Cerita Ibunda Junior Priadi Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610

0
440
Endang Darmayu, ibu dari Junior Priadi

Cirebon,- Jenazah Junior Priadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Karawang, Jawa Barat pada tanggal 29 Oktober 2018 lalu di makamkan, Jumat (9/11/2018).

Almarhum dimakamkan di Pemakaman Umum Tedeng, Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon usai disemayamkan di rumah orang tuanya di Pilang Sari Endah, Blok B60, Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon usai Salat Jumat.

Aston Hotel

Baca juga ya Isak Tangis Warnai Kedatangan Jenazah Korban Lion Air JT610 di Cirebon

Baca juga ya Junior Priadi Korban Lion Air JT610 di Mata Keluarga

Junior Priadi merupakan pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangka Belitung (Babel) dan baru satu bulan bertugas disana.

Ibunda Junior Priadi, Endang Darmayu mengatakan bahwa anaknya kelahiran tahun 1986 dan saat ini baru berusia 32 tahun.

“Junior merupakan anak laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara. Dia anak bungsu,” ujarnya kepada About Cirebon sambil menahan tangis.

Menurut ibundanya, Junior memiliki dua anak, yang satu berusia lima tahun dan kedua berusia empat tahun. Kesehariannya, Junior bekerja di Direktorat Jenderal Pajak.

“Dia (almarhum) bekerja sejak tahun 2010. Di Cirebon saat itu baru 9 bulan bekerja di KPP Pratama, kemudian di pindah ke Palembang lama selama 7,5 tahun, lalu pindah lagi ke Bangka Belitung baru satu bulan pada bulan September lalu,” ungkapnya.

Endang menceritakan, Junior pulang ke Cirebon pada tanggal 27 Oktober 2018 jam 02.00 WIB hari Sabtu, selang sehari malam Senin tanggal 28 Oktober pulang kembali ke Babel karena dinas, naik kereta api yang jam 21.00 WIB. Kemudian, melanjutkan ke bandara dengan keberangkatan yang paling pagi pada pukul 06.10 WIB.

“Tapi, kita tidak mengetahui yang sebetulnya pakai pesawat apa, saya biasanya tanya, ini ngga tanya,” bebernya.

Ketika naik pesawat, kata Endang, jam setengah enam pagi masih kontak dengan istrinya, beliau mengirim pesan singkat Whatsapp bahwa bilang sudah boarding.

“Dia minta doain, dan masing-masing bilang hati-hati. Terus udah, jam 06.10 kan berangkat, terus jam 07.10 seharusnya sudah datang, pas dikontak setengah 8 sudah tidak ada berita apapun,” terangnya.

“Sampai di WA ceklis aja, ternyata istrinya lihat instagram ada berita itu, tapi istrinya belum mengetahui bahwa yang sebenarnya, dan belum tahu suaminya naik pesawat apa,” imbuhnya.

Setelah itu, kata Endang, istrinya baru mengetahui suaminya naik pesawat Lion Air JT610 pada saat dirilis nama-nama penumpang.

Keluarga berharap, kedepannya sebelum keberangkatan baik itu pilot dan pesawatnya untuk diperiksa ulang, serta lebih berhati-hati lagi.

“Cukup ini di anak saya, mudah-mudahan kedepannya tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tutupnya sambil menangis. (AC212)