BPRS HIK Parahiyangan Kolaborasi dengan BPRS TID dan BPR HW Aceh Dukung Pembiayaan Sindikasi Perumahan Adhigana Group

Cirebon,- Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Harta Insan Karimah (HIK) Parahiyangan berkolaborasi dengan BPRS Taman Indah Darussalam Aceh dan BPRS Hikmah Wakilah (HW) Aceh melakukan pembiayaan sindikasi dengan Adhigana Group, Senin (18/4/2022).

BPRS memberikan pembiayaan sindikasi tersebut untuk proyek pengembangan Adhigana Group, dalam hal ini anak perusahaan PT Adhiwangsa Rahayu Propertindo. Total investasi yang mencapai Rp. 14 Milyar ini untuk mendukung project pengembangan perumahan di wilayah Sleman Yogyakarta dan Kabupaten Cirebon.

Agus Dani Rahman, selaku Area Manager BPRS HIK Parahiyangan mengatakan pihaknya bersama Adhigana Group sudah menjadi rekanan kerja sejak 2019. Sampai saat ini, lanjut Agus, bisa saling mendukung untuk Adhigana Group dalam bentuk permodalan dan lainnya.

“Mudah-mudahan kerja sama ini bisa berjalan langgeng, lebih lanjut, lebih baik, dan bermanfaat untuk semuanya,” ujar Agus.

BACA YUK:  Mitra Global E-Prix Jakarta 2022, Bosch Memulai Langkah untuk Mobilitas Bertenaga Listrik di Indonesia

Sementara itu, Direktur BPRS HW Aceh, H. Sugito menambahkan ini merupakan pembiayaan sindikasi antar BPRS dengan Adhigana Group yang bisnisnya adalah properti. Selain properti, lanjut Sugito, untuk pembiayaan sindikasi bisa juga bisnis lainnya.

“Pembiayaan sindikasi antar BPRS ini karena hubungan silaturahmi dan kami berkoordinasi dalam membangun bisnis yang aman dan sehat. Kebetulan Adhigana Group membutuhkan dana dan BPRS HIK Parahiyangan memfasilitasi sebagai leader pembiayaan sindikasi dengan mengajak kerja sama dengan BPRS-BPRS lainnya,” ujar Sugito.

Sugito menjelaskan, pertimbangan melakukan pembiayaan sindikasi ini karena, BPRS HIK Parahiyangan memiliki kinerja yang sangat bagus. Apalagi resiko rasio pembiayaan itu dibawah 3 persen, artinya analisa bisnisnya sangat selektif.

Di tempat yang sama, Direktur BPRS TID Aceh, Amelia mengucapkan terima kasih sudah memilih BPRS untuk mengembangkan bisnisnya. Ke depan, lanjut Amelia, bisa bermitra dengan jangka panjang.

BACA YUK:  Investasi Mudah dengan Top Up Menggunakan ShopeePay di Pluang

“Dari mitra ini ada ilmu baru dan kami akan melakukan pengembangan kepada pengusaha di Aceh bisa mengikuti jejak Adhigana Group. Adhigana Group ini sudah membantu pemerintah dalam kepemilikan rumah yang lebih terjangkau, sehingga ekonomi daerah sekitar bisa sejahtera,” ujarnya.

Pihaknya juga mendukung pengembangan bisnis di daerah, dan tentunya pengembangan secara nasional. Amelia berharap ekonomi syariah bisa terus berkembang.

Selain itu, pemilik Adhigana Group, Muhammad Mauludin mengatakan pembiayaan sindikasi ini, sebetulnya pembiayaan yang seharusnya ditempuh oleh BPRS. Karena, kata Mauludin, limitasi setiap BPRS berbeda dengan bank pada umumnya dan memiliki limitasi sebesar Rp. 5 Milyar.

“Makanya disini ada tiga anggota sindikasi, karena pembiayaan lebih dari Rp. 10 Milyar. Sehingga melibatkan tiga BPRS,” ujar Mauludin.

BACA YUK:  OPINI : Agent of Change

Untuk pembiayaan di Adhigana Group, kata Mauludin, total investasi di PT Adhiwangsa Rahayu Propertindo sebesar Rp. 14 Milyar. Total investasi tersebut untuk pengembangan properti di dua lokasi yakni di Sleman Yogyakarta dan Kabupaten Cirebon.

“Untuk project di wilayah Yogykarta ada 163 unit rumah dan di wilayah Kabupaten Cirebon sebanyak 111 unit rumah. Kami tidak ada batasan kuota dan PPR nya juga bisa di BPRS serta menyiapkan pembiayaan sampai 20 tahun,” katanya.

Pihaknya berharap pembiayaan sindikasi ini bisa berjalan sukses. Sehingga, dengan semakin banyak anggota sindikasi yang berkolaborasi, banyak manfaat untuk mendobrak pengembangan perumahan.

Mauludin menjelaskan project perumahan yang akan dikembangkan dalam pembiayaan sindikasi ini perumahan Graha Kencana Gamplong dan Graha Kencana Curug Wetan, Susukan Lebak Kabupaten Cirebon. (HSY)

(Dilihat: 98 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.