Alasan Ojek Online Hentikan Rekrutmen Driver Baru

0
1242
Ilustrasi driver online . (Foto : caraklaim.com)

Jakarta – Pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara atau moratorium rekrutmen pengemudi transportasi online. Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi tentang angkutan berbasis aplikasi di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman.

Kementerian Perhubungan mengatakan keputusan pembatasan jumlah pengemudi transportasi online terpaksa dilakukan karena saat ini pertumbuhan jumlah pengemudi sangat cepat.

Data dari Kemenhub menunjukan, jumlah pengemudi yang dimiliki satu perusahaan penyedia aplikasi mencapai 175.000 orang, meningkat 9.000 orang dalam 3 minggu.

Aston Hotel

Angka ini jauh melampau kuota 36.510 pengemudi yang ditetapkan Kemenhub beberapa waktu lalu.

“Karena cepatnya pertumbuhan itu, tadi rapat memutuskan menghentikan sementara waktu penerimaan pengemudi baru,” kata Budi Setiyadi, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan yang dikutip About Cirebon, Selasa (13/3/2018).

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi juga mengatakan, keputusan penghentian juