Rabu, 21 Oktober 2020

Bulan Juni, Pembangunan Alun-alun Kejaksan Dimulai

Populer

Walikota Cirebon Menolak Wacana Perubahan Provinsi Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda

Cirebon,- Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda mulai mencuat. Wacana tersebut muncul saat Kongres Sunda 2020...

Nakes RSD Gunung Jati Positif Covid-19, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Cirebon,- Pihak Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon memberikan penjelasan terkait penutupan sementara sejumlah pelayanan.Penutupan sementara untuk...

Wahana Permainan di Goa Sunyaragi Dibakar Orang, Ini Kata Pengelola

Cirebon - Sebuah wahana permainan yang berada di area Taman Air Goa Sunyaragi (TAGS) dibakar, Rabu pukul 03.00 WIB,...

Promo Tiket Goa Sunyaragi, Diskon 50% Untuk KTP Kota/Kabupaten Cirebon

Cirebon - Kabar gembira bagi masyarakat yang ingin liburan akhir pekan ke Goa Sunyaragi Kota Cirebon.Goa Sunyaragi menawarkan diskon...

8 Petugas Positif Covid-19, RSD Gunung Jati Tutup Sementara Pelayanan

Cirebon,- Sehubungan dengan kegiatan pelacakan kontak erat para pegawai yang terpapar Covid-19, Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ) Kota...

Cirebon,- Pemerintah Kota Cirebon bersama dengan pihak kontraktor, budayawan dan pihak terkait, menggelar rapat untuk mematangkan revitalisasi Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, yang berlangsung di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kota Cirebon, Kamis (24/1/2019).

Penataan Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon diharapkan akan memperkuat pariwisata sejarah dan religi bagi masyarakat Cirebon.

“Penataan Alun-Alun Kejaksan akan menambah indah lokasi yang memiliki sejarah tersebut,” ujar Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, usai melaksanakan rapat persiapan penataan Alun-Alun Kejaksan.

Loading...

Menurut Azis, Kota Cirebon sangat mengandalkan pariwisata dalam upaya pembangunan dan menciptakan kesejahteraan. Penataan dan pembenahan Alun-Alun Kejaksan akan menjadi penguatan pariwisata.

BACA YUK:  Wakil Wali Kota Cirebon Kunjungi Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19

1. Target Bulan Juni

Azis meminta, pembangunan harus memperhatikan nilai sejarah termasuk tugu. Sehingga, harus dilakukan rapat yang benar-benar melibatkan sejarahwan dan tidak salah dalam mengambil keputusan.

Proyek pembangunan Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon yang dibiayai penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, akan dikerjakan bulan Juni mendatang.

“Kontruksi akan dimulai bulan Juni hingga November mendatang,” terangnya.

Menurut Azis, target utama dari pembangunan Alun-alun kejaksan adalah untuk perbaikan pariwisata. Sehingga harus ada kolaborasi antara kebutuhan dan pariwisata.

“Terutama dengan wisata religi, karena letak alun-alun dekat dengan Masjid At-Taqwa,” katanya.

Ekspose Revitalisasi Alun-alun Kejaksan

2. Fasilitas Alun-alun Kejaksan

Pada kesempatan tersebut, pihak kontraktor memaparkan desain pembangunan Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon.

Pihak kontraktor memaparkan fasilitas yang akan melengkapi Alun-alun Kejaksan mulai dari area parkir bawah tanah, taman bermain, air mancur, menggunakan rumput sintetis, viewing decj, pojok baca, lapangan olahraga, shelter pedagang, dan lainnya.

Pembangunan Alun-alun Kejaksan, pihak kontraktor menanyakan terkait Tugu Proklamasi yang berada di perempatan lampu merah, yang ingin ditinggikan agar terlihat oleh pengunjung yang datang ke alun-alun Kejaksan.

BACA YUK:  8 Petugas Positif Covid-19, RSD Gunung Jati Tutup Sementara Pelayanan

Namun, salah seorang budayawan, Mustaqim Asteja tidak setuju dengan peninggian tugu proklamasi tersebut.

“Tugu Proklamasi tersebut merupakan cagar budaya, tidak bolah dipindahkan atau ditinggikan,” kata Mustaqim.

Alun-alun Kejaksan saat ini

3. RTH 30 Persen

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Cirebon, Yoyon Indrayana meminta kepada pihak kontraktor untuk menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 30 persen.

Menurut Yoyon, RTH yang diajukan oleh kontraktor masih kurang, karena yang diajukan dalam desain hanya 29,8 persen dari total luas 12.570 m2.

“Karena, RTH harus memenuhi sebesar 30 persen dari luas,” ungkapnya.

4. Perhatikan Resapan Air dan Parkir

Dalam rapat tersebut, Yoyon mengingatkan hal terpenting dalam pembangunan Alun-alun Kejaksan yaitu pemenuhan kebutuhan publik.

Selain RTH, kata Yoyon, pemenuhan resapan air dan parkir juga harus diperhatikan dalam pembangunan Alun-alun Kejaksan.

“Untuk parkir, harus dikembangkan lagi untuk membuat kantong-kantong parkir. Karena parkir itu persoalan kota,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bangkitkan Gairah Pariwisata di Cirebon, Warung Kopi Manis Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Cirebon,- Dalam rangka membangkitkan gairah sektor Pariwisata dan Kuliner, Warung Kopi Manis (WKM) menggelar kegiatan ngobrol bersama Pelaku Pariwisata,...

Musim Gadu, Harga Gabah Kering di Cirebon Alami Kenaikan

Cirebon,- Panen Padi saat musim Gadu atau musim kemarau di Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon alami peningkatan saat musim hujan.Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Panguragan...

Kubur Dendam dan Benci, Demi Damai di Kota Wali

Cirebon,- Aremania dan Bonek. Siapa yang tak tahu rivalitas kedua suporter besar di Indonesia. Bentrokan sering terjadi antara Aremania dan Bonek. Februari lalu, kedua...

Telkomsel Perluas Pemerataan Akses 4G LTE Hingga Plosok

Jakarta,- Telkomsel berupaya untuk memastikan pemerataan ketersediaan akses broadband di seluruh penjuru negeri yang mampu memberdayakan masyarakat dalam menjalani kegiatan sehari-hari.Hal tersebut pun berlaku...

More Articles Like This