Selasa, 25 Januari 2022

Bunda, ini Saran dr. Yasmin Dermawan untuk Kehamilan Saat Pandemi COVID-19

Populer

Bakso Rusuk Joss Sajikan Menu Fenomenal dan Tempat yang Nyaman

Cirebon,- Kamu pecinta bakso? Jangan ngaku pecinta bakso kalau kamu belum coba bakso yang unik, viral dan fenomenal ini,...

Ramaikan Wisata Kuliner, Kedai 1818 Buka Cabang Baru di Sinapeul Majalengka

Cirebon,- Setelah sukses membuka cabang di berbagai daerah, Crab 1818 kini membuka kembali di Majalengka, Sabtu (22/1/2022). Lokasinya berada...

Deteksi Dini Semakin Krusial Cegah Progresivitas Glaukoma, Faktor Anatomis Turut Berpengaruh Memicu Glaukoma Primer Sudut Tertutup Kronis

Jakarta,– Nyaris tak memiliki gejala pada tahap awal, glaukoma berpotensi memberi impak yang lebih fatal: kebutaan permanen. Peningkatan tekanan...

Kerja Sama dengan Kodim 0620/Cirebon, Aston Cirebon Jalani Vaksin Booster COVID-19

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center menggelar vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster untuk seluruh karyawan, Sabtu (22/1/2022)....

Mulai Tahun 2023 Tenaga Honorer Dihapus, ini Kata Sekda Kota Cirebon

Cirebon,- Pemerintah pusat melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menghapus tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang....

Cirebon,- Ibu hamil memiliki resiko yang sama besarnya untuk terinfeksi COVID-19 dengan orang dewasa lainnya yang tidak sedang hamil. Menurut data Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Jakarta, 13,7 persen perempuan hamil lebih mudah terinfeksi Covid-19, dibandingkan dengan mereka yang tidak hamil.

Hal senada dikatakan dokter spesialis kandungan dan kebidanan RSIA Cahaya Bunda, dr. Yasmin Dermawan, Sp.OG bahwa ibu hamil memiliki resiko yang sama dengan orang dewasa lainnya untuk terpapar COVID-19. Bahkan, memiliki resiko yang meningkat untuk beberapa penyakit.

“Ibu hamil sangat rentan terpapar COVID-19, karena kehamilan adalah salah satu komorbid, yakni daya tahan tubuh wanita hamil lagi rendah. Jadi, kemungkinan tertular virus apapun sangat besar,” ujar dr. Yasmin kepada About Cirebon, Rabu (15/9/2021).

Loading...
BACA YUK:  SDK Penabur Pamitran Kota Cirebon Jalani Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Sehingga, dr. Yasmin menyarankan untuk pemeriksaan kandungan selama pandemi COVID-19 pada trisemester pertama dilakukan satu kali. Pemeriksaan dilakukan saat usia kehamilan memasuki usia 11 minggu.

Kemudian, pada pemeriksaan trisemester kehamilan kedua dilakukan seperti trisemester pertama.

“Pemeriksaan kehamilan trisemester kedua juga disarankan sekali saja, ketika usia kehamilan memasuki usia di atas 16 minggu,” ungkapnya.

Namun, kata Yasmin, pemeriksaan trisemester kehamilan ketiga berbeda dengan pemeriksaan trisemester pertama dan kedua. Ibu hamil disarankan memeriksa kandungan sekurangnya dua kali pada trisemester ketiga.

“Masa kehamilan ini amat vital dalam menentukan kelancaran prosesi persalinan,” kata Yasmin.

Namun, Yasmin menjelaskan ibu hamil yang terinfeksi COVID-19 belum ada bukti bisa terinfeksi terhadap bayi yang dikandungnya. Bahkan, kata dr. Yasmin, WHO juga mengatakan tidak ditemukan virus aktif pada sample cairan ketuban dan Air Susu Ibu (ASI).

Oleh karena itu, selama masa pandemi COVID-19, menurut Yasmin, ibu hamil untuk tetap tinggal di rumah, menjaga kebersihan diri dan rutin mencuci tangan.

BACA YUK:  Penghujung Tahun, Telkomsel Hadirkan Poin Festival 2021

Menghindari orang-orang yang sedang sakit, mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin, memonitor gerak janin, memonitor gejala-gejala infeksi COVID-19 seperti demam, batuk, pilek, sesak nafas, diare, dan lainnya.

“Ibu hamil juga harus mengetahui tanda kegawatdaruratan pada ibu hamil. Merencanakan dengan matang untuk persalinan dan pilih faskes, serta support dari keluarga,” bebernya.

Yasmin menyarankan pada ibu hamil pada usai kehamilan di atas 12 minggu sedangkan masa cukup bulan untuk melakukan vaksin COVID-19. Karena, menurut Yasmin, tidak ditemukan transmisi vertikal virus COVID dari ibu hamil yang terinfeksi ke janin.

“Sedangkan angka kematian ibu hamil yang terinfeksi virus COVID itu sangat tinggi yaitu 22 persen. Jadi, dari 5 orang ibu hamil yang terinfeksi COVID, 1 orangnya meninggal,” katanya.

“Dasar ini lah, maka saya sangat menekankan dilakukan vaksinasi pada wanita hamil,” sambungnya.

Menurut dr. Yasmin, tidak ada vaksin khusus untuk ibu hamil. Vaksin yang digunakan sama seperti vaksin yang digunakan pada lainnya.

“Ibu hamil bisa menggunakan semua vaksin, seperti Sinovac, Moderna, dan Pfizer. Tapi, untuk vaksin jenis Astra Zeneca masih perlu penelitian lebih lanjut untuk keamanan pada wanita hamil,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Mulai Besok Pagi, Tol Cisumdawu Seksi I Terapkan Tarif Gratis Selama Dua Minggu

Bandung,- Tol Cisumdawu dibuka mulai besok, Selasa (25/01/22) pukul 06.00 untuk seksi I sepanjang 11,45 kilometer yang menghubungkan antara...

Kolaborasi dengan Rumah Zakat, Kelurahan Kesenden Hadirkan Program Green House dan Baperkam Mart

Cirebon,- Kelurahan Kesenden dan Rumah Zakat Kota Cirebon meluncurkan dua program di RW 04, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (24/1/2022). Dua program...

Peduli Banjir Waled, DPC PKB Kabupaten Cirebon Dirikan Posko

Cirebon,- Banjir yang menggenang di wilayah Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon beberapa hari lalu menyita banyak perhatian masyarakat, tak terkecuali dari elemen pengurus Partai Kebangkitan...

Jaga Mimpi Pebasket Putri, GoBasket dan GMC Nyalakan Lagi Api Kompetisi

Cirebon,- Harapan menghidupkan kembali kompetisi basket putri di Indonesia belum pupus. GoBasket.id dan Generasi Muda Cirebon (GMC) berkolaborasi agar asa itu tetap menyala. Berbekal semangat...

More Articles Like This