Sabtu, 18 September 2021

Bunda, ini Saran dr. Yasmin Dermawan untuk Kehamilan Saat Pandemi COVID-19

Populer

Fenomena Ribuan Burung Pipit Mati di Bali, Terjadi Juga di Cirebon

Cirebon,- Setelah beberapa hari lalu terjadi di Pulau Bali, fenomena burung mati mendadak terjadi di Kota Cirebon. Ribuan Burung...

Tujuh Kecamatan di Kabupaten Cirebon Disurvei PT Pertamina Hulu Energi

Cirebon,- Kabupaten Cirebon dijadikan sebagai lokasi penelitian pencitraan lapisan dan struktur melalui survei kebumian dimensi vibroseis sub vulkanik Jawa...

Pemerintah Izinkan Bioskop di PPKM Level 3 dan Level 2 Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Jakarta,- Pemerintah akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi di Jawa dan Bali. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut...

Sample Burung Pipit Mati Mendadak di Balaikota Cirebon akan Dites dengan Metode PCR

Cirebon,- Tim medis veteriner dari Lab Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota...

Kota Cirebon Siapkan Jalur Khusus Sepeda, Dishub Segera Uji Coba

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan uji coba pemberlakuan jalur khusus sepeda di...

Cirebon,- Ibu hamil memiliki resiko yang sama besarnya untuk terinfeksi COVID-19 dengan orang dewasa lainnya yang tidak sedang hamil. Menurut data Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Jakarta, 13,7 persen perempuan hamil lebih mudah terinfeksi Covid-19, dibandingkan dengan mereka yang tidak hamil.

Hal senada dikatakan dokter spesialis kandungan dan kebidanan RSIA Cahaya Bunda, dr. Yasmin Dermawan, Sp.OG bahwa ibu hamil memiliki resiko yang sama dengan orang dewasa lainnya untuk terpapar COVID-19. Bahkan, memiliki resiko yang meningkat untuk beberapa penyakit.

“Ibu hamil sangat rentan terpapar COVID-19, karena kehamilan adalah salah satu komorbid, yakni daya tahan tubuh wanita hamil lagi rendah. Jadi, kemungkinan tertular virus apapun sangat besar,” ujar dr. Yasmin kepada About Cirebon, Rabu (15/9/2021).

Loading...
BACA YUK:  LPD Al Bahjah Bersama ACT Sediakan Ambulans Gratis Untuk Warga Gaza

Sehingga, dr. Yasmin menyarankan untuk pemeriksaan kandungan selama pandemi COVID-19 pada trisemester pertama dilakukan satu kali. Pemeriksaan dilakukan saat usia kehamilan memasuki usia 11 minggu.

Kemudian, pada pemeriksaan trisemester kehamilan kedua dilakukan seperti trisemester pertama.

“Pemeriksaan kehamilan trisemester kedua juga disarankan sekali saja, ketika usia kehamilan memasuki usia di atas 16 minggu,” ungkapnya.

Namun, kata Yasmin, pemeriksaan trisemester kehamilan ketiga berbeda dengan pemeriksaan trisemester pertama dan kedua. Ibu hamil disarankan memeriksa kandungan sekurangnya dua kali pada trisemester ketiga.

“Masa kehamilan ini amat vital dalam menentukan kelancaran prosesi persalinan,” kata Yasmin.

Namun, Yasmin menjelaskan ibu hamil yang terinfeksi COVID-19 belum ada bukti bisa terinfeksi terhadap bayi yang dikandungnya. Bahkan, kata dr. Yasmin, WHO juga mengatakan tidak ditemukan virus aktif pada sample cairan ketuban dan Air Susu Ibu (ASI).

Oleh karena itu, selama masa pandemi COVID-19, menurut Yasmin, ibu hamil untuk tetap tinggal di rumah, menjaga kebersihan diri dan rutin mencuci tangan.

BACA YUK:  Jaga Keamanan Aktivitas Masyarakat di Luar Rumah Dengan PeduliLindungi

Menghindari orang-orang yang sedang sakit, mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin, memonitor gerak janin, memonitor gejala-gejala infeksi COVID-19 seperti demam, batuk, pilek, sesak nafas, diare, dan lainnya.

“Ibu hamil juga harus mengetahui tanda kegawatdaruratan pada ibu hamil. Merencanakan dengan matang untuk persalinan dan pilih faskes, serta support dari keluarga,” bebernya.

Yasmin menyarankan pada ibu hamil pada usai kehamilan di atas 12 minggu sedangkan masa cukup bulan untuk melakukan vaksin COVID-19. Karena, menurut Yasmin, tidak ditemukan transmisi vertikal virus COVID dari ibu hamil yang terinfeksi ke janin.

“Sedangkan angka kematian ibu hamil yang terinfeksi virus COVID itu sangat tinggi yaitu 22 persen. Jadi, dari 5 orang ibu hamil yang terinfeksi COVID, 1 orangnya meninggal,” katanya.

“Dasar ini lah, maka saya sangat menekankan dilakukan vaksinasi pada wanita hamil,” sambungnya.

Menurut dr. Yasmin, tidak ada vaksin khusus untuk ibu hamil. Vaksin yang digunakan sama seperti vaksin yang digunakan pada lainnya.

BACA YUK:  Pangdam III/ Siliwangi: Ada Penurunan Signifikan Kasus Covid-19 di Jabar

“Ibu hamil bisa menggunakan semua vaksin, seperti Sinovac, Moderna, dan Pfizer. Tapi, untuk vaksin jenis Astra Zeneca masih perlu penelitian lebih lanjut untuk keamanan pada wanita hamil,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Pemkab Cirebon Targetkan Bebas Sampah di 2024

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk melakukan penanganan terkait sampah. Bahkan, Pemkab Cirebon menargetkan tahun 2024 wilayah Kabupaten...

Gandeng Punakawan, Sosialisasikan Pentingnya Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

Cirebon,- Satpol PP Jawa Barat bersama Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan (prokes). Caranya dengan melibatkan tokoh pewayangan...

Wanita Cantik Asal Cirebon Ini Memiliki Segudang Prestasi Biliar

Cirebon,- Cantik dan pintar bermain biliar, itulah gambaran yang cocok bagi Nony Krystianti Andilah. Wanita berkulit putih asal Cirebon ini memiliki segudang prestasi di...

Grand Opening Meetime Rasain Cabang Ketiga di Majasem

Cirebon,- Meetime Rasain Cirebon membuka cabang ketiganya di Jalan Perjuangan – Majasem No. A2 Kota Cirebon (tepatnya di depan halaman Sempoa SIP) pada Jum’at,...

More Articles Like This