Brimob Polda Jabar dan TNI Bagikan Ratusan Makan Gratis di Stasiun Cirebon

Cirebon,- Jajaran Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar membagikan ratusan makan gratis kepada masyarakat di sekitar Stasiun Cirebon Kejaksan, Kota Cirebon, Kamis (16/4/2020) siang.

Kegiatan yang mengusung tema Bhakti Sosial Brimob Peduli Rakyat Bersatu Lawan Covid-19 ini, dipimpin langsung Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat, AKBP Muhammad Andri.

Dalam aksi sosial ini, paket makan gratis diberikan kepada tukang becak, porter stasiun, pedagang keliling, hingga ojek online yang ada di sekitar Stasiun Cirebon Kejaksan.

“Kegiatan ini memang mengikuti yang menjadi perintah dan arahan pimpinan dan kegiatan ini berkelanjutan,” ujar Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, AKBP Muhammad Andri, usai kegiatan pembagian makan gratis.

BACA YUK:  Hima DKV UCIC Gelar Sharing Session Cara Penulisan Naskah Film Pendek

Menurut Andri, pihaknya berusaha mengurangi dampak atau beban dari masyarakat yang memang tidak mampu.

“Kasihan mereka, mereka punya keluarga, mereka juga dibebani dengan kebutuhan-kebutuhan hidup yang cukup sulit dengan kondisi yang seperti ini,” ungkapnya.

Sehingga, tambah Andri, Satuan Brimob Polda Jawa Barat bekerja sama dengan instansi lain seperti TNI. TNI-Polri pada prinsipnya bersatu untuk membantu rakyat, untuk menjadi negara yang kuat.

“Kegiatan seperti ini akan dilakukan setiap hari,” pungkasnya.

Sementara, Maruna, salah satu tukang becak yang menerima makan gratis mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Satbrimob Polda Jawa Barat berupa makan gratis.

BACA YUK:  Komitmen Jaga Kamtibmas, Polresta Cirebon Ringkus Anggota Geng Motor

“Alhamdulillah, dengan kondisi sepi penumpang saat ini dapat bantuan makan gratis,” ujarnya kepada About Cirebon.

Maruna yang selalu mangkal di Stasiun Cirebon mengaku sepi penumpang sejak terjadi Covid-19 dan adanya pembatalan perjalanan kereta api di Stasiun Cirebon Kejaksan.

“Setiap hari penumpangnya ngga ada pak, karena kereta yang ada cuma satu,” ungkapnya.

Menurutnya, sebelum adanya wabah virus Corona dan tidak adanya pembatalan perjalanan kereta, sehari bisa dapat 2 sampai 3 kali tarikan.

“Kadang-kadang ada dua sampai tiga tarikan. Biasanya dapet Rp. 50 ribu atau Rp. 40 ribu, tapi sekarang belum ada tarikan,” tandasnya.

BACA YUK:  Tiga Mahasiswi ITB Berhasil Memenangkan L’Oréal Brandstorm 2022 tingkat Global Pada Kategori Bergengsi “Tech Track”

Hal serupa juga dirasakan Manan, setiap harinya sebelum adanya wabah Corona dan pembatalan perjalanan kereta api, sampai siang hari sudah dapat 2 sampai 3 kali penumpang.

“Ya minimal 2 sampai 3 kali udah dapet penumpang, tapi sekarang ini belum ada tarikan,” singkatnya. (AC212)

(Dilihat: 17 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.