Apa Kata Mabes Polri Soal Tilang Penggunaan GPS

0
402
Handphone dengan GPS di motor. (Foto : tokopedia.com)

Jakarta – Polemik penggunaan GPS (Global Positioning System) saat berkendara kini menjadi perbincangan luas. Ini karena tersebar informasi menggunakan GPS merupakan pelanggaran lalu lintas.

Menanggapi polemik itu, Kepala Korp Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa menegaskan penggunaaan GPS saat berkendara bukan merupakan pelanggaran lalu lintas. Sebab di Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas, penggunaan GPS tak diatur sebagai pelanggaran.

“Penjelasan Pasal 106 (UU lalu lintas) menjelaskan yang (dilarang karena) mengganggu konsentrasi itu diakibatkan oleh mengantuk, lelah, mabuk, mengeluarkan dan menggunakan handphone,” jelas Royke di Mabes Polri, Jakarta Selatan, yang dikutip aboutcirebon dari kumparan, Jumat (9/3/2018)

Aston Hotel

Kakorlantas juga menjelaskan penggunaan GPS di HP diperbolehkan, asalkan pengendara tidak memegang HP tersebut saat melajukan kendaraan.

“Jadi kalau menggengam HP itu enggak boleh, tapi kalau handphonenya ditaruh di dasboard, apa gimana, pakai hands free itu boleh, atau pake loudspeaker juga boleh. GPS juga boleh-boleh saja dipasang di tempat yang tidak mengganggu, kemudian dia kan pake voice,” jelasnya.

Polemik ini berawal saat Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra memastikan akan menindak pengendara yang menggunakan ponsel genggam saat berkendara. Halim menerangkan, pengguna ponsel genggam saat berkendara berpotensi mengganggu konsentrasi saat mengemudi.

Hal tersebut diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 junto Pasal 283 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Sudah ada ketentuannya dalam Pasal 106. kami tilang, termasuk karena pengaruh penggunaan alkohol dan narkotik itu akan ditilang,” ujar Halim saat dikonfirmasi wartawan, baru-baru ini di Jakarta. (AC350)

Bagikan:
Signup for the newsletter