Bulan April 2018, Kota Cirebon Masih Alami Deflasi

0
26

Cirebon,- Berdasarkan hasil pemantauan BPS (Badan Pusat Statistik) pada April 2018, Kota Cirebon mengalami deflasi sebesar 0,08 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,01 persen.

Pada Maret 2018 lalu, IHK Kota Cirebon sebesar 128,11 persen artinya ada penurunan IHK menjadi 128,01 persen pada April 2018.

Kepala BPS Kota Cirebon, Imron Budianto mengatakan pada April 2018 ada tiga kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi dan tiga kelompok mengalami deflasi.

Aston Hotel

Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, yaitu kelompok kesehatan, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau.

“Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok bahan makanan, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, dan kelompok sandang,” ujarnya, Kamis (3/5/2018).

Lanjut dia, dari 7 kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, tercatat tiga kota mengalami inflasi dan empat kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bandung sebesar 0,27 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Sukabumi sebesar 0,03 persen.

“Kemudian yang mengalami deflasi tertinggi terjadi di Kota Bekasi 0,26 persen dan deflasi terendah di Kota Cirebon 0,08 persen,” bebernya.

[Baca juga : Bulan Maret 2018, Kota Cirebon Alami Deflasi 0,29 Persen]

Kata dia, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan harga. Namun, kelompok yang memberikan andil deflasi terbesar adalah perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar.

Menurut Imron, tingkat inflasi tahun kalender April 2018 sebesar 1,24 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun April 2018 terhadap April 2017 sebesar 4,04 persen.

Lalu, beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga, yaitu daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, pepaya, rokok kretek filter, bensin, dan bahan bakar rumah tangga.

Terpopuler

“Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, yaitu beras, cat tembok, pasir, labu siam, cabai merah, wafer, jeruk, dan mi instan,” tandasnya. (AC212)

Bagikan:
Signup for the newsletter