Kamis, 28 Oktober 2021

BukuWarung dan Alfamart Bekali 11.000 UMKM dengan Keterampilan Pembukuan Digital

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Jakarta,- BukuWarung memperluas jangkauan komitmennya untuk meningkatkan kapabilitas pelaku UMKM Indonesia. Kali ini, BukuWarung berkolaborasi dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (pengelola jaringan minimarket terkemuka Alfamart) untuk membekali 11.000 UMKM dengan keterampilan pembukuan digital. Sejumlah UMKM tersebut merupakan para penyewa ruang usaha (tenant) Alfamart yang tersebar di 16.000 gerai minimarket di berbagai penjuru Nusantara.

Kegiatan pembekalan meliputi edukasi pencatatan transaksi, pengelolaan stok dagangan, hingga pengingat hutang, melalui optimalisasi teknologi – yakni lewat aplikasi BukuWarung.

“Mayoritas pelaku UMKM beroperasi dengan modal yang terbatas. Artinya setiap dana yang tersedia sangat krusial untuk membantu keberlangsungan usaha. Dengan pencatatan keuangan yang rapi dan teratur, lebih-lebih pembukuan secara digital, UMKM tidak hanya lebih leluasa memonitor usaha mereka, tetapi juga membantu kestabilan cash flow untuk menjaga keberlangsungan bisnis mereka,” jelas Abhinay Peddisetty, CEO BukuWarung.

Loading...
BACA YUK:  BukuWarung Kuatkan Pencatatan Keuangan Digital untuk Dukung Bisnis UMKM yang Berkelanjutan

“Melalui kerja sama BukuWarung dan Alfamart ini, kami berharap semakin banyak UMKM di Indonesia yang mampu mengoptimalkan teknologi untuk mengelola usaha dengan lebih efisien sehingga mampu mencapai kesejahteraan finansial yang lebih baik,” lanjutnya.

Selain pembukuan digital, BukuWarung juga melengkapi pembekalan dengan sosialisasi pembayaran digital, serta peralihan transaksi dari offline menuju online. Berlangsung sejak Agustus 2021, rangkaian aktivitas pemberdayaan tersebut dilangsungkan secara daring dengan melibatkan 800 UMKM per bulan. Selain sesi online, edukasi juga dijalankan secara langsung di lapangan yang difasilitasi oleh 33 petugas Brand Tenant Support (BTS) dari Alfamart.

Menguatkan kerja sama kedua pihak, BukuWarung juga mengintegrasikan fitur pembukuan digitalnya ke aplikasi Alfamikro, yaitu platform belanja grosir dan kulakan bagi pedagang kelontong binaan Alfamart. Saat ini, Alfamikro telah dimanfaatkan oleh lebih dari 100.000 pengguna.

BACA YUK:  Momentum Hari Kopi Internasional, Kenali Perangkat Pembuat Kopi di Rumah yang Pas dengan Gaya Ngopimu

“Kami meyakini, pencatatan transaksi secara digital mampu mengurangi risiko kekeliruan finansial yang berpotensi terjadi pada setiap pelaku usaha, termasuk para UMKM. Kami berharap kolaborasi Alfamart dengan BukuWarung ini membantu tenant-tenant UMKM di gerai kami agar lebih jeli menyusun proyeksi usaha dan mengembangkan bisnis mereka dengan lebih berkelanjutan. Selain itu, kami juga berharap kemitraan ini bisa mendorong munculnya pelaku-pelaku UMKM baru sehingga semakin memajukan perekonomian Indonesia,” ujar Hans Haris Chandra Tanuraharjo, Property & SMB Development Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Pemberdayaan UMKM dengan menggunakan teknologi saat ini tengah digalakkan tidak hanya oleh pemerintah tapi juga berbagai kalangan. Terlebih, kontribusi UMKM bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi pasca pandemi sangat signifikan. Dari jutaan unit usaha yang ada di Indonesia, lebih dari 90 persen merupakan UMKM yang menyerap 60 persen tenaga kerja dan menyumbang lebih dari 50 persen PDB. (*)

 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Lantik Tujuh Kepala Sekolah, Walikota Cirebon Pesan Lakukan Manajemen Pendidikan

Cirebon,- Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis melantik tujuh Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Cirebon....

Peringati Maulid Nabi, Masjid Al-Maksudhi Hadirkan Gus Miftah

Cirebon,- Masjid Al-Maksudhi yang berlokasi di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon menggelar pengajian, Selasa (26/10/2021) malam. Kegiatan ini berkolaborasi...

DPW Partai Nasdem Jabar Calonkan Eti Herawati sebagai Wali Kota Cirebon 2024

Cirebon,- DPW Partai Nasdem Jawa Barat menargetkan meraih dua kursi DPR RI, dua kursi DPR Provinsi, tujuh kursi DPRD Kota Cirebon pada pemilu 2024....

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana pembangunan industri di Kota Cirebon....

More Articles Like This