Berawal dari Iseng, Kostum Kucing Lucu ini Banyak Peminatnya

Cirebon,- Berawal dari iseng saat berjualan helm beberapa tahun lalu, Fani Nuryanto pria kelahiran Majalengka tahun 1987 ini membuat kostum khusus kucing yang lucu dan menggemaskan.

Pasalnya, kostum-kostum kucing yang dibuat oleh Fani seolah kucing tersebut berjalan seperti manusia. Karena, kostum kucing ini hanya dikenakan pada kaki bagian depan saja.

Bahkan, Fani yang sudah menggeluti pembuatan kostum kucing dari tahun 2018 ini, sudah membuat lebih dari seratusan kostum kucing dengan berbagai model untuk di kirim ke seluruh Indonesia.

Kostum-kostum kucing yang sudah dibuat Fani berbagai macam, mulai dari kostum sekolah, pemain bola, pemain gitar, polisi, kostum paskibraka, dan masih banyak lainnya.

“Membuat kostum kucing ini awalnya iseng dan waktu itu masih membuat dengan tangan belum menggunakan mesin jahit,” ujar Fani saat ditemui About Cirebon di rumahnya yang berlokasi di Perumahan Bumi Arum Sari, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Kamis (10/9/2020).

BACA YUK:  Relawan Bersinergi dengan DPD Partai Nasdem Kota Cirebon Gelar Syukuran Anies Baswedan

Kemudian, lanjut Fani, setelah kostum kucing pertamanya jadi, banyak teman-teman yang tertarik ingin dibuatkan kostum kucing dengan model yang berbeda.

“Awalnya hanya iseng, tapi makin kesini makin banyak yang minat ingin dibuatkan kostum kucing,” kata Fani.

Dirinya mengaku kesulitan saat membuat kostum kucing pertama yang melihat cara pembuatannya dari Chanel YouTube. Faktor kesulitan yang dialami Fani yaitu membuat pola kostum, karena tidak semudah membuat kostum untuk orang.

Karena, kebanyakan kostum yang dibuatnya ini berdasarkan model yang diinginkan oleh pemesan. Sehingga, harus membuat pola baru lagi untuk membuat satu kostum dengan model berbeda.

BACA YUK:  Solusi Islam Menghentikan Kaum Pelangi

“Karena dulu masih manual pembuatannya, yang pesan pun dibatasi. Tapi saat ini sudah menggunakan mesin jahit. Sehari bisa membuat dua kostum dan sudah banyak yang pesan hampir dari seluruh Indonesia,” terangnya.

Fani mengaku banyak pesanan dari luar negeri, namun masih menolak karena memiliki kendala bahasa dan estimasi biaya ongkos kirim. Sehingga, Fani hanya menerima pesanan dari dalam negeri saja.

“Yang pesan dari luar negri sudah banyak, tapi saya tolak. Soalnya terkendala sama bahasa dan cara pengiriman serta estimasi biaya. Waktu itu saja ada dari India ingin pesan, namun masih saya tolak,” paparnya.

BACA YUK:  Qoala Plus Rayakan Keberhasilan dengan Berikan Apresiasi Bagi Para Tenaga Pemasar Asuransi

Untuk satu kostum kucing yang dibuatnya, Fani membandrol harga mulai dari Rp. 100 ribu sampai Rp. 250 ribu, tergantung tingkat kesulitan dan model kostum yang diinginkan.

Dirinya pun tak menjual kostum kucing ini di market place atau situs belanja online, namun menjual di media sosial (medsos) seperti Instagram dan Facebook saja.

“Kalo jual cuma di Instagram sama Facebook aja. Alhamdulillah pesanan setiap bulan ada terus. Kalo diakumulasi sebulan bisa terjual 15 kostum dengan berbagai model,” tandasnya.

Bagi yang berminat membuat kostum untuk kucing kesayangannya, bisa langsung mengunjungi media sosial di Instagram atau Facebook dengan nama akun @catsfatcher. (AC212)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *