BI Cirebon Gelar Forum Pengembangan Investasi di Wilayah Ciayumajakuning

Cirebon,- Investasi merupakan salah satu indikator pendorong perekonomian. Banyaknya investasi yang ada dalam suatu wilayah akan menambah modal kerja bagi para pengusaha, termasuk pembukaan lapangan pekerjaan dan bagi pemerintah dalam hal penerimaan negara untuk mendukung pembangunan perekonomian yang lebih baik.

Realisasi Investasi Nasional pada Januari – Desember 2017 adalah sebesar Rp 692,8 Triliun, meningkat sebesar 13,1% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 612,8 Triliun. Berdasarkan Wilayah, Pulau Jawa menempati urutan pertama untuk wilayah investasi tertinggi, yaitu sebesar Rp 389,9 Triliun dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia (Sumber: Badan Koordinasi Penanaman Modal).

Ciayumajakuning yang terdiri dari 1 Kota dan 4 Kabupaten yaitu Kota Cirebon, Kab. Cirebon, Kab. Indramayu, Kab. Majalengka dan Kab. Kuningan menjadi salah satu kawasan kekuatan ekonomi yang ada di Provinsi Jawa Barat yang mampu mendukung pembangunan yang ada di wilayah tersebut dengan berbagai potensi di dalamnya.

BACA YUK:  Info Loker : Toristik Barbershop

Potensi Ciayumajakuning mulai dari pertanian, perikanan, transportasi, wisata dan lainnya menjadi keunggulan tersendiri bagi wilayah Ciauyumajakuning. Namun demikian, potensi-potensi tersebut tidak akan dapat berkembang dan bermanfaat bagi daerah saat suatu daerah tidak berusaha mengembangkan potensi mereka.

Berkenaan dengan hal tersebut, sebagai upaya untuk mengembangkan perekonomian daerah di wilayah kerjanya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon melaksanakan kegiatan Forum Pengembangan Investasi di Wilayah Ciayumajakuning, yang berlangsung Selasa, (6/2/2018).

Pada kegiatan tersebut, KPw BI mengundang narasumber dari Badan Koordinasi Penanaman Modal KP Jakarta yang menangangani investasi di wilayah Jawa Barat dalam hal ini dipaparkan oleh Abdul Qodir.

BACA YUK:  Lulusan SD Kebon Baru VII, Rahmat Bagja Terpilih Menjadi Ketua Bawaslu RI 2022 - 2027

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, M. Abdul Majid Ikram mengatakan, bahwa masing-masing Kabupaten/ Kota harus mampu mengembangkan potensi yang ada, mengenalkan produk-produk daerahnya ke luar melalui kejelian menangkap peluang yang ada.

” Seperti misalnya dengan akan adanya IMF – World Bank Meeting 2018 yang akan diselenggarakan di Nusa Dua Bali,” ujarnya.

Melalui event-event internasional semacam itu, kata dia, seharusnya daerah mampu memperkenalkan produknya untuk menggaet investasi.

Sementara itu, Abdul Qodir memaparkan, bahwa nilai investasi baik lokal maupun asing di wilayah Ciayumajakuning mengalami peningkatan.

“Peningkatan investasi yang sangat signifikan tersebut bisa menjadi sinyal yang positif bagi para Investor. Baik asing maupun lokal, untuk bisa berinvestasi khususnya di wilayah Ciayumajakuning,” jelasnya.

BACA YUK:  Info Loker : Cirebon Eye Center

Ia berharap, peningkatan nilai investasi tersebut dibarengi dengan upaya pemda untuk meningkatkan kualitas, baik SDM maupun infrastruktur yang ada.

“Hilirisasi produk berkualitas seperti kerjainan kreatif juga perlu dikembangkan di wilayah Ciayumajakuning,” ungkapnya.

Tentunya, peluang-peluang investasi yang ada akan dibarengi dengan tantangan-tantangan yang harus dipersiapkan sehingga tidak menghambat proses kelangsungan investasi di Ciayumajakuning.

“Pemda di wilayah Ciayumajakuning perlu mengadakan koordinasi dan komitmen bersama untuk tetap mendukung sarana dan prasarana investasi agar lebih mudah, cepat dan menjamin keamanan semua pihak,” tutupnya. (AC212)

(Dilihat: 12 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.