Budidaya Cabai, Bisa Tekan Harga Cabai Bila Terjadi Kenaikan Harga

Cirebon,- Sebagai upaya pengendalian inflasi daerah, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kota Cirebon mengembangkan budidaya cabai.

Dengan mengusung program Kampoeng Peduli Inflasi, setiap kecamatan di Kota Cirebon membentuk dua tim atau kelompok untuk mengurus tanaman cabai. Setiap kelompoknya ada lima warga yang mengurus 100 tanaman cabai.

Seperti kita ketahui, bahwa konsumsi cabai di Kota Cirebon cukup tinggi dan sangat mempengaruhi inflasi. Dari beberapa kejadian, kenaikan inflasi dikarenakan kenaikan harga cabai.

BACA YUK:  Kunjungan Kerja Reses Komisi II DPRI RI Temukan Hal Menarik di Kota Cirebon

Oleh karena itulah, TPID dan BI Cirebon dengan program Kampoen Peduli Inflasi budidaya cabai ini untuk membantu masyarakat, bila terjadi kenaikan harga cabai yang tidak wajar.

Kepala KPw BI Cirebon, Abdul Majid Ikram mengatakan bila masyarakat merasa nyaman dengan budidaya cabai dan melihat potensi ekonominya, maka kami akan dorong lagi untuk menghasilkan produk-produk turunan dari cabai.

“Bila produksinya benar-benar mencapai dua ton, sisa yang tidak dikonsumsi bisa dijual,” ujarnya kepada About Cirebon, Kamis (30/8/2018).

Lanjut Majid, pihaknya akan membantu kepada tim atau kelompok dari program kampoeng peduli inflasi budidaya cabai ini untuk bantu jual.

BACA YUK:  Jadwal Pemadaman Listrik di Kota Cirebon, 16 Juni 2022

“Nanti kita bantu melalui operasi pasar murah. Karena kegiatan pasar murah dengan pemerintah, tidak hanya menjual komuditas beras, tetapi termasuk cabai,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya 1.000 bibit cabai untuk lima kecamatan di Kota Cirebon, diberikan oleh KPw BI Provinsi Jawa Barat. (AC212)

(Dilihat: 17 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.