Minggu, 24 Oktober 2021

Begini Tradisi Pencucian Gong Sekati di Keraton Kanoman Cirebon Jelang Maulid Nabi

Populer

Talaga Langit Milik Ustad Ujang Busthomi Hadirkan Museum Dukun Santet

Cirebon,- Setelah sukses membuka wisata Bukit Cinta Anti Galau, kini Ustad Ujang Busthomi kembali membuka objek wisata Talaga Langit....

Jalan Tol Akses Bandara Kertajati Rampung 100%, Siap Dioperasikan

Majalengka,- Pembangunan jalan tol akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sudah rampung. Akses ini terhubung langsung dengan jalan...

Wagub Jabar Resmikan Wisata Talaga Langit Anti Galau

Cirebon,- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Talaga Langit Wisata Anti Galau di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu,...

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Yayasan Wani Amal Cirebon Gelar Khitan Massal

Cirebon,- Sebanyak 30 anak mengikuti Khitan Massal 2021 yang digelar oleh Yayasan Wani Amal (YWA) Cirebon, Selasa (19/10/2021). Kegiatan...

Cirebon,- Jelang peringatan maulid Nabi SAW, Keraton Kanoman Cirebon melaksanakan tradisi Pencucian Gong Sekati yang berlangsung di Langgar Alit Keraton Kanoman, Rabu (6/11/2019).

Sebelum melakukan tradisi Pencucian Gong Sekati, prosesi diawali dengan keluarnya Gong Sekati dari Bangsal Ukiran (Gedong Pejimatan) menuju Langgar Alit.

1. Dilakukan Setahun Sekali

Loading...

Ratu Raja Arimbi Nurtina, selaku Juru Bicara Kesultanan Kanoman Cirebon mengatakan Gong Sekati merupakan alat tabuh atau alat musik yang ditabuh untuk mengiringi gamelan sekaten.

“Gamelan Sekaten pada masa lalu sampai dengan saat ini diperuntukan syiar islam,” ujarnya saat ditemui About Cirebon usai tradisi pencucian Gong Sekati, Rabu (6/11/2019).

Lanjut Ratu Arimbi, tradisi pencucian Gong Sekati ini merupakan tradisi yang dilakukan satu kali dalam satu tahun, yang khusus dilaksanakan pada tanggal 7 Mulud.

BACA YUK:  Dorong Misi Kemanusiaan, Bank Indonesia Cirebon Kembali Gelar Kegiatan Donor Darah

“Ini merupakan satu rangkaian kegiatan maulid Nabi SAW di Kesultanan Kanoman Cirebon,” terangnya.

2. Filosofi Pembersihan Gong Sekati

Ratu Arimbi menjelaskan, menjelang Maulid Nabi ini filosofi pembersihan gong sekati yakni kita bersama-sama membersihkan jiwa, pikiran, dan perilaku kita. Sehingga, kita bisa lebih baik untuk kedepannya.

“Karena biar bagaimanapun juga, kita berharap barokah, safaat dari kanjeng Nabi, tentunya untuk mendapatkan yang lebih baik,” ungkapnya.

Prosesi pencucian Gamelan Sekati ini, kata Ratu Arimbi, dilakukan oleh rombongan abdi dalem khususnya para Nayaga Gamelan Sekaten, Lurah Gamelan (pimpinan), para kaum yang dipimpin oleh Sultan Raja Muhammad Emirudin (Sultan Kanoman XII) yang dalam hal ini diwakilkan oleh Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran (Patih Kesultanan Kanoman) dan diikuti oleh para pinangeran (Bangsawan Keraton Kanoman Cirebon) dan disaksikan oleh masyarakat.

“Setelah pencucian ini, malam harinya ba’da Isya akan dibunyikan untuk pertama kalinya, dan dilanjutkan beberapa hari kedepan sampai selesai rangkaian Maulid Nabi,” bebernya.

BACA YUK:  Program Desa Ramah Perempuan dan Desa Peduli Anak Harus Didukung Langkah Progresif

3. Masyarakat Berebut Air Bekas Cucian Gong Sekati

Dalam prosesi pencucian Gamelan Sekati tersebut, banyak dari para warga yang sengaja mengambil air untuk mencuci Gamelan Pusaka tersebut. Bahkan, air bekas cuciannya yang diyakini mempunyai nilai keberkahan tersendiri.

Hal ini karena gamelan yang disucikan dalam momentum ini mempunyai nilai sejarah tersendiri yang berhubungan dengan Sunan Gunung Jati dalam upaya Islamisasi di tanah Sunda.

“Gamelan Pusaka yang hanya muncul satu tahun sekali ini menjadi penanda akan dilaksanakannya prosesi malam Pelal Panjang Jimat dan kehadiran Gamelan pusaka ini banyak ditunggu oleh masyarakat dari Cirebon dan sekitarnya,” ujarnya.

4. Proses Pencucian Gong Sekati

Adapun prosesi pencucian gong sekati, menurut Ratu Arimbi, bahan yang digunakan untuk membersihkan Gong Sekati menggunakan bubuk batu bata merah yang sudah dihaluskan melalui proses pembakaran dengan memakai alas kayu dibawahnya, lalu kemudian dibasuh menggunakan tepes (serabut kulit kelapa), kemudian disiram menggunakan air sumur Langgar Alit yang dicampur dengan kembang tujuh rupa.

“Prosesi penyiraman itu dilakukan oleh Sultan Raja Muhammad Emirudin yang dalam hal ini diwakilkan oleh Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran (Patih Kesultanan Kanoman) dengan didahului lantunan doa terlebih dahulu,” katanya.

BACA YUK:  Kunjungan Masa Reses, Fitria Pamukasawati Dapat Aduan Infrastruktur

Setelah itu, baru kemudian prosesi penyiraman Gong Sekati dilanjutkan oleh Ki Lurah Gamelan (pimpinan Nayaga Gamelan), setelah selesai baru kemudian Gamelan Sekaten diletakan di Bangsal Sekaten. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Arstone Gallery Cirebon Tawarkan Produk Marmer, Granit, Travertine, dan Onyx

Cirebon,- Arstone Gallery yang berlokasi di Jalan Pagongan No. 15 A (Samping Lengko Barno), Kota Cirebon menghadirkan pengalaman belanja yang lebih nyaman. Pengunjung Arstone...

Banjir Promo di Spektra Fair, Catat 96 Kota yang Beruntung

Indonesia,- SPEKTRA FAIR yang merupakan salah satu event promo PT Federal International Finance (FIFGROUP) dalam penyediaan layanan pembiayaan multiproduk kini hadir dengan membentangkan sayapnya...

Peringati Bulan Gigi Nasional 2021, HDC Clinic Gelar Berbagai Kegiatan

Cirebon,- Health Dental Care (HDC) Clinic menggelar kegiatan Talkshow dan Beauty Class, Sabtu (23/10/2021). Kegiatan dalam rangka bulan Kesehatan Gigi Nasional 2021 berlangsung di...

More Articles Like This