Rabu, 27 Oktober 2021

Bupati Imron : Ada Delapan Prioritas Pembangunan di Kabupaten Cirebon

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Cirebon,- DPRD Kabupaten Cirebon menggelar Rapat Paripurna dengan agenda pembacaan hantaran Bupati Cirebon terkait Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta prioritas dan plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2022 di gedung DPRD setempat, Rabu (18/8/2021).

Dalam pembacaan hantaran, Bupati Imron mengatakan, ada beberapa prioritas pembangunan pada tahun 2022 di Kabupaten Cirebon.

“Ada delapan prioritas pembangunan di Kabupaten Cirebon, yang pertama yakni peningkatan akses kualitas pendidikan, kedua perluasan jaminan kesehatan, ketiga penyediaan infrastruktur wilayah untuk peningkatan layanan dan kegiatan ekonomi,” ujarnya.

Loading...

“Keempat pengembangan ekonomi kerakyatan sektor pertanian, industri perdagangan, dan pariwisata berbasis inovasi. Kelima penanganan masyarakat miskin, keenam perluasan kesempatan kerja yang berdaya saing, ketujuh peningkatan kualitas lingkungan hidup dan yang terakhir kedelapan reformasi birokrasi melalui optimalisasi pelayanan publik yang prima,” sambungnya.

BACA YUK:  Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Menurut Imron, penyusunan anggaran tahun 2022 secara umum disusun secara rasional dengan memperhatikan kondisi keuangan daerah dan skala prioritas pembangunan daerah. Bahkan, prinsip dalam pengelolaan keuangan adalah pendapatan daerah harus diproyeksikan pada besaran pendapatan yang optimistis tercapai.

“Maka dari itu perkiraan pendapatan belanja dan pembiayaan daerah dalam APBD tahun 2022 di antaranya dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan sebesar Rp 708 miliar yang berasal dari berbagai sumber salah satunya dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan hasil daerah dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah,” katanya.

Imron menjelaskan, target delapan prioritas pembangunan di Kabupaten Cirebon tahun anggaran 2022 dengan mengutamakan penanganan Covid-19, pemulihan ekonomi dan jaringan pengaman sosial.

“Maka, usulan belanja daerah yang ditargetkan dalam tahun anggaran APBD 2022 ini adalah sebesar Rp 5,1 triliun,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon sekaligus Pimpinan Sidang, Rudiana mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon mengusulkan, untuk belanja daerah mencapai 5,1 triliun rupiah. Sedangkan untuk target pembelanjaan Pemkab Cirebon mencapai 4,6 triliun rupiah.

BACA YUK:  Habib Luthfi bin Yahya akan Hadiri Tausiyah Kebangsaan di Balai Kota Cirebon

“Kalau namanya belanja, hanya usulan pemerintah daerah ke pemerintah pusat dan provinsi. Jadi sengaja kita tinggikan target belanja sampai 5,1 triliun rupiah,” ujarnya.

“Terlepas nanti dapatnya berapa, itu kita menunggu dari sana. Anggaran yang kita usulkan ke pusat dan provinsi sebesar 5,1 triliun rupiah,” tambahnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana...

Edi Baredi Terpilih Menjadi Ketua Kadin Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Cirebon menggelar Musyawarah Kabupaten (Mukab) VII tahun 2021. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel Jalan Tuparev,...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun 1999 sampai dengan saat ini....

“Bosch Virtual Chef” Tekankan 3 Kiat Kunci bagi UMKM Kuliner Indonesia untuk Menangkan Bisnis Pascapandemi

Jakarta,- UMKM kuliner menjadi kelompok sektor usaha yang paling terdampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Survei “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap UMKM” yang digagas Paper.id bersama...

More Articles Like This