Aliansi Mahasiswa Unswagati Salurkan Bantuan

0
81
Koordinator Aliansi Mahasiswa Unswagati, Suharto saat memberikan bantuan secara simbolis kepada masyarakat desa Bojong Sari Ciledug.

Cirebon, – Beberapa elemen organisasi mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unswagati menggelar Bakti Sosial (Baksos) terhadap korban bencana banjir yang menimpa daerah Cirebon Bagian Timur (Cirtim), Selasa (27/2/2018).

Baksos tersebut selain bertujuan sebagai bentuk rasa solidaritas kemanusiaan juga sebagai bentuk bantuan untuk meringankan beban para korban.

Aston Hotel

“Saya mewakili teman-teman mahasiswa Unswagati merasa sangat prihatin, mungkin saja mereka saat ini bisa tertawa karena mendapat bantuan yang kami salurkan dan juga para relawan lainnya, tapi kita tidak tahu kabar mereka malam nanti seperti apa, mungkin saja pertaruhannya dengan nyawa,” ungkap Suharto, Koordinator Aliansi Mahasiswa Unswagati sembari menunjukan rasa prihatinnya.

Bakti sosial yang disalurkan berupa sembako, obat-obatan, pakaian layak pakai usia dini dan dewasa serta bantuan bentuk materil yang dialokasikan di tiga posko yaitu Posko MWC-NU, Losari, kemudian dilanjut di Posko Bojong Sari dan Desa Karangsambung sembari mengadakan Trauma Healing.

“Awalnya kami datangi Posko Ciledug, tapi karena Ciledug sudah mendapatkan bantuan dan sudah overload, akhirnya kami mendatangi desa terpencil, Bojong Sari. Di desa tersebut dapat dibilang masih minim bantuan karena masih terlihat jelas lumpur dan sisa-sisa barang yang rusak akibat banjir sehingga bus kampus yang kami naiki sempat mogok,” jelas Mahasiswa Fakultas Teknik Unswagati tersebut.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

Lebih lanjut, Suharto menyampaikan harapannya, semoga masyarakat sekitar yang terkena musibah cepat diangkat kesedihannya, dan untuk Aliansi Mahasiswa sendiri semoga tetap ada dan terbentuk serta terkoordinir secara organisasi.

“Dengan aliansi ini semua sistematis akan terorganisir, walaupun kita disini berasal dari organisasi yang berbeda-beda tapi kita tetap satu, Unswagati. Di dalam tetap Unswagati, di luarpun tetap Unswagati,” pungkasnya. (AC560)