Berbagai Kalangan di Cirebon Kampanyekan 16 HAKTP

Cirebon,- Berbagai organisasi, komunitas, lembaga non pemerintahan, hingga institusi pemerintah mengkampanyekan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) di Cirebon. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh kalangan pelajar, mahasiswa sampai masyarakat umum.

Kampanye 16 HAKTP tersebut sudah berlangsung sejak tanggal 16 November sampai dengan 10 Desember 2022 mendatang. Kegiatan yang mengusung tema “Kesetaraan Akses Untuk Kesetaraan Gender” ini diluncurkan di Kampus ISIF Cirebon.

Koordinator Kampanye 16 HAKTP di Cirebon, Siti Latifah mengatakan pada kampanye 16 HAKTP tahun ini terdapat dua isu besar yang perlu disikapi serius. Dua isu tersebut yakni perdagangan manusia atau human trafficking dan kekerasan seksual.

BACA YUK:  Jawa Barat Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2022

“Kegiatan ini merupakan sebuah kampanye internasional yang bertujuan untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Agenda ini selalu diselenggarakan setiap tahun,” ujar Siti dalam keterangan yang diterima About Cirebon, Sabtu (26/11/2022).

Setiap tahunnya, kata Siti, dimulai dari tanggal 23 November yang merupakan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap perempuan. Kemudian diselenggarakan sampai tanggal 10 Desember yang bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional.

“Oleh karena itu, pemilihan rentang waktu dari 23 November sampai 10 Desember ini dalam rangka menghubungkan secara simbolik antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM. Sehingga kami ingin menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran HAM,” tegasnya.

BACA YUK:  Lebih Meriah, CSB Fashion Week 2022 Kembali Digelar 28 November - 4 Desember 2022

Pelaksanaan kampanye yang melibatkan berbagai organisasi tersebut terkoordinasi melalui Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan. Mereka melakukan konsolidasi dan gerakan melalui kepanitiaan bersama untuk Kampanye 16 HAKTP.

“Kami berharap angka kekerasan terhadap perempuan dan human trafficking bisa terus berkurang. Sejalan dengan itu, kasus-kasus yang telah terjadi dapat ditangani dengan baik,” katanya.

Rencananya, panitia bersama akan menggelar berbagai kegiatan. Seperti, talkshow di media massa, diskusi, sosialisasi serta edukasi terkait pentingnya mencegah kekerasan seksual dan human trafficking. (HSY)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *