Apa Itu PAFI? Ternyata Ini Perannya di Dunia Farmasi

Cirebon,- Profesi dalam dunia kesehatan tidak hanya terdiri dari para dokter dan perawat, melainkan ada pula tenaga farmasi yang memberi dukungan vital.

Tenaga farmasi sendiri biasanya turut memastikan ketersediaan dan keamanan obat-obatan yang nantinya akan diresepkan kepada para pasien agar sesuai dengan dosis.

Selain itu, tenaga farmasi yang sering disebut ahli farmasi memiliki peran yang lebih dari sekadar meracik obat. Pasalnya, farmasi sendiri juga turut memiliki peran yang krusial dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Sebelum lebih dalam membahas mengenai ahli farmasi, tahukah Anda pengertian mengenai farmasi itu sendiri apa? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu Farmasi?

Dalam pengertian umum, farmasi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari segala sesuatu terkait obat-obatan. Hal itu mulai dari penemuan, pengembangan, produksi, pengujian hingga proses distribusi dan penggunaannya.

Maka dari itu, para ahli farmasi harus memiliki pengetahuan mengenai komposisi obat-obatan, interaksinya dengan tubuh, bahkan hingga efek samping yang kemungkinan dapat ditimbulkan saat pasien mengonsumsi obat tersebut.

Sementara itu, farmasi sendiri ternyata memiliki sejumlah bidang kajian utama, di antaranya:

  • Kimia Farmasi: dalam bidang kajian ini dapat mempelajari mengenai struktur dan sintesis molekul obat.
  • Farmakologi: bidang kajian ini berfokus mempelajari terkait efek obat pada tubuh dan mekanisme kerjanya.
  • Farmasetika: untuk bidang kajian farmasetika, ahli farmasi akan mempelajari mengenai proses peracikan dan pembuatan obat menjadi bentuk sediaan yang sesuai.
  • Farmakokinetika: bidang kajian ini berfokus untuk mempelajari perjalanan obat dalam tubuh, mulai dari penyerapan hingga pengeluaran.
  • Farmasi Klinik: bidang kajian ini fokus pada bagaimana menerapkan ilmu farmasi untuk pelayanan kesehatan langsung kepada pasien.
BACA YUK:  Polres Cirebon Kota Berhasil Ringkus 13 Pelaku Pengedar Narkoba Jenis Sabu, Inex, dan Obat Keras Terbatas

Selain perlunya mengetahui beberapa bidang kajian farmasi, masyarakat juga turut mengetahui sejumlah peranan penting dari para ahli farmasi dalam berbagai aspek.

Berikut ini sejumlah peranan penting ahli farmasi dalam berbagai aspek:

  • Menjamin keamanan dan kualitas obat-obatan – Ahli farmasi memiliki peranan penting dalam memastikan obat-obatan yang beredar telah melalui proses pengujian dan sudah memenuhi standar keamanan dan kualitas.
  • Memberikan konsultasi mengenai obat-obatan – Tak hanya memastikan keamanan dan kualitas obat-obatan yang beredar, namun ahli farmasi turut memiliki peranan penting dalam membantu dokter untuk memilih obat yang tepat bagi para pasien serta turut memberikan edukasi kepada pasien mengenai penggunaan obat-obatan yang benar.
  • Mengembangkan obat baru – Peranan penting lainnya yang perlu diketahui yakni ahli farmasi juga turut terlibat dalam penelitian dan pengembangan obat-obatan baru untuk dapat mengatasi berbagai penyakit.
  • Mengelola dan mendistribusikan obat – Peranan ahli farmasi yang juga penting diketahui yakni mereka turut bertugas untuk mengelola persediaan obat di apotek dan juga rumah sakit, serta turut memastikan distribusi obat yang tepat sasaran.

Kendati peran ahli farmasi terlihat cukup rumit, namun mereka memiliki peranan yang sangat krusial. Maka dari itu, profesi ahli farmasi menawarkan peluang karir yang cukup menjanjikan.

