BI Cirebon Gelar Lomba Pasar Tradisional

Cirebon, 21 Desember 2017,- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon menggelar lomba pasar bertajuk “Back to Tradisional Market” yang berlangsung di halam parkir Gunungsari Trade Cencer (GTC) Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Kamis (21/12/2017).

Kepala KPw BI Cirebon, M. Abdul Majid Ikram mengatakan, kegiatan lomba pasar ini melatar belakangi keprihatinan kami dengan maraknya pasar-pasar retail modern yang sangat berkembang di Cirebon.

“Setelah berdiskusi dengan pengurus asosiasi pasar, disinyalir ada keengganan masyarakat di Kota Cirebon untuk masuk ke pasar tradisional,” ujarnya.

BACA YUK:  Ketua Umum PSI Giring Ganesha Kunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon

Kata dia, kegiatan ini juga ada kaitannya dengan upaya kami untuk mendorong pengendalian inflasi daerah yang bekerjasama dengan TPID, Pemerintah Kota Cirebon, bahwa pelaku pasar tradisional bisa ikut bersama-sama menjaga harga di tingkat pedagang eceran bisa terkendali.

“Berdasarkan pengalaman kami dan sekarang lihat mainstrem masyarakat kita agak unik,  banyak mall yang banyak tutup dan pasar tradisional di Cirebon belum pernah ada pasar tradisional tutup,” jelasnya.

Lanjut dia, masyarakat kini kembali lagi ke pasar tradisional, dia ingin mencari komunikasi, kemudian bisa menawar, dan jalan-jalan. Oleh karena itulah mereka kembali lagi ke pasar tradisional.

BACA YUK:  Pentingnya Komitmen Pemda dan DPRD dalam Tindak Lanjut Rekomendasi atas LKPJ Wali Kota

Di pasar tradisional, Majid menjelaskan, bahwa pembelinya tidak hanya orang-orang kalangan bawah, tetapi juga kalangan atas juga belanja. Memang yang dicari mereka adalah keunikan, kemudian bagaimana bisa menawar dan komunikasi dengan pedagang.

“Program ini memang baru tahap awal, masih belum melihat kesempurnaan. Kedepan di tahun 2018 program ini akan kita lanjutkan, sambil kita melihat kerja sama apa saya yang bisa kita dukung, yang kemudian masyarakat bisa kembali lagi ke pasar tradisional,” paparnya.

Majid menambahkan, bahwa pihaknya sangat senang sekali, ternyata pasar tradisional di Kota Cirebon ini baru salah satu yang akan Standar Nasional Indonesia (SNI), yang artinya sudah memiliki standar kebersihan, kerapihan, dan manajment pasar.

BACA YUK:  Prakiraan Cuaca Kota Cirebon, 30 April 2022

“Besar harapan kami, pasar tradisional berstandar SNI ini dapat menjadi pasar rujukan, termasuk bagi para wisatawan,” harapnya. (AC212)

(Dilihat: 4 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.