BPJS Gelar Sosialisasi dan Distribusi KIS Tingkat Kota Cirebon

Cirebon, 06 Oktober 2015,- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kota Cirebon menggelar sosialisasi dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS), di tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Cirebon yang berlangsung di Ruang Adipura, Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. Asep Dedi M.Si, Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rayat, Dra. Ita Rosita, Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Cirebon H. Eka Sambudjo, Bc., Ak., S.sos., Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. H. Edy Sugiarto, M.Kes., Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Drs. Ferdinan Wiyoto, M.Si, serta seluruh Lurah dan Camat Kota Cirebon.

BACA YUK:  Tahu Nggak Nih, Kalau Mainan Barongsai dan Tetet Toet itu, Diproduksi di Jemaras Kidul

 

Kepala Unit Manajamen, Kepesertaan dan Upm4 BPJS Kota Cirebon, Era Widyawati menerangkan, sosialisasi yang sekaligus distribusi ini sudah sesuai dengan intruksi Presiden Republik Indonesia tahun 2014 lalu.

 

“BPJS nanti bisa menerima iuran Jamkesmas, jika masyarakat itu nantinya mendapatkan bantuan melalui tiga program kartu sejahtera. Setelah di distribusikan ini KIS sudah bisa digunakan masyarakat dengan membayar seribu rupiah per kepala keluarga untuk biaya pendistribusian.” Katanya.

 

Asep Dedi menambahkan, adanya pergantian kartu BPJS menjadi KIS tersebut akan didistribusikan secara bertahap melalui kecamatan dan kelurahan yang berada di Kota Cirebon. Kartu tersebut harus disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat, walaupun manfaatan dan fungsinya sama dengan BPJS hanya namanya saja yang membedakan.

BACA YUK:  Jaga Stabilitas dan Harga Pangan, Gelar Pangan Murah Ada di Lima Kecamatan Kota Cirebon

 

“BPJS sekarang menjadi KIS, secara bertahap baru akan didiistribusikan kepada penerima Jamkesmas. Namun, untuk Jamkesda dan jaminan masalah-masalah yang lain serta yang belum mendaftarkan juga ikut serta dalam program KIS itu.” Jelasnya.

 

Asep menerangkan, dalam sosialisasi juga harus melakukan verifikasi data untuk mencocokan perubahan-perubahan yang ada. (AC530)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *