Kamis, 4 Maret 2021

Cabuli Anak Dibawah Umur, Penjaga Tempat Ibadah Ditangkap Satreskrim Polresta Cirebon

Populer

Kapal Legendaris KRI Dewaruci Singgah di Pelabuhan Cirebon

Cirebon,- Kapal legendaris KRI Dewaruci bersandar di Pelabuhan Muara Jati Cirebon, sejak Minggu (28/02/2021). Kedatangan kapal tersebut dalam rangka...

Polres Cirebon Kota Berhasil Amankan Empat Pelaku Pengeroyokan Gerombolan Bermotor

Cirebon,- Video aksi gerombolan bermotor yang terjadi pada Minggu (28/2/2021) viral di media sosial (medsos). Dalam video tersebut, terekam...

Sukageuri View Cocok Jadi Destinasi untuk Berakhir Pekan⁣

Kuningan,- Sejak diresmikan Januari 2017, Sukageuri View menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kuningan. Dengan suguhan panorama alam...

Sensasi Makan Durian Montong Petik Langsung dari Pohon di Kopi Montong

Cirebon,- Berada di ketinggian 150 meter di atas permukaan laut (MDPL), agrowisata durian Kopi Montong yang berlokasi di Sindang...

Rencananya Pesisir Kesenden Akan Dibangun Objek Wisata

Cirebon,- Lahan seluas sekitar 15 hektar milik Pemerintah Kota Cirebon di Pesisir Kesenden, Kota Cirebon rencananya akan disulap menjadi...

Cirebon,- Satuan Reskrim Polresta Cirebon menangkap tersangka kasus pencabulan berinisial NF (52). Tersangka sendiri tercatat sebagai warga Bangka Belitung.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M. Syahduddi mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara diketahui korban pencabulan tersebut mencapai 13 orang. Bahkan, para korbannya merupakan anak di bawah umur yang rentang usianya 8 – 15 tahun.

Menurutnya, aksi bejat NF dilakukan di tempat ibadah yang berada di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Bahkan, tersangka melakukan aksi cabul terhadap para korbannya di salah satu ruangan tempat ibadah tersebut.

Loading...

“NF ini bekerja sebagai tukang kebun dan penjaga tempat ibadah, sehingga tinggalnya juga di situ kira-kira sejak setahun lalu,” ujar Syahduddi saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Rabu (20/1/2021).

BACA YUK:  Saling Bantu Korban Banjir, RPM Cirebon Rangkul Komunitas Motor⁣

Syahduddi menjelaskan, kejadian itu terungkap setelah salah seorang anak yang menjadi korban pencabulan melapor kepada orang tuanya. Namun, orang tua korban sempat kebingungan untuk melapor ke pihak kepolisian karena tidak mempunyai bukti.

Sehingga anak itupun berupaya mengambil kartu memori dari handphone tersangka. Mengingat tersangka beberapa kali membuat rekaman video aksi pencabulan yang dilakukannya.

Setelah kartu memori tersebut diambil barulah orang tua korban melapor ke Polresta Cirebon pada 14 Desember 2021. Petugas pun langsung mengamankan NF kurang dari 1 × 24 jam setelah menerima laporan tersebut.

“Kami amankan tersangka berikut barang bukti berupa kartu memori, handphone, dan pakaian korban. Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon,” jelas Syahduddi.

Syahduddi menyampaikan, dalam melakukan aksi cabul tersangka juga kerap mengiming-imingi seluruh korbannya yang berjenis kelamin laki-laki tersebut dengan memberikan es krim, handphone, hingga uang tunai Rp 50 ribu.

BACA YUK:  Saling Bantu Korban Banjir, RPM Cirebon Rangkul Komunitas Motor⁣

Selain itu, motif tersangka mencabuli korban dikarenakan jauh dari keluarganya yang tinggal di Bangka Belitung. Bahkan, diketahui NF juga pernah menjadi korban pencabulan saat masih duduk di bangku SMP.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, NF dijerat UU Perlindungan Anak dan diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Penyidik juga telah berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum untuk menyertakan tuntutan hukuman sesuai yang tertera dalam PP Nomor 70 Tahun 2020 tentang kebiri kimia bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

“Ancaman hukuman kebiri kimia juga disertakan karena aturannya sudah disahkan. Kami juga berkoordinasi dengan Komnas Perlindungan Anak untuk penanganan para korban,” kata Syahduddi.

Sementara Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak Jawa Barat, M.A Bimasena, mengapresiasi cepatnya penanganan jajaran Polresta Cirebon dalam pengungkapan kasus tersebut. Pihaknya juga mendukung penuh langkah Polresta Cirebon dalam menerapkan ancaman hukuman kebiri kimia terhadap NF.

“Tim rehabilitasi kami juga akan melakukan trauma healing secara bertahap kepada seluruh korban. Dampak jangka panjang yang dikhawatirkan adalah korban menjadi pelaku perbuatan yang sama,” singkat Bimasena. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Hari Ketiga, 899 Personel Polresta Cirebon Sudah Divaksinasi Covid-19

Cirebon,- Ratusan personel Polresta Cirebon dan Polsek jajaran telah menjalani vaksinasi Covid-19. Pemberian vaksin kepada para personel tersebut dilaksanakan...

Selama Februari 2021, Sat Narkoba Polres Cirebon Kota Ungkap 13 Kasus

Cirebon,- Selama bulan Februari 2021, Satuan Narkoba Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap 13 kasus dengan 16 tersangka dan tersangka yang diamankan terdiri dari laki-laki...

Berawal Jadi Dropshipper Hingga Buka Toko Sendiri

Indramayu,- Sering posting jualan aneka pakaian anak di facebook, tak ayal membuat Yu'la Musyarofah diburu pembeli. Wanita yang memiliki 2 orang anak tersebut mengawali...

Kembali Geliatkan UMKM dan Pariwisata, Bank Indonesia Gelar KKI 2021

Cirebon,- Bank Indonesia mempersembahkan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021. Kegiatan tersebut dalam rangka mendukung gerakan nasional bangga buatan Indonesia dan bangga berwisata #DiIndonesiaAja. Secara nasional,...

More Articles Like This