Sedangkan, di Indonesia sendiri, para tenaga kerja yang memiliki profesi sebagai ahli farmasi tergabung dalam Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI).

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai PAFI dapat menyimak penjelasan berikut ini.

BACA YUK:  Jalur Pantura Padat, Satlantas Polres Cirebon Kota Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI)

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) menjadi salah satu organisasi terkait farmasi di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 1946.

Berdasarkan sejarah terbentuknya, PAFI pertama kali berdiri di Yogyakarta pada 13 Februari 1946 lalu. Tujuan pembentukan organisasi ini tidak lain digunakan sebagai wadah untuk menghimpun semua tenaga yang bakti karyanya di bidang farmasi di seluruh Indonesia.

Dalam strukturnya, salah satu organisasi tertua di Indonesia ini terbagi ke beberapa cabang di setiap daerahnya. Kendati demikian, PAFI tetap terorganisir dalam kepengurusan pusat.

PAFI sendiri memiliki empat tujuan utama dalam menjalankan organisasinya yakni mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat Indonesia, mengembangkan dan meningkatkan pembangunan farmasi Indonesia, dan meningkatkan kesejahteraan anggota.

  • Visi dan Misi PAFI

Visi PAFI yakni menjadi sebuah organisasi profesi terdepan bagi para apoteker di Indonesia

Misi PAFI:

  • Mempromosikan pengembangan farmasi di Indonesia
  • Meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di Indonesia
  • Melindungi kepentingan apoteker Indonesia

Selain sebagai wadah untuk para ahli farmasi, PAFI sendiri memiliki sejumlah kegiatan dalam mempromosikan visi dan misinya, di antaranya:

  • Program pendidikan berkelanjutan untuk apoteker
  • Program edukasi publik terkait farmasi dan kesehatan
  • Advokasi kebijakan yang mendukung pengembangan farmasi di Indonesia

Sementara itu, PAFI memiliki sejumlah cabang yang tersebar di seluruh Indonesia di antaranya berada di daerah Aceh, Bali, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, D.I. Yogyakarta, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

BACA YUK:  Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut, Pemda Kota Cirebon Dapat Catatan dari BPK RI

Dari berbagai cabang tersebut, terdiri dari anggota yang berprofesi sebagai apoteker. PAFI sendiri memang terbuka untuk semua apoteker di Indonesia yang memenuhi persyaratan dan keanggotaan organisasi.

Nantinya, para anggota PAFI sendiri memiliki hak atas berbagai manfaat, termasuk:

  • Akses ke program pendidikan berkelanjutan
  • Diskon untuk produk dan layanan farmasi
  • Representasi oleh PAFI tentang isu-isu yang mempengaruhi profesi farmasi

Struktur Organisasi PAFI Pusat

  • Ketua Umum – Budi Djanu Purwanto, SH, MH
  • Wakil Ketua Umum – I Made Pasek Swarya Yasa, A.Md.Farm
  • Bendahara – Ni Nyoman Noni, Amd. Farm
  • Sekretaris I – Erlina Dwi Handayani, A.Md.Farm
  • Sekretaris II – Ni Komang Ristayani
  • Seksi Organisasi – I Komang Harris Wijaya, A.Md.Farm
  • Seksi Pendidikan – Dewa Gede Andika Pramartha
  • Seksi Usaha dan Kesejahteraan – Ni Nyoman Trisna Ayu Andani
  • Seksi Informasi dan Teknologi – Ni Made Erlina Widyasari, A.Md.Farm

Adapun semenjak dibentuk, PAFI sendiri telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap pengembangan farmasi di Indonesia.

Dalam hal ini, PAFI telah membantu dalam meningkatkan kualitas layanan kefarmasian di Tanah Air. Selain itu, organisasi ini juga telah turut membantu melindungi kepentingan apoteker di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai PAFI, Anda dapat lebih lanjut mengakses website resmi mereka di https://pafi.id.***

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *