Bulan Maret 2018, Kota Cirebon Alami Deflasi 0,29 Persen

0
37

Cirebon,- Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon pada Maret 2018, Kota Cirebon mengalami deflasi 0,29 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,48 persen pada Februari 2018 menjadi 128,11 persen pada Maret 2018.

Kepala BPS Kota Cirebon, Imron Budianto mengatakan,inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga-harga yang ditunjukkan oleh peningkatan indeks harga beberapa kelompok pengeluaran.

Aston Hotel

“Sebaliknya, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga-harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks harga beberapa kelompok pengeluaran,” ujarnya, Rabu (4/4/2018).

Lanjut Imron, pada Bulan Maret ada dua kelompok pengeluaran mengalami inflasi dan empat kelompok mengalami deflasi.

Komoditas yang mengalami peningkatan harga yaitu cabai merah, pasir, bawang merah, bensin, keramik, apel, bawang putih, wafer, dan daging sapi.

Istana Kerang

“Sedangkan, komoditas yang mengalami penurunan harga adalah beras, bahan bakar rumah tangga, batu bata, minuman ringan, daun bawang, dan cabai rawit,” bebernya.

Selain itu, kelompok komoditas yang memberikan andil atau sumbangan inflasi terbesar pada Maret 2018, adalah kelompok bahan makanan. Sub kelompok komoditas dengan andil inflasi terbesar berasal dari padi-padian, umbi-umbian, dan hasilnya.

Kalau melihat perbandingan inflasi tahunan, menurut Imron, tingkat inflasi tahun ke tahun Maret 2018 terhadap Maret 2017, masing-masing sebesar 1,32 persen dan 4,54 persen.

“Sedangkan pada periode yang sama, Maret 2017 terjadi inflasi sebesar 0,43 persen,” jelasnya.

Dari dua puluh enam kota IHK di Pulau Jawa, tercatat 20 kota IHK mengalami inflasi dan enam kota mengalami deflasi.

Ia menjelaskan, inflasi tertinggi terjadi di Kota Bekasi sebesar 0,66 persen dan terendah terjadi di Kota Sumenep 0,01 persen.

“Untuk deflasi tertinggi terjadi di Kota Purwokerto sebesar 0,44 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Jember sebesar 0,08 persen,” tutupnya. (AC212)