Sabtu, 18 September 2021

Alat Pembakar Sampah Ramah Lingkungan Jadi Terobosan Pengelolaan Sampah di Kota Cirebon⁣

Populer

Fenomena Ribuan Burung Pipit Mati di Bali, Terjadi Juga di Cirebon

Cirebon,- Setelah beberapa hari lalu terjadi di Pulau Bali, fenomena burung mati mendadak terjadi di Kota Cirebon. Ribuan Burung...

Tujuh Kecamatan di Kabupaten Cirebon Disurvei PT Pertamina Hulu Energi

Cirebon,- Kabupaten Cirebon dijadikan sebagai lokasi penelitian pencitraan lapisan dan struktur melalui survei kebumian dimensi vibroseis sub vulkanik Jawa...

Pemerintah Izinkan Bioskop di PPKM Level 3 dan Level 2 Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Jakarta,- Pemerintah akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi di Jawa dan Bali. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut...

Kota Cirebon Siapkan Jalur Khusus Sepeda, Dishub Segera Uji Coba

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan uji coba pemberlakuan jalur khusus sepeda di...

Sample Burung Pipit Mati Mendadak di Balaikota Cirebon akan Dites dengan Metode PCR

Cirebon,- Tim medis veteriner dari Lab Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota...

Cirebon,- Inovasi pengelolaan sampah oleh warga RW 13 Kertasemboja, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk patut diapresiasi.⁣

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Walikota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati saat menghadiri peresmian pengelolaan sampah di RW 13 Kertasemboja, Kamis (19/11/2020).⁣

Pengelolaan sampah yang dilakukan menggunakan sebuah alat pembakar sampah (incinerator) yang ramah lingkungan tanpa timbulnya polutan.⁣

“Incinerator ini bisa jadi percontohan untuk RW yang lainnya dalam hal pengelolaan sampah,” ujar Eti.⁣

Eti menilai, inovasi yang dilakukan warga RW 13 Kertasemboja adalah salah satu terobosan baik untuk mengurangi sampah di Kota Cirebon.⁣

BACA YUK:  Pemkab Cirebon Salurkan Bantuan kepada Penyandang Disabilitas



“Ini salah satu jalan keluar dan solusi permasalahan sampah di Kota Cirebon. Memang tadi setelah dicoba, ternyata masih ada kekurangan, yakni suara dari mesin masih bising, tapi kedepan bisa diganti pakai dinamo,” jelasnya.⁣

Eti berharap, dengan adanya alat incinerator ini bisa menjadi semangat untuk warga Kota Cirebon terutama anak muda dalam berinovasi.⁣

“Alat ini diciptakan hasil karya anak bangsa, dan wong Cirebon. Semoga kedepan muncul inovasi lainnya dari para anak muda,” harapnya.⁣

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Gandi SSTP, MSi mengatakan alat incinerator yang diciptakan warga RW 13 Kertasemboja adalah bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.⁣

“Tentu sangat membantu kami di DLH, jadi sampah bisa diolah di tingkat masyarakat, mengurangi pembuangan langsung di TPS dan TPA,” ujarnya.⁣



Gandi menambahkan, alat pembakar sampah ini bisa diadopsi untuk di tempat-tempat lain. “Tentunya dengan pengembangan yang ramah lingkungan,” harapnya.⁣

Sementara itu, Aryanto Misel, penggagas alat pembakar sampah ini mengatakan, disebut ramah lingkungan, karena incinerator tanpa menghasilkan asap pembakaran, sehingga tidak polutif.⁣

“Tanpa bahan bakar minyak, karena alat ini hanya menggunakan sampah itu sendiri sebagai bahan bakarnya,” jelas Aryanto. ⁣

Untuk cara kerjanya, Aryanto menjelaskan, awalnya sampah dimasukan ke dalam tabung besar untuk dibakar. Setelah dibakar, keluar asap yang kemudian turun masuk ke tabung kecil yang fungsinya mengolah asap. Di tabung tersebut dicampur air dan berputar. Hasil dari pembakaran akan keluar pupuk organik cair.⁣

“Selain ramah lingkungan, dari pengolahan sampah menggunakan alat ini juga menghasilkan Pupuk Organik Cair (POC), cukup mahal pupuk ini. Mudah-mudahan alat ini menjadi salah satu alternatif pengurangan sampah di Kota Cirebon,” harapnya. (AC212)

BACA YUK:  Karawang New Industry City (KNIC) Siap Sambut Pelaku Industri
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Revitalisasi Mangrove Pesisir Utara Jawa Perlu Dilakukan Bersama-sama

Cirebon,- Fungsi ekosistem mangrove di Pesisir Utara tidak hanya berhenti pada gerakan penanaman mangrove saja. Harus ditindaklanjuti dengan gerakan...

Dua Pengusaha Pengadaan Makanan Nakes, Minta Rekanan Kemenkes Segera Lunasi Tagihan Pembayaran

Cirebon,- Dua pengusaha minta rekanan Kementerian Kesehatan untuk segera membayar kekurangan tagihan pembayaran. Surat pernyataan yang ditandatangani tak kunjung dipatuhi. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun,...

Saat Uji Coba di Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Petugas Masih Menemukan Kendaraan Parkir di Jalur Sepeda

Cirebon,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mulai melakukan uji coba jalur khusus sepeda di sepanjang Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (17/9/2021). Uji coba jalur...

Lewat Desa Wisata Pantai Tirta Ayu, Pertamina Bantu Gerakkan Ekonomi Desa di Masa Pandemi

Indramayu,- Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat secara bertahap menghidupkan kembali potensi pariwisata di Desa Balongan, Indramayu. Melalui program DERMAYU atau Desa Wisata...

More Articles Like This