu dasar-dasar kehumasan. Jadi, sebenarnya masuk antara kehumasan dengan transportasi udara. Karena, transportasi udara dan penerbangan harus pintar bicara juga.

BACA YUK:  Kunjungan Masa Reses, Fitria Pamukasawati Dapat Aduan Infrastruktur

D3 Kehumasan Transportasi Udara di UMC mempelajari tentang mata kuliah bagaimana perhitungan pesawat saat terbang dan sampai, ticketing, checkin, kemudian bisnis airlines, basic dasar-dasar kargo dipesat, dan lain-lain.

“Sehingga mahasiswa tau tentang tiketing seperti apa, tau cara checking counter, borading seperti apa, sampai saat kehilangan bagasipun diajari,” terngnya.

Selain kuat disisi operasionalnya, Anton mengatakan, kuat juga disisi bisnisnya airline manajmennya, seperti menghitung rute, menentukan sebuah harga tiket pesawatnya, sampai dengan mempelajari baca cuaca.

“Jadi, D3 Kehumasan Transportasi Udara UMC ini lengkap sekali,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana...

Edi Baredi Terpilih Menjadi Ketua Kadin Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Cirebon menggelar Musyawarah Kabupaten (Mukab) VII tahun 2021. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel Jalan Tuparev,...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun 1999 sampai dengan saat ini....

“Bosch Virtual Chef” Tekankan 3 Kiat Kunci bagi UMKM Kuliner Indonesia untuk Menangkan Bisnis Pascapandemi

Jakarta,- UMKM kuliner menjadi kelompok sektor usaha yang paling terdampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Survei “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap UMKM” yang digagas Paper.id bersama...

More Articles Like This