Apa sih yang Baru Dari KA Mutiara Selatan?

Traveler Bandung yang sering mengunjungi aneka objek wisata di kawasan Timur, seperti Yogyakarta, Surabaya, Malang dan sekitarnya, terutama yang menggunakan kereta api, pasti kenal dengan KA Mutiara Selatan, yang tidak lain, salah satu kereta api dengan layanan jalur timur yang paling umum digunakan. Kereta api yang satu ini, menawarkan rute keberangkatan dari Bandung, tepatnya di Stasiun Hall Bandung, ke Stasiun Kotabaru – Malang.

Rangkaian Kereta api

Apabila dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, ada beberapa hal yang berubah dari kereta yang satu ini, terutama dalam segi layanan dan fasilitas. Hal ini dilakukan untuk memberikan layanan yang lebih baik untuk para penumpangnya. Berangkat setiap hari, kereta ini, sanggup menampung sekitar 9.000 orang penumpang. Menempuh jarak sekitar 720 km, dengan kecepatan rata-rata 60 hingga 100 km / jam, maka untuk sampai dari Bandung ke Malang atau sebaliknya, kereta ini, akan memakan waktu sekitar 14,5 hingga 15,5 jam perjalanan. Total waktu tersebut, tentunya sudah termasuk pemberhentian di beberapa stasiun singgah. Stasiun singgah yang dimaksud, adalah stasiun utama yang jumlahnya ada sekitar 15 stasiun.

BACA YUK:  Jadwal Samsat Keliling P3DW Ciledug Kabupaten Cirebon, 23 – 28 Mei 2022

Kereta Mutiara Selatan ini termasuk kereta campuran, yang artinya dalam 1 rangkaian kereta, terdapat kereta ekonomi dan juga kereta eksekutif. Jadi dalam 1 rangkaian gerbong, Anda akan menemukan 4 gerbong kereta ekonomi premium, 3 gerbong kereta eksekutif, dan 1 gerbong restorasi, selain gerbong lokomotif.

Dengan keberangkatan 1 kali dalam sehari, baik dari Stasiun Hall Bandung atau dari Stasiun Malang Kotabaru. Dari stasiun Hall Bandung sendiri, kereta akan berangkat pada pukul 16.50 sore, dengan lama perjalanan sekitar 16. 48 menit, tiba di Stasiun Malang Kotabaru jam 19.38 keesokan harinya. Sedangkan pada keberangkatan dari Stasiun Kotabaru Malang, kereta akan berangkat pada pukul 16.30, dengan durasi perjalanan sekitar 16 jam, 3 menit, artinya sampai ke Stasiun Hall Bandung, jam 08.30 keesokan harinya.

Eksterior dan interior kereta

Kini Eksterior dari KA Mutiara Selatan ini lebih menggunakan Stainless Steel. Penggunaan bahan yang satu ini, dinilai lebih tahan karat, dan menggunakan cat striping yang terbilang minimalis. Desain ini yang membuat penampilan kereta api ini terihat berbeda, dan lebih nyaman terlihat.

BACA YUK:  Tingkatkan Stamina, Hotel Neo Cirebon Adakan Senam Zumba untuk Staff Hotel

Kereta ekonomi premium 

Dalam gerbong kereta api premium, Anda akan menemukan kursi yang nyaman, dengan menggunakan pelapis dari kulit imitasi. Sudah menggunakan AC, dan mampu menampung 406 tempat duduk. Ada juga fasilitas layar monitor sebanyak 4 buah dengan ukuran 32 inch dan 19 inch. Dengan fasilitas tersebut, para penumpang dapat secara leluasa menonton tayangan televisi yang ada. Adanya fasilitas audio jack yang ada pada setiap tempat duduk, membuat para penumpang, dapat mendengarkan secara jelas siaran televisi yang ada.

Ada juga tambahan fasilitas seperti stop kontak, yang terdiri atas 2 buah. Masing-masing penumpang dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk mengisi baterai ponsel atau untuk yang lainnya

Kereta eksekutif

Pada fasilitas kereta api eksekutif, sebenarnya tidak jauh berbeda. Beberapa perbedaan hanya terletak pada beberapa fasilitas tambahan seperti kursi yang dapat diatur kemiringannya, lebih empuk ketika duduk, dan pastinya ada tambahan layanan berupa selimut dan bantal di atas kursi. Maka penumpang, dapat menggunakan fasilitas tersebut, untuk tidur.

BACA YUK:  MTQ Tingkat Jabar 2022, Kabupaten Cirebon Duduki Peringkat 15

Fasilitas toilet

Untuk fasilitas toilet yang ada di kereta ekonomi premium, posisi toilet ada di ujung kereta. Terdapat 2 buah toilet yang letaknya bersebelahan, dimana 1 toilet menggunakan WC duduk dan yang lainnya menggunakan toilet jongkok.

Tarif kereta 

Mengingat jenis kelas yang dimiliki oleh kereta ini cukup beragam, maka hal ini akan menentukan besaran tarif yang juga beragam. Keberagaman ini tergantung dari beberapa hal, mulai dari sub kelas yang akan digunakan, dan juga posisi tempat duduk dalam kereta. Tidak hanya itu waktu pemesanan tiket dan juga waktu keberangkatan kereta juga cukup menentukan harga tiket yang harus dibayar. Adapun harga terendahnya adalah sekitar RP 295.000, sedangkan yang tertingginya sekitar Rp 500.000.

Sedikit informasi tambahan, saat ini setiap jam 10 malam, lampu kereta akan mulai diredupkan, dan hanya akan menyala di bagian tengah saja, dengan sinar yang terbilang redup. Hal ini dilakukan untuk memberi kenyamanan pada pada penumpang dalam beristirahat.

(Dilihat: 41 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.