Berawal Dari Iseng, Anak Muda Cirebon Luncurkan Single Eksposisi Banda

0
266

Cirebon,- Berawal dari kegelisahannya untuk berkarya dan produktif dalam menciptakan lagu serta membuat single-single terbaru.

Yuan Alfasa atau yang lebih dikenal dengan Biggy, salah satu visual artist Cirebon yang juga produktif dalam membuat sebuah karya-karya seni rupa digital berbentuk kolase, vector drawing, digital drawing sejenisnya, dan performance art.

Yuan menggandeng beberapa teman satu kampusnya yaitu Rijal dan Noisi yang sama-sama memiliki latar belakang Kota Cirebon sebagai kota yang melahirkan dan membesarkannya, membuat Single Eksposisi Banda.

Aston Hotel

Berangkat dari satu kota yang sama, tentunya memiliki keterkaitan bahasa, budaya, dan kultur yang memiliki banyak kesamaan dalam ide, gagasan, dan proses berkarya pada setiap personil, sehingga membuat grup ini dirasakan pas dan klop.

“Project ini awalnya iseng-iseng aja sih, Aku, Rijal, dan Niosi kan orang Cirebon yang kuliah di Solo. Rijal maen music sama nyanyi oke karena dia ngeband juga,” ujarnya kepada About Cirebon, Minggu (20/5/2018).

Lanjut dia, Niosi aktif di kegiatan paduan suara kampus, sama dia juga suka upload cover lagu-lagu, akhirnya diajak bergabung untuk proyek ini.

Lirik Eksposisi Banda diciptakan oleh Yuan Alfasa. Lirik yang dibuatnya tidak terlepas dari ciri khasnya melalui kosa kata yang begitu dalam dan susah untuk dimengerti banyak orang.

Hal tersebut tentunya disengaja oleh dia sebagai salah satu cara untuk melibatkan audiens dan pendengarnya berusaha mencerna kata demi kata dan membiarkan karyanya didengar secara liar.

Dalam arti menjadikan karya dan liriknya menjadi multitafsir bagi setiap pendengarnya. Interpretasi yang liar tersebutlah yang menjadi ciri khas Yuan Alfasa dalam setiap lagu dan setiap karya yang dibuat. Khususnya dalam single Eksposisi Banda itu sendiri.

“Aku suka bermain-main kata sih di lirikku yang Eksposisi Banda ini. Soalnya banyak orang-orang hanya paham KBBI itu cuman 60 persen. Itu juga kata survey,” ungkapnya sembari bercanda.

Ia menjelaskan, Eksposisi Banda lebih banyak menceritakan sebuah obsesi gaya hidup dan pola pikir manusia yang memiliki banyak keinginan dan harapan untuk memiliki banyak hal yang notabene susah untuk dicari dan didapatkan.

Pada akhirnya, manusia menghalalkan dan melakukan banyak cara untuk mendapatkanya demi hormat dan pengakuan dari orang-orang sekitarnya.

“Banyak sekali pesan-pesan yang disampaikan pada lagu ini, di mana lebih kepada bagaimana manusia dituntut untuk dapat memanfaatkan. Mensyukuri apa yang ada disekitar kita agar dapat dinikmati sebahagia mungkin tanpa mengurangi estetika dan tanpa harus mengemis rasa hormat dari orang sekitar,” bebernya.

Kalo esensi atau konsep dari Eksposisi Banda, kata dia, tentang gaya hidup. “Maksudnya orang-orang sekarang berlomba-lomba untuk mendapatkan hormat atau pengakuan lewat gaya hidupnya. Padahal, disekitarnya juga banyak hal yang harus disyukuri,” katanya.

Pengemasan Eksposisi Banda tetap tidak terlepas dari aliran bermusik hip hop yang menjadi ciri khas dari Yuan Alfasa. Tuntutan untuk selalu  mengeksplor sebuah karya secara liar dan keterlibatan Rijal di dalam proyek, membuat lagu tersebut dikemas secara akustik.

Proses produksi dari single ini dimulai pada Desember 2017 di Pregnant House Record Solo. Sebuah rumah produksi di Surakarta yang  mewadahi musisi-musisi Surakarta untuk mengolah dan melahirkan lagu-lagu yang diciptakan.

Setelah berjalan empat bulan dan mendapat apresiasi serta perhatian yang dirasa cukup baik, barulah pada Mei 2018, proyek dengan single Eksposisi Banda dirilis di beberapa Platform Digital seperti Spotify, Itunes, Deezer, dan Youtube. (AC212)

Bagikan:
Signup for the newsletter