BPBD Kabupaten Cirebon: Cirebon Harus Siap dengan Bencana Gempa

0
780

Cirebon,- Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, indeks resiko bencana Kabupaten Cirebon tertinggi di angka level 181.

“Dari 520-an kabupaten/kota di Indonesia, Kabupaten Cirebon ada diperingkat 111 indeks resiko bencana,” ujar Eman Sulaeman, Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon usai acara Sosialisasi Siaga Bencana Gempa di Aston Cirebon.

Aston Hotel

[Baca juga : Gandeng BPBD, Aston Cirebon Gelar Sosialisasi Siaga Bencana Gempa]

Untuk menurunkan indek resiko bencana, lanjut Eman, kesiapsiagaan dan pecegahan lebih diutamakan, daripada penanganannya. Kalau pecegahan sudah dilaksanakan seperti sosialisasi, pelatihan, persiapan peralatannya, perhatian pemerintah seperti apa, hingga aturan-aturan bagaimana menolong korban bencana.

“Bila pecegahan sudah dijalankan, Insyaallah resiko bisa dikurangi,” ungkapnya.

Istana Kerang

Menurut Eman, ancaman dan potensi bencana di Cirebon paling tinggi adalah banjir, cuaca ekstrim seperti kekeringan, angin puting beliung, dan angin kencang.

Sedangkan, untuk potensi tsunami di Cirebon sangat kecil, namun untuk potensi gempa di Cirebon agak besar, karena Cirebon kelewatan sesar baribis.

“Buktinya gempa 3,3 kemarin di Cirebon, itu sudah ada lempeng baribis,” katanya.

Pihaknya bersedia, apabila ada lembaga-lembaga yang membutuhkan BPBD sebagai narasumber untuk menjelaskan bagaimana penanggulangan bencana dan cara penanganan bencana yang baik.

“Kami siap, bila ada yang mengundang kami (BPBD) untuk menjelaskan cara penanggulangan dan penanganan bencana,” tandasnya. (AC212)