Chefis Resto dan LPD Al-Bahjah Sampaikan Pesan Cinta untuk Kawula Muda

Cirebon – Chefis Arabian Cafe and Resto berkolaborasi dengan Lembaga Pendidikan Dakwah Al-Bahjah menyampaikan pesan cinta kepada kawula muda di Cirebon dan sekitarnya. Pesan cinta dikemas dalam acara yang diberi nama Dikta Cinta Pendidikan & Cerita Cinta di Chefis Resto Jalan Ampera Raya Kota Cirebon, Minggu (17/12/2023).

Dikta Cinta yang disiarkan langsung di Al Bahjah TV ini dibuka dengan penampilan yang penuh kehangatan oleh suara merdu AB Voice & Jaka Rohmana MJM.

Banyak pertanyaan yang terjawab dalam dinamika cinta baik kepada lawan jenis, pasangan, orang tua, dan tentunya Allah SWT.

BACA YUK:  HUT ke-51, DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon Ajak Kader Turun ke Akar Rumput

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon Buya Yahya yang juga hadir sebagai narasumber mengatakan, cinta memiliki makna yang luas juga indah.

“Kalau seandainya di kamus tidak ada kata cinta tidak indahlah itu kamus. Karena cinta adalah keindahan,” katanya, Minggu (17/12/2023).

Menurutnya, cinta seperti emas karena walaupun ditempa oleh berbagai macam masalah cinta akan semakin bersinar. Cinta adalah yang menghapus semua keluh kesah, yang menghapus semua kesusahan, yang menghapus semua kepahitan.

“Cinta adalah nilai spiritual. Orang mendefinisikan cinta dengan berbagai macam. Tapi cinta tidak untuk diucapkan tapi dirasakan,” ujarnya.

BACA YUK:  Grage Mini Race Push Bike Cirebon Kembali Digelar

Yang perlu dipahami adalah cinta ada di dalam hati bukan di luar. Rumus cinta salah jika memandang cinta itu ada disana.

“Salah kalau orang memandang cinta itu ada di sana. Maka jangan engkau sibuk memikirkan apakah orang itu mencintai aku atau tidak yang paling tepat adalah bagaimana aku mencintai,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama hadir sebagai narasumber Bang Haq mengatakan, cinta bisa membuat manusia memandang dunia lebih menyeluruh tidak setengah-setengah. Tidak hanya pada hal yang disukai tapi pada hal yang tidak disukai.

BACA YUK:  Sultan Kacirebonan dan Presiden IKBC Hadiri Peringatan Hari Nasional Kuwait ke-63

“Kita berbicara dengan bahasa cinta memandang lebih universal,” katanya.

Ia menambahkan, cinta berbicara mengenai emosi atau perasan. Cinta justru lebih jelas tanpa kata-kata, cinta banyak kaitannya dengan berbagai aspek kehidupan.

“Kita bangkit dalam cinta, bukan jatuh cinta. Cinta juga berbicara mengenai perilaku, cintanya tidak bisa dilarang tapi perilakunya yang harus kita kontrol. Cinta tumbuh tanpa dipaksa, tapi bagaimana mengendalikan perilaku kita,” pungkasnya. (AC001)

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *