Bunda, ini Saran dr. Yasmin Dermawan untuk Kehamilan Saat Pandemi COVID-19

Cirebon,- Ibu hamil memiliki resiko yang sama besarnya untuk terinfeksi COVID-19 dengan orang dewasa lainnya yang tidak sedang hamil. Menurut data Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Jakarta, 13,7 persen perempuan hamil lebih mudah terinfeksi Covid-19, dibandingkan dengan mereka yang tidak hamil.

Hal senada dikatakan dokter spesialis kandungan dan kebidanan RSIA Cahaya Bunda, dr. Yasmin Dermawan, Sp.OG bahwa ibu hamil memiliki resiko yang sama dengan orang dewasa lainnya untuk terpapar COVID-19. Bahkan, memiliki resiko yang meningkat untuk beberapa penyakit.

“Ibu hamil sangat rentan terpapar COVID-19, karena kehamilan adalah salah satu komorbid, yakni daya tahan tubuh wanita hamil lagi rendah. Jadi, kemungkinan tertular virus apapun sangat besar,” ujar dr. Yasmin kepada About Cirebon, Rabu (15/9/2021).

BACA YUK:  Info Loker! Lowongan Kerja Aesthetic Doctor di Qiandra Aesthetic Beauty Clinic Cabang Cirebon

Sehingga, dr. Yasmin menyarankan untuk pemeriksaan kandungan selama pandemi COVID-19 pada trisemester pertama dilakukan satu kali. Pemeriksaan dilakukan saat usia kehamilan memasuki usia 11 minggu.

Kemudian, pada pemeriksaan trisemester kehamilan kedua dilakukan seperti trisemester pertama.

“Pemeriksaan kehamilan trisemester kedua juga disarankan sekali saja, ketika usia kehamilan memasuki usia di atas 16 minggu,” ungkapnya.

Namun, kata Yasmin, pemeriksaan trisemester kehamilan ketiga berbeda dengan pemeriksaan trisemester pertama dan kedua. Ibu hamil disarankan memeriksa kandungan sekurangnya dua kali pada trisemester ketiga.

“Masa kehamilan ini amat vital dalam menentukan kelancaran prosesi persalinan,” kata Yasmin.

Namun, Yasmin menjelaskan ibu hamil yang terinfeksi COVID-19 belum ada bukti bisa terinfeksi terhadap bayi yang dikandungnya. Bahkan, kata dr. Yasmin, WHO juga mengatakan tidak ditemukan virus aktif pada sample cairan ketuban dan Air Susu Ibu (ASI).

BACA YUK:  Festival Milm Kampung, Ajang Gali Potensi di Setiap RW di Kota Cirebon

Oleh karena itu, selama masa pandemi COVID-19, menurut Yasmin, ibu hamil untuk tetap tinggal di rumah, menjaga kebersihan diri dan rutin mencuci tangan.

Menghindari orang-orang yang sedang sakit, mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin, memonitor gerak janin, memonitor gejala-gejala infeksi COVID-19 seperti demam, batuk, pilek, sesak nafas, diare, dan lainnya.

“Ibu hamil juga harus mengetahui tanda kegawatdaruratan pada ibu hamil. Merencanakan dengan matang untuk persalinan dan pilih faskes, serta support dari keluarga,” bebernya.

Yasmin menyarankan pada ibu hamil pada usai kehamilan di atas 12 minggu sedangkan masa cukup bulan untuk melakukan vaksin COVID-19. Karena, menurut Yasmin, tidak ditemukan transmisi vertikal virus COVID dari ibu hamil yang terinfeksi ke janin.

BACA YUK:  Peduli Cianjur, Kasultanan Kacirebonan dan Padepokan Nur Sejati Berikan Bantuan Korban Gempa

“Sedangkan angka kematian ibu hamil yang terinfeksi virus COVID itu sangat tinggi yaitu 22 persen. Jadi, dari 5 orang ibu hamil yang terinfeksi COVID, 1 orangnya meninggal,” katanya.

“Dasar ini lah, maka saya sangat menekankan dilakukan vaksinasi pada wanita hamil,” sambungnya.

Menurut dr. Yasmin, tidak ada vaksin khusus untuk ibu hamil. Vaksin yang digunakan sama seperti vaksin yang digunakan pada lainnya.

“Ibu hamil bisa menggunakan semua vaksin, seperti Sinovac, Moderna, dan Pfizer. Tapi, untuk vaksin jenis Astra Zeneca masih perlu penelitian lebih lanjut untuk keamanan pada wanita hamil,” pungkasnya. (AC212)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *