Calon Wakil Gubernur Nomor Urut Satu Silaturahmi ke Keraton Kasepuhan

0
53

Cirebon,- Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut satu Uu Ruzhanul Ulum bersilaturahmi dengan Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu (28/4/2018).

Kedatangannya ke Keraton Kasepuhan Cirebon, Uu yang berpasangan dengan Ridwan Kamil hanya disambut oleh abdi dalem.

Aston Hotel

Kunjungannya ke Cirebon, Uu akan bersilaturahmi dengan komunitas asli Cirebon, nelayan, dan juga ke petani garam.

“Ada beberapa yang ditekankan oleh tim kami ke wilayah Cirebon untuk membuat sebuah keputusan saat kami jadi pemimpin di Jawa Barat,” ujar Uu usai mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu (28/4/2018).

Lanjut dia, jangan sampai ada kesalahan dalam membuat keputusan, karena kurangnya komunikasi dengan masyarakat. Pemimpin yang bagus adalah pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik.

Istana Kerang

“Yang dimaksud komunikasi yang baik adalah program yang kami buat sampai ke telinga masyarakat dan keinginan masyarakat sampai kepada telinga kami,” ungkapnya.

Sehingga, kata dia, bersama Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, tidak akan membuat visi misi pribadi, tetapi membuat visi misi masyarakat Jawa Barat. Ia mengatakan, tidak akan membawa ego pribadi atau ego golongan, ego partai, tetapi dirinya bersama Kang Emil akan membawa ego masyarakat.

Kedatangannya ke daerah-daerah, menurutnya sedang mendengar keiginan masyarakat, ego masyarakat, termasuk dirinya datang ke Keraton Kasepuhan Cirebon, apalagi kasultanan ini perlu dilestarikan.

“Kita paham, adanya negara ini, birokrat dan pemerintahan, berawal daripada para kerajaan-kerajaan,” ungkapnya.

Selain itu, program yang ditawarkan oleh Calon Wakil Gubernur nomor urut satu ini menawarkan program Semur (Sembako Murah). Ia menjelaskan, bagaimana murah yaitu mendekatkan produsen dengan konsumen, memotong alur para pedagan yang terlalu jauh, dengan cara digitalisasi.

Kemudian yang kedua adalah, Laja (Lapangan Kerja) dengan cara “one desa one product, mengembangkan UKM. “Saya berpengalaman di Tasikmalaya melahirkan 32 ribu UKM dan Kang Emil pengalaman di Kota Bandung dengan melahirkan 3 ribu UKM. Itu salah satu lapangan kerja yang akan kami tawarkan kepada masyarakat,” bebernya.

Dan, yang ketiga ialah Jamu (Jalan Mulus), kenapa harus jalan mulus, Uu menambahkan, karena hari ini semakin banyak masyarakat, semakin butuh transportasi untuk berinteraksi sosial.

“Kalau jalannya jelek, waktu bisa lama, biaya bisa mahal, lalu hasil produksi yang dijual bisa mahal. Jadi, kalau jalan mulus waktu cepat, biaya akan murah,” tandasnya. (AC212)