Cirebon Power Kembali Hadirkan Pengobatan dan Pemeriksaan Gratis

Cirebon,- Cirebon Power kembali menggelar pengobatan dan pemeriksaan gratis untuk masyarakat sekitar yang berlangsung di Pusat Kesehatan Desa (Pusdes) Kanci Kulon, Kabupaten Cirebon, Kamis (19/12/2018).

Hafid Saptandito, Head of Community Development Cirebon Power mengatakan kegiatan pengobatan dan pemeriksaan gratis merupakan kali keenam yang sudah diselenggarkan Cirebon Power sepanjang tahun 2018 di lima desa.

“Kurang lebih ada 3.000 warga yang sudah menikmati layanan pengobatan dan pemeirksaan gratis Cirebon Power,” ujarnya.

Lanjut Hafid, layanan kesehatan di Desa Kanci Kulon, Kabupaten Cirebon merupakan kegiatan kernamndan terakhir di tahun 2018. Pihaknya akan mencoba melaksanakan kegiatan serupa, pada awal tahun nanti

“Dari catatan para petugas kesehatan, mayoritas keluhan yang dialami oleh masyarakat adalah gangguan kesehatan ringan yang biasa dialami warga,” terangnya.

“Umumnya mengeluhkan batuk, pilek dan demam, serta nyeri otot,” imbuhnya.

BACA YUK:  Syarat dan Biaya LASIK Mata, Pengguna BPJS Kesehatan Wajib Simak Ini

Sementara itu, Ibu Kuwu Desa Kanci Kulon, Laksanawati, mengucapkan terima kasih kepada Cirebon Power atas perhatian yang diberikan kepada warga Kanci Kulon.

Menurutnya, perusahaan pembangkit listrik itu sudah banyak memberikan dukungan kepada masyarakat Kanci Kulon, terutama dalam hal kesehatan.

“Bangunan Pusdes juga, yang membangun Cirebon Power,” ujar Laksanawati.

Pengobatab dan pemeriksaan gratis yang diselenggarakan oleh Cirebon Power di Desa Kanci Kulon, Kabupaten Cirebon.

Tak hanya di bidang kesehatan, Laksanawati mengakui bahwa masyarakat Desa Kanci juga kerap mendapat berbagai pelatihan dan dukungan dari Cirebon Power.

Misalnya pelatihan menjahit, membatik, merias dan lainnya. Ia berharap, kerjasama Cirebon Power dengan desa-desa sekitar, bisa terus terjalin dengan baik.

“Semoga kerjasama ini terus bisa dijaga dan berjalan dengan baik,” terangnya.

Selain itu, salah satu warga Ida, mengatakan kehadiran layanan pengobatan gratis ini sangat membantu warga desa, terutama dirinya. Oleh karena itu, ia menyempatkan hadir ke lokasi pengobatan, ia mengeluhkan gangguan penglihatan yang dialaminya. Selain itu, tekanan darahnya juga cukup tinggi.

BACA YUK:  Selama Libur Lebaran Idulfitri, 2 Pembangkit Listrik Cirebon Power Tetap Beroperasi

“Mata saya sering berair dan tensi darah juga tinggi,” kata Ida.

Sama halnya dengan Ida, Kaswani warga Desa Kanci Kulon, juga ikut memeriksakan kesehatannya di kegiatan yang digagas oleh pembangkit listrik di kawasan Kanci itu.

Kaswani yang merupakan seorang buruh pabrik bihun, mengaku kerap merasakan nyeri di kepalanya. Namun ia tak sempat untuk memeriksa kesehatannya, karena tidak mau meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh pabrik.

“Kalau sekarang lagi libur, dan gak perlu bayar, jadi saya langsung periksa,” kata Kaswani.

Berbekal informasi mengenai kegiatan ini dari tetangganya, Kaswani langsung bergegas ke Pusdes, untuk bisa mendapatkan pengobatan dari tim medis.

BACA YUK:  Cirebon Power Kembali Bagikan Ribuan Bingkisan Idulfitri untuk Warga

Kaswani bertutur, ia biasanya berobat di Puskesmas Astanajapura yang lokasinya lumayan jauh dari tempat tinggalnya.

“Biasanya periksa di Puskesmas Asjap, tapi jauh, kalau ini kan ada di desa,” terangnya.

Kegiatan pengobatan dan pemeriksaan gratis, juga disyukuri oleh Tarsih (80). perempuan sepuh ini mengaku senang karena tak perlu mengeluarkan biaya apapun.

Tarsih pun mengeluhkan dirinya yang tidak memiliki jaminan kesehatan (BPJS) dari pemerintah, sehingga ia harus selalu mengeluarkan biaya saat  memeriksakan kesehatannya.

“Sekali berobat, kadang seratus ribu lebih. Kalau disini alhamdulillah gratis,” tutur Tarsih.

Dengan kondisi umurnya yang sudah sepuh, Tarsih mengalami masalah dalam fisiknya. Ia mengeluh sering sakit dan bahkan tidak bisa berjalan.

Untuk bisa hadir di kegiatan ini, Tarsih terpaksa harus dipapah oleh salah satu kerabatnya. Menurut Tarsih, kegiatan ini sangat membantu sekali bagi masyarakat.

“Sangat membantu masyarakat, kalau bisa lebih sering dilaksanakan,” tandasnya. (AC212)

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *