BI dan At-Taqwa Center Resmikan Pesantren At-Taqwa Digitalpreneurship

Cirebon, 26 April 2017,- Bank Indonesia Kantor Perwakilan Cirebon bekerja sama dengan At-Taqwa Center Kota Cirebon meresmikan Pesantren At-Taqwa Digitalpreneurship yang berlangsung di Gedung Islamic Center, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Rabu (26/04/2017).

Kepala Bank Indonesia Cirebon, M. Abdul Majid Ikram mengatakan, Pesantren At-Taqwa Digitalpreneurship merupakan program Bank Indonesia dalam kaitannya yaitu memberdayakan masyarakat, khususnya untuk mendorong pengembangan usaha kecil dan mikro.

Menurutnya, salah satu tujuan progam ini untuk menciptakan wirausaha muda, program ini Alhamdulillah disambut dengan cukup baik sinergi dengan At-taqwa Center Kota Cirebon. Dalam program ini akan fokus pada penciptaan entrepreneur di bidang digital.

BACA YUK:  Komisi II DPRD Kota Cirebon Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan Asli Daerah

Bank Indonesia mempunyai kepedulian ingin mendorong pemberdayaan masyarakat, terutama anak-anak muda demi menciptakan generasi muda yang sadar wirausaha.

“Para santri yang ikut dalam program Pesantren At-Taqwa Digitalpreneurship akan dilatih tidak hanya terkait entrepreneur tetapi juga keagamaan. Diharapkan dari program utama Bank Indonesia ini dapat tercipta entrepreneur muda, tentunya punya nilai keislaman yang kuat,” ujarnya.

Selain itu, Ketua At-Taqwa Center Kota Cirebon, Ahmad Yani, M.Ag menambahkan, kami mengucapkan terima kasih atas kemitraan Bank Indonesia wilayah Cirebon, yang telah memberikan sharing program, yang diberikan kepada masjid At-Taqwa Kota Cirebon.

BACA YUK:  Jadwal Pemadaman Listrik di Kota Cirebon, 5 Juni 2022

Lanjut dia, Pesantren At-Taqwa Digitalpreneurship mempunyai 2 kurikulum, untuk kurikulum inti yang pertama adalah, bagaimana melatih 20 anak-anak muda yang terpilih dalam program ini benar-benar mempunyai kapasitas dan kualitas terkait bidang teknologi bisnis online hampir 70 persen.

20 santri yang mengikuti ini terjaring dari 7 Provinsi seperti Palangkaraya, Medan, Surabaya, Sukabumi, Cimahi, Malang, dan wilayah III Cirebon yaitu Cirebon, Kuningan, Majalengka dan Indramayu.

Sehari-hari, para santri yang mengikuti program ini sudah ada kalender akademik, dimulai dari bangun sampai tidur lagi sudah ada daily aktivitasnya. Mulai dari sholat malam, Sholat Shubuh, hafalan Al-Quran, dan dari pagi sampai sore penuh berteknologi internet dan mulai Ashar keatas sudah keagamaan. Kemudian, untuk bidang keagaman yang dipelajari menyangkut akidah, fiqih, akhlak, dan bidang-bidang muamalah lainnya.

BACA YUK:  Mantapkan Program Literasi Budaya dan Profesi, Disbudpar Kota Cirebon Gelar Rapat Evaluasi

“Program ini akan berlangsung selama delapan bulan dan tentunya dikemas dengan sistem pembelajaran yang menyenangkan, tidak hanya didalam ruangan hingga ke luar ruangan termasuk dengan kunjungan lapangan,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 35 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.