Rabu, 27 Oktober 2021

Begini Prosesi Grebeg Ageng Kasultanan Kanoman di Makam Sunan Gunung Jati

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Cirebon,- Setiap Hari Raya Iduladha, Kesultanan Kanoman Cirebon melakukan tradisi Grebeg Ageng, yang berlangsung di Komplek Makam Sunan Gunung Jati Cirebon, Rabu (22/08/2018)

Menurut Juru Bicara Keraton Kanoman Ratu Arimbi, prosesi Grebeg Ageng diawali dengan Salat Iduladha. Sebelum melakukan sholat, Pangeran Patih Raja Mochamad Qodiron mengganti baju dengan jubah kebesaran keraton sebagai tanda Keprabonan atau Keprabuan dan kepemimpinan, yang kemudian dilanjut menuju masjid agung Gunung Jati untuk melakukan sholat Idul Adha.

Usai melaksanakan Salat Iduladha, Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran melanjutkan tradisi sungkeman, kemudian melakukan ziarah kubur ke makam para leluhur.

Loading...

Ziarah kubur dimulai dari Makam Kanjeng Sunan Gunung Jati yang berdampingan dengan makam ibundanya Ratu Mas Rarasantang dan makam para leluhur yang selama ini dikenal sebagai tokoh Cirebon.

BACA YUK:  Kapal Riset Perkuat Perencanaan di Perairan Cirebon

Selanjutnya Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran memasuki Kori Gapura alun-alun dan Kori Krapyak. Kedua kori tersebut, merupakan pintu gerbang dari pintu-pintu yang akan dilalui Gusti Sultan beserta segenap keluarga dan kerabat dekat, untuk memasuki pintu ke-8 dan pintu ke-9.

Lawang atau pintu-pintu tersebut setiap harinya tertutup untuk umum, dan khusus hanya bisa dilewati Gusti Sultan dan keluarga. Pintu-pintu itu hanya dibuka ketika acara Grebeg Syawal, Grebeg Ageng, dan pada saat Gusti Sultan atau keluarga berziarah. 

Adapun urut-urutannya, dari kedua kori itu Sultan bersama rombongan memasuki Lawang Penganten, Lawang Beling, Lawang Dalem, Lawang Pasujudan, Lawang Pandan, lalu masuk Iawang Gapura Bentar, Lawang Kaca, lawang bacem lali ke jinem untuk melakukan tahlil, dzikir serta berdoa.

Dari Jinem, Sultan dan rombongan lalu menuju kompleks makam Mbah Kuwu dan berdo’a di sana, lalu keluar melewati lawang Bacem dan berdo’a lagi di komplek makam Sultan Kanoman yang pertama.

BACA YUK:  Tawarkan One Stop Solution, Daikin Proshop Kini Hadir di Kota Cirebon

Dari sana turun menuju Iawang Kaca di komplek makam Sultan Komarudin, turun lagi menuju Wang Gapura bentar dan berdo’a di kompleks makam Sultan Mandurareja, keluar lagi lewat Lawang Pandan menuju kompleks Kadipaten dan berdo’a di makam Pangeran Pubaya.

Setelah itu, turun lagi menuju komplek makam Sultan Nurus dan berdo’a di sana, lalu menuju ke arah barat melewati lawang Mergu dan berdo’a di makam keluarga besar Kesultanan Kanoman.

Prosesi berikutnya, Gusti Sultan menuju Pesanggrahan Kanoman untuk jeda istirahat dan dipersilahkan mencicipi hidangan jamuan makan yang telah disiapkan oleh jeneng serta kraman Astana Gunung Jati.

Seusai jamuan makan, Gusti Sultan dengan keluarga secara simbolis melakukan tradisi curak (membagikan uang) kepada masyarakat yang ada di sekitar komplek pemakaman.

Beberapa saat setelah itu, rangkaian prosesi ritual ditutup Gusti Sultan, segenap keluarga serta kerabat dekat keraton menuju lawang Pasujudan untuk pamit pulang kembali ke Keraton Kanoman. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana...

Edi Baredi Terpilih Menjadi Ketua Kadin Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Cirebon menggelar Musyawarah Kabupaten (Mukab) VII tahun 2021. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel Jalan Tuparev,...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun 1999 sampai dengan saat ini....

“Bosch Virtual Chef” Tekankan 3 Kiat Kunci bagi UMKM Kuliner Indonesia untuk Menangkan Bisnis Pascapandemi

Jakarta,- UMKM kuliner menjadi kelompok sektor usaha yang paling terdampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Survei “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap UMKM” yang digagas Paper.id bersama...

More Articles Like This