Senin, 17 Mei 2021

Cara Sederhana Untuk Melihat Adanya Formalin Dalam Produk Makanan Yang Di Jual Pada Pasar Tradisional⁣

Populer

Kampung Sabin, Tawarkan Konsep Suasana Bali

Cirebon,- Ingin merasakan suasana seperti di Ubud Bali, kini tidak perlu jauh-jauh harus pergi ke Bali. Pasalnya, di Cirebon...

Pesona Curug Cigetruk yang Belum Banyak Orang Tahu dengan Ketinggian 27 Meter⁣⁣⁣

⁣⁣Cirebon,- Kecamatan Dukupuntang dikenal sebagai salah satu wilayah kecamatan penyangga pariwisata berbasis alam (Agrowisata) di Kabupaten Cirebon.⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ Terdapat berbagai sumber...

Serentak, PGRI Kota Cirebon Bagikan 3000 Takjil dan Nasi Kotak di 4 Kecamatan⁣

Cirebon,- Di penghujung Ramadan 1442 H ini, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cirebon mengadakan kegiatan berbagi. Berbeda dengan...

RedBox Barbershop Ramai Pengunjung, Hari Lebaran Tetap Buka

Cirebon,- Jelang hari raya Idulfitri, jasa potong rambut atau barbershop ramai pengunjung. Hal ini menjadi berkah tersendiri bari para...

Indonesia merupakan Negara dengan mayoritas masyarakanya berprofesi sebagai pedagang, petani dan nelayan. Masyarakat Indonesia kebanyakan mengkonsumsi makanan dari apa yang mereka peroleh, yaitu dari bercocok tanam ataupun memancing di laut. Seperti halnya kedelai yang di olah menjadi beberapa produk makanan seperti tahu, tempe, kecap, susu dan yang lainnya. Untuk hasil laut yang di peroleh biasanya di jual kembali pada masyarakat di pesisir pantai, ada pula yang di buat ikan asin. Ikan asin juga menjadi makanan yang digemari masyarakat.⁣

Makanan merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Makanan yang baik itu memiliki gizi yang tinggi, sehingga dapat berpengaruh pada tingkat kesehatan. Makanan hasil olahan masyarakat baik dari darat maupun laut, di olah secara sederhana, sehingga hanya bertahan beberapa hari saja. Namun demikian terdapat makanan yang di olah dengan penambahan pengawet , baik pengawet alami ataupun pengawet yang seharusnya tidak berada pada makanan, diantaranya bahan pengawet seperti formalin. ⁣

Formalin sering digunakan untuk bahan pembersih lantai, pembuatan perabotan rumah tangga, pembasmi serangga dan sebagai bahan pengawet lainnya. Menurut Mawar (2017) Formalin merupakan bahan kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Efek pada tubuh berupa iritasi pada saluran pernapasan, muntah-muntah, pusing dan terasa terbakar pada tenggorokan. Konsumsi produk makanan yang mengandung formalin secara terus menerus dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan syaraf pusat dan ginjal. Penyalahgunaan formalin biasanya dilakukan untuk keuntungan dagang dan meminimalkan biaya kerugian akibat makanan yang tidak laku dijual. Selain itu formalin digunakan karena mudah didapat, harganya murah dan memiliki kemampuan yang baik dalam mengawetkan makanan. ⁣

Penggunaan formalin sendiri pada makanan telah dilarang dalam Permenkes Rl No.235/Menkes/Per/VI/79, serta dalam peraturan Menteri Kesehatan Rl No. 772/Menkes/Per/XI/88, kandungan formalin dalam produk makanan harus negatif (BPOM, 2010). Ambang batas aman formalin di dalam tubuh menurut International Programme on Chemical Safety (IPCS), yaitu lembaga khusus PBB yang bertugas mengontrol keselamatan penggunaan bahan kimiawi, dalam bentuk cairan adalah 1 mg/liter, sedangkan dalam bentuk makanan untuk orang dewasa adalah 1,5 -14 mg/hari. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) mengelompokkan formalin sebagai zat karsinogenik berdasarkan studi paparan melalui pernafasan. ⁣

Pemeriksaan formalin secara sederhana dapat dilakukan dengan cara membuat ekstrak dari ubi jalar ungu, stroberi, buah naga, dan anggur. Untuk pemeriksaan kali ini digunakan buah naga sebagai indikator adanya formalin, sampel yang di beli dari pasar di haluskan dan di beri sedikit air kemudian di ambil sarinya. Gunakan tissue untuk proses pemeriksaan, rendam tissue pada ektrak buah naga kemudian ditambahkan sari sampel diatasnya, di tunggu hingga 5 menit lihat perubahannya. Sampel yang digunakan berupa sampel makanan olahan seperti tahu, sosis, udang rebon, mie basah dan ikan asin. Hasil akhir dimana sampel yang mengandung formalin, maka tissue akan teteap berwarna merah, jika sampel tidak mengandung formalin, warna tissue memudar sedikit pucat dari warna merah menjadi merah muda. Sampel yang dinyatakan positif formalin yaitu sampel sosis dan juga ikan asin.⁣

Dewi (2019) Buah naga merupakan buah yang mengandung antosianin (pigmen yang larut dalam air). Zat pewarna alami antosianin merupakan senyawa flavonoid yang tergolong ke dalam turunan benzopiran. Sifat formalin dan antosianin sama-sama memiliki sifat asam sehingga tetap menstabilkan warna antosianin kulit buah naga. Antosianin memiliki pH sekitar 2-3 hampir sama dengan pH formalin. Sifat asam formalin akan menyebabkan warna antosianin tetap merah pada pH 1 dan pH diatas 4 akan memberikan warna violet.⁣

Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan pada beberapa makanan dari beberapa pasar tradisional, terdapat beberapa sampel yang dinyatakan positif mengandung formalin. Penggunaan formalin yang berbahaya nampaknya belum banyak disadari di kalangan masyarakat. Oleh karena itu diharapkan masyarakat umum dapat lebih hati-hati dan selektif dalam memilih makanan dengan melihat kualitas gizi, kebersihan dan bentuk fisiknya, selain itu masyarakat dapat menggunakan ekstrak kulit buah naga untuk deteksi sederhana formalin pada makanan.⁣

Penulis : Nurul Marifah (1811304070) l Kelompok 24⁣
Dosen Pembimbing : Mochammad Reza Desianto, S.Tr.AK⁣
Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta⁣

BACA YUK:  Kampung Sabin, Tawarkan Konsep Suasana Bali
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Layanan KA Khusus Non-Mudik di Daop 3 Cirebon Berangkatkan 3.564 Penumpang

Cirebon,- Selama masa larangan mudik lebaran tahun 2021, PT KAI Daop 3 Cirebon telah melayani orang-orang yang dikecualikan sesuai...

Pasca Lebaran, Kepala Daerah Diminta Lakukan Uji Sampling Covid-19

Cirebon,- Pasca hari raya idul Fitri 1442 Hijriah, Presiden Joko Widodo saat Rakor Virtual mengintruksikan kepada Kepala Daerah untuk berhati-hati didalam menyikapi pasca mudik...

Alun-alun Kejaksan Akan Diterapkan Jam Operasional, ini Alasannya

Cirebon,- Jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon meningkat setelah resmi dibuka pada awal April 2021. Namun, masih banyak masyarakat yang...

Moment Ramadan dan Idul Fitri 2021, Layanan Data Telkomsel Tumbuh 49 Persen

Jakarta,- Selama momen Ramadan dan Idulfitri 2021, Telkomsel mencatat lonjakan trafik layanan data hingga 39.7 Petabyte (PB), atau tumbuh 49% dibanding momen yang sama...

More Articles Like This