Sabtu, 14 Desember 2019

Belasan Ribu Unit Perumahan Bersubsidi di Kabupaten Cirebon Terancam Tertunda Pembangunanannya

Populer

Keluarga Anang Hermansyah Adopsi Anak Asal Indramayu, ini Sosoknya

Indramayu - Muhammad Saputra (Putra) anak yatim piatu pedagang cilok yang viral karena berjualan di sekolahnya di Tangerang Selatan...

Angka Cerai Tinggi, Kemenag Cirebon Dorong Sertifikasi Pernikahan

Cirebon - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon meminta masyarakat untuk menanggapi wacana kebijakan sertifikasi pernikahan bagi calon pengantin...

Revitalisasi Alun-alun Kejaksan Cirebon Lanjut Hingga 2020

Cirebon,- Revitalisasi Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon yang sudah berjalan sejak awal bulan Agustus 2019 sampai saat sudah masuk minggu...

Tahun Depan Bus Rapid Transit Siap Beroperasi di Kota Cirebon, Ini Rutenya

Cirebon,- Sembilan Bus Rapid Transit (BRT) siap beroperasi tahun depan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat Kota Cirebon akan angkutan massal.Pj...

BMKG : Awal Musim Hujan Waspadai Angin Besar dan Sambaran Petir

Cirebon - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Jatiwangi mengimbau masyarakat di Wilayah Pantura Jawa Barat untuk...

Cirebon,- Puluhan Pengembang perumahan dari sejumlah organisasi seperti REI (Real Estate Indonesia), Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) di wilayah Kabupaten Cirebon terkendala dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) induk.

Pasalnya, pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) belum menerbitkan SHGB tersebut. Artinya belasan ribu rumah bersubsidi di Kabupaten Cirebon terancam tak bisa direalisasikan.

Gunadi, Ketua DPC REI Wilayah Cirebon mengatakan dengan adanya kondisi seperti itu pihaknya selaku pelaku usaha khususnya bidang property tidak pernah menyalahkan siapapun dan tidak akan pernah menyalahkan siapapun.

“Namun yang kami lakukan adalah, kami hanya menghimbau kepada Pemerintah Daerah yang mana pemerintah daerah telah menyetujui atas perencana investasi di Kabupaten Cirebon dan investasi sudah kita lakukan di Kabupaten Cirebon,” ujarnya saat ditemui di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (28/11/2019).

Loading...

Namun, lanjut Gunadi, karena ada suatu hal yang membuat kami belum bisa meneruskan dari pelaksanaan investasi yang kami lakukan, maka kami meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon untuk mengambil sikap, memfasilitasi, dan meneruskan bagaimana untuk memberikan perlindungan terhadap kelangsungan investasi pengembang di Cirebon.

“Jadi, harapan kita adalah Pemerintah Kabupaten untuk mengambil inisiatif, agar si pemohon yang sedang meneruskan aspek legalnya, mereka dipanggil. Dan, instansi-instansi terkait yang sudah memberikan persetujuan di dudukan bersama, serta instansi semuanya yang mengikat terhadap kelangsung investasi property diharapkan semuanya bisa duduk bersama untuk bagaimana caranya kami yang menerima persetujuan bisa meneruskan pekerjaan itu,” bebernya.

Gunadi mengaku heran SHGB belum juga diterbitkan, karena teman-teman pengembang property di wilayah Kabupaten Cirebon telah menempuh prosedur perizinan sesuai aturan.

“Izin-izin yang lain sudah mendapatkan persetujuan, seperti izin lokasi, izin mendirikan bangunan, dan sudah menyetujui aspek-aspek legal yang lain. Tetapi ada salah satu dari aspek legal itu yang tidak bisa terselesaikan, ya saya harapkan Pemerintah Kabupaten Cirebon bisa memfasilitasi kondisi itu,” terangnya.

“Sehingga, Pemerintah Kabupaten Cirebon bisa memberikan penjaminan, keamanan, maupun kelangsungan dari investasi yang sudah diberikan,” tambahnya.

Dengan kondisi seperti ini, kata Gunadi, kenyamanan investasi di Kabupaten Cirebon khususnya di sektro perumahan bersibsidi terganggu.

“Kalau kondisinya demikian kenyamanan investasi di Kabupaten Cirebon jelas terganggu. Oleh Karenanya, Pemerintah Kabupaten Cirebon harus mengambil sikap dari kejadian ini,” paparnya.

Menurut Gunadi, dari awal ‎‎mereka (pemkab) menyetujui perencanaan investasi dan sudah berjalan, tapi ada hal yang membuat kami tidak bisa melanjutkannya.

“Ada 40 pengembang yang belum mendapatkan itu (SHGB induk), ini hak teman-teman. Jadi, sekitar 12 ribu unit rumah subsidi yang (pembangunannya) tertunda,” pungkasnya.

Saat di konfirmasi terpisah, Bupati Cirebon, Imron Rosyadi mengatakan bahwa pihaknya akan mengumpulkan para pengembang perumahan, BPN dan instansi terkait.

“Rencana awal Desember ini akan kita undang perwakilannya untuk bisa duduk bersama mencari solusinya. Kalau perlu ada perubahan soal aturan nanti kita bisa bahas dan sampaikan ke DPR. Karena BPN ini bukan di bawah kita,” ujar Imron kepada wartawan, Jumat (29/11/2019). (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Group Kawan Lama Retail Akan Kembali Membuka Unit Di Kota Cirebon

Cirebon,- Group Kawan Lama Retail sebagai induk perusahaan yang menaungi ACE Hardware, Informa, Toys Kingdom, Bike Colony, Office 1...

Tiket Kereta Libur Natal dan Tahun Baru Sudah Terjual 30 Persen

Cirebon,- Jelang Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, penjualan tiket kereta api sampai saat ini sudah terjual hingga 30 persen sejak tanggal 19...

Hari Kesetiakawanan Nasional, Metland Hotel Cirebon Gadeng PMI Gelar Donor Darah

Cirebon,- Dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Nasional, Metland Hotel Cirebon yang berlokasi di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon menggelar aksi donor darah, Jumat (13/12/2019). Kegiatan donor...

Berikan Kemudahan Kepada Calon Jamaah Umrah, Telkomsel Tawarkan Berbagai Paket dan Layanan Data di Telkomsel Umrah Fair 2019

Jakarta,- Telkomsel kembali memberikan kemudahan bagi calon jamaah umrah yang akan beribadah di tanah suci melalui berbagai paket dan layanan data internet Telkomsel.Para Jamaah...

Delapan Kali Berturut-turut, Mandiri Syariah Raih Penghargaan The Most Trusted Company

Jakarta,- PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) meraih kategori tertinggi “The Most Trusted Company” kategori bank syariah dalam Corporate Governance Perception Index (CGPI) Award...

More Articles Like This