Minggu, 24 Oktober 2021

Apindo Kota Cirebon Gelar Seminar Nasional, Ini yang Dibahas

Populer

Talaga Langit Milik Ustad Ujang Busthomi Hadirkan Museum Dukun Santet

Cirebon,- Setelah sukses membuka wisata Bukit Cinta Anti Galau, kini Ustad Ujang Busthomi kembali membuka objek wisata Talaga Langit....

Jalan Tol Akses Bandara Kertajati Rampung 100%, Siap Dioperasikan

Majalengka,- Pembangunan jalan tol akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sudah rampung. Akses ini terhubung langsung dengan jalan...

Wagub Jabar Resmikan Wisata Talaga Langit Anti Galau

Cirebon,- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Talaga Langit Wisata Anti Galau di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu,...

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Yayasan Wani Amal Cirebon Gelar Khitan Massal

Cirebon,- Sebanyak 30 anak mengikuti Khitan Massal 2021 yang digelar oleh Yayasan Wani Amal (YWA) Cirebon, Selasa (19/10/2021). Kegiatan...

Cirebon,- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Cirebon menggelar Seminar Nasional dengan tema “Menyongsong Kebangkitan Bisnis UMKM) yang berlangsung di Ruang Kaliandra, Jalan Perjuangan, Kota Cirebon, Rabu (27/2/2019).

Dalam seminar tersebut hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, CEO Perisai Group, Perry Tristianto, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Abdul Majid Ikram yang diwakili oleh Abdul Rakhman, dan juga Ketua Umum HIMKI, Ir. Soenoto.

Ketua Apindo Kota Cirebon, Sutikno mengatakan kegiatan seminar nasional ini bertujuan untuk memberikan sumbangsih atau gambaran kepada pelaku usaha dan masyarakat, bagaimana memiliki peluang usaha.

Loading...

“Oleh karenanya, kita Apindo menghadirkan empat narasumber yang memiliki kredible di bidangnya masing-masing,” ujar Sutikno di sela-sela kegiatan.

BACA YUK:  Kunjungan Masa Reses, Fitria Pamukasawati Dapat Aduan Infrastruktur

1. Terkoordinir UMKM

Sutikno menjelaskan, dari kegiatan seminar nasional ini kedepannya UMKM yang ada di Kabupaten dan Kota Cirebon akan dibentuk sel-sel UMKM yang terkoordinir.

Selama ini, lanjut Sutikno, UMKM sudah diberikan kesempatan oleh Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan juga perusahaan-perusahaan swasta nasional.

“Akan tetapi, kami juga tidak turut ketinggalan ingin memberikan sumbangsih kepada pelaku usaha untuk tampil bersama, khususnya di wilayah Cirebon bisa bangkit,” terang Sutikno.

2. Bangun Wisata Pantai

Sasaran yang saat ini, menurut Sutikno, adalah pembentukan group-group baru yang setidak-tidaknya, nanti adalah UMKM Kemaritiman.

“Makanya kenapa, dalam seminar ini mengundang Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, agar bisa mendorong pemerintah dalam membangun daerah-daerah wisata yang ada di sekitar pantai,” terangnya.

“Karena memang pemerintah dari dahulu sudah ingin pembangunan di wilayah pantai, maka kami dari pengusaha setidaknya dari sekarang sudah mempersiapkan apa yang diperiapkan,” tambahnya.

Pihaknya menginginkan, ada lokasi-lokasi baru untuk pengusaha UMKM, agar usahanya bisa terangkat.

BACA YUK:  BukuWarung Masuk Daftar 15 Startup Paling Top di Indonesia Versi LinkedIn

“Dan industri juga tidak harus berjualan terus, tapi kita dorong para pelaku usaha ini untuk memproduksi sendiri,” ungkapnya.

3. Keterlibatana Pemerintah Daerah 

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri menjelaskan untuk memperdayakan UMKM yaitu dengan cara UMKM nya sendiri harus menghasilkan produk yang memiliki kualitas baik, harga bersaing, dan produksinya berkelanjutan.

“Untuk menghasilkan produk semacam itu, perlunya teknologi dan kapasitas dari UMKMnya sendiri,” ujarnya usai kegiatan.

Lanjut Rokhmin, dari sisi marketing selain dari pemasaran secara online, pemerintah daerah juga bisa memfasilitasi agar para pengusaha ini bisa tampil di expo-expo internasional.

“Tapi syaratnya itu tadi, pelaku usaha ini harus memiliki kualitas baik, harga bersaing, dan produksinya berkelanjutan,” terang Rokhmin.

4. Pemerintah Harus Terbuka 

Menurut Rokhmin, pengusaha besar oleh pemerintah daerah harus dimitra kerjakan dengan pelaku UMKM, agara pengusaha UMKM ini bisa berkembang lagi.

“Tetapi para pelaku UMKM ini harus diberi pelatihan terlebih dahulu sesuai dengan persyaratan yang diinginkan,” kata Rokhman.

Sehingga, untuk pemerintah daerah harus open minded atau terbuka hati dan pikiran, serta menampung masukan.

BACA YUK:  Peduli Masyarakat Sekitar, Obim Village & Cafe Resto Bagikan 500 Paket Sembako

“Jadi sekali lagi, peran pemerintah daerah harus terbuka untuk meningkatkan kualitas pelaku UMKM,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Arstone Gallery Cirebon Tawarkan Produk Marmer, Granit, Travertine, dan Onyx

Cirebon,- Arstone Gallery yang berlokasi di Jalan Pagongan No. 15 A (Samping Lengko Barno), Kota Cirebon menghadirkan pengalaman belanja yang lebih nyaman. Pengunjung Arstone...

Banjir Promo di Spektra Fair, Catat 96 Kota yang Beruntung

Indonesia,- SPEKTRA FAIR yang merupakan salah satu event promo PT Federal International Finance (FIFGROUP) dalam penyediaan layanan pembiayaan multiproduk kini hadir dengan membentangkan sayapnya...

Peringati Bulan Gigi Nasional 2021, HDC Clinic Gelar Berbagai Kegiatan

Cirebon,- Health Dental Care (HDC) Clinic menggelar kegiatan Talkshow dan Beauty Class, Sabtu (23/10/2021). Kegiatan dalam rangka bulan Kesehatan Gigi Nasional 2021 berlangsung di...

More Articles Like This