Sabtu, 7 Desember 2019

Bulan Juni, Pembangunan Alun-alun Kejaksan Dimulai

Populer

Percepat Pengembangan Dunia Digital, Cirebon Technopreneurship Hadir di Unwir Indramayu

Indramayu,- Cirebon Technopreneurship Goes to Campus se-Wilayah III Cirebon kembali digelar. Kali ini, giliran Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu menjadi...

Tengkorak Manusia Ratusan Tahun Ditemukan di Indramayu

Indramayu - Sesosok tengkorak kepala manusia ditemukan tak jauh dari area makam Raden Wirapati (Wiralodra II) atau Bupati Kedua...

Warga Harjamukti Kota Cirebon Bawa Pulang Mobil di HUT Grage Mall ke-23

Cirebon,- Memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-23 Grage Mall Cirebon, Grage Group menggelar berbagai rangkaian acara. Kegiatan diawali dengan kegiatan...

Biznet Hadirkan Layanan NEO Web Space

Jakarta, Indonesia, 27 November 2019 – Sebagai bentuk dukungan bagi perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, Biznet...

Ulang Tahun ke-13, Grage Hotel Cirebon Ganti Nama dan Logo

Cirebon,-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-13, Grage Hotel Cirebon menggelar acara syukuran yang berlangsung di area Lily...

Cirebon,- Pemerintah Kota Cirebon bersama dengan pihak kontraktor, budayawan dan pihak terkait, menggelar rapat untuk mematangkan revitalisasi Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, yang berlangsung di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kota Cirebon, Kamis (24/1/2019).

Penataan Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon diharapkan akan memperkuat pariwisata sejarah dan religi bagi masyarakat Cirebon.

“Penataan Alun-Alun Kejaksan akan menambah indah lokasi yang memiliki sejarah tersebut,” ujar Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, usai melaksanakan rapat persiapan penataan Alun-Alun Kejaksan.

Menurut Azis, Kota Cirebon sangat mengandalkan pariwisata dalam upaya pembangunan dan menciptakan kesejahteraan. Penataan dan pembenahan Alun-Alun Kejaksan akan menjadi penguatan pariwisata.

Loading...

1. Target Bulan Juni

Azis meminta, pembangunan harus memperhatikan nilai sejarah termasuk tugu. Sehingga, harus dilakukan rapat yang benar-benar melibatkan sejarahwan dan tidak salah dalam mengambil keputusan.

Proyek pembangunan Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon yang dibiayai penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, akan dikerjakan bulan Juni mendatang.

“Kontruksi akan dimulai bulan Juni hingga November mendatang,” terangnya.

Menurut Azis, target utama dari pembangunan Alun-alun kejaksan adalah untuk perbaikan pariwisata. Sehingga harus ada kolaborasi antara kebutuhan dan pariwisata.

“Terutama dengan wisata religi, karena letak alun-alun dekat dengan Masjid At-Taqwa,” katanya.

Ekspose Revitalisasi Alun-alun Kejaksan

2. Fasilitas Alun-alun Kejaksan

Pada kesempatan tersebut, pihak kontraktor memaparkan desain pembangunan Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon.

Pihak kontraktor memaparkan fasilitas yang akan melengkapi Alun-alun Kejaksan mulai dari area parkir bawah tanah, taman bermain, air mancur, menggunakan rumput sintetis, viewing decj, pojok baca, lapangan olahraga, shelter pedagang, dan lainnya.

Pembangunan Alun-alun Kejaksan, pihak kontraktor menanyakan terkait Tugu Proklamasi yang berada di perempatan lampu merah, yang ingin ditinggikan agar terlihat oleh pengunjung yang datang ke alun-alun Kejaksan.

Namun, salah seorang budayawan, Mustaqim Asteja tidak setuju dengan peninggian tugu proklamasi tersebut.

“Tugu Proklamasi tersebut merupakan cagar budaya, tidak bolah dipindahkan atau ditinggikan,” kata Mustaqim.

Alun-alun Kejaksan saat ini

3. RTH 30 Persen

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Cirebon, Yoyon Indrayana meminta kepada pihak kontraktor untuk menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 30 persen.

Menurut Yoyon, RTH yang diajukan oleh kontraktor masih kurang, karena yang diajukan dalam desain hanya 29,8 persen dari total luas 12.570 m2.

“Karena, RTH harus memenuhi sebesar 30 persen dari luas,” ungkapnya.

4. Perhatikan Resapan Air dan Parkir

Dalam rapat tersebut, Yoyon mengingatkan hal terpenting dalam pembangunan Alun-alun Kejaksan yaitu pemenuhan kebutuhan publik.

Selain RTH, kata Yoyon, pemenuhan resapan air dan parkir juga harus diperhatikan dalam pembangunan Alun-alun Kejaksan.

“Untuk parkir, harus dikembangkan lagi untuk membuat kantong-kantong parkir. Karena parkir itu persoalan kota,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Tumbuhkan Rasa Nasionalisme, Komunitas Sobat Anak dan Inspiration House Cirebon Gelar Nonton Bareng Film Susi Susanti Love All

Cirebon,- Komunitas Sobat Nusantara bekerja sama dengan Inspiration House menggelar nonton bareng film Susi Susanti Love All yang berlangsung...

Jadi Sarana Edukasi, Pangkalan TNI AL Cirebon Gelar Pameran Alutsista

Cirebon,- Pangkalan TNI Angkatan Laut (AL) Cirebon menggelar Pameran Alutsista selama dua hari 7-8 Desember 2019, yang berlangsung di Grage City Mall, Jalan Jend....

Meningkatkan Kualitas Layanan, Dengan LinkAja Pedagang Pasar Gunung Sari Dapat Membayar Retribusi Secara Non Tunai

Cirebon,- Setelah sebelumnya mengimplementasikan digitalisasi retribusi di pasar tradisional pada berbagai daerah di Indonesia, kini LinkAja kembali mewujudkan komitmennya dalam digitalisasi transaksi dengan meluncurkan...

Cirebon Sebagai Pilot Project Sistem E-Retribusi Pakai QRIS

Cirebon,- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon bekerja sama dengan Bank BJB dan Link Aja meluncurkan sistem pembayaran E-Retribusi di Pasar Tradisional Kota...

Angka Cerai Tinggi, Kemenag Cirebon Dorong Sertifikasi Pernikahan

Cirebon - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon meminta masyarakat untuk menanggapi wacana kebijakan sertifikasi pernikahan bagi calon pengantin tidak untuk menghambat pernikahan apalagi...

More Articles Like This