Apresiasi dan Kenalkan Karya Lokal, Film Pendek Asli Cirebon Ditayangkan Pada Screening Film Ke-16

Cirebon,- Penyelenggaraan screening film yang ke-16, Degradians bersama Cirebon Screen menayangkan film pendek lokal bertemakan isu sosial lokal setempat. Screen film #16 sendiri dilakukan di rumah kaca Disbudpar Kota Cirebon.

Founder Degradians Tanzilal Azizie, mengatakan, meski sudah berjalan yang ke-16 kalinya, screening film kali ini orisinal Cirebon, baik dari segi talent, kru film, dan lokasi pembuatannya.

“Berbeda dengan sebelumnya kali ini orang-orangnya asli Cirebon, semua filmnya benar-benar asli dari dan dibuat Cirebon,” kata Ilal panggilan akrabnya.

Menggaet komunitas yang juga merupakan rumah produksi dari film pendek yang ditayangkan. Setidaknya terdapat empat film pendek yang dihadirkan diantaranya Putar Balik oleh Nurul Hidayati dari Cinema Cirebon, Katura oleh Joyo Luqman dari Lima Arah Films.

BACA YUK:  1 Dekade Aston Cirebon Hotel Komitmen Berikan Layanan dan Fasilitas Terbaik

Kemudian, Kita Wakilnya oleh Denis Firmansyah dari Astana Kreatif Films, dan terakhir Berdo’a Mulai dari Tanzilal Azizie dari Degradians. Dari keempat film tersebut disebutkan Ilal, satu diantara tiga film pendek fiksi merupakan film pendek dokumenter.

“Kita hadirkan tiga fiksi dan satu dokumenter yang menceritakan bagaimana perjalanan batik melalui tangan sang maestro dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Tidak sekedar menonton, pada momen screening film ini, diharapkan Ilal, menjadi sebuah jawaban atas kebutuhan bagi komunitas dan pencipta film di Cirebon.

BACA YUK:  Tanggapi Kasus AGH, Kak Seto: Anak yang Berkonflik Tetap Dihukum, Tapi...

“Menjawab kebutuhan apresiasi pelaku perfilman di Cirebon,” sebutnya.

Bukan sekedar memuaskan keinginan pelaku film, mengenalkan nilai atau esensi film pendek sesungguhnya kepada masyarakat merupakan tujuan lainnya.

“Ini loh, film pendek bukan film berdurasi panjang yang dipendekin,” tegasnya.

Screening juga menjadi sebuah babak pada produksi film dimana dilakukan pengkajian, diskusi, dan ditelaah. Tidak hanya penayangan film, terdapat pameran buku Raina Pulang yang ditulis Ilal Degradians, stan slap sticker, snackeat, dan photo projection.

Harapan lainnya dari screening film kali ini juga bahwa menjadi sebuah gaya baru perfilman di Cirebon agar tidak monoton terpatok tentang budaya lokal baik sebagai promosi pariwisata maupun perfilman itu sendiri.

BACA YUK:  Gunakan Dana Pribadi, Reses Dian Novitasari Berikan Bantuan Perbaikan Jalan

Ilal juga menyampaikan, bahwa kedepan akan ada penayangan film pendek menarik lainnya bagi muda-mudi juga masyarakat Cirebon. (SUB)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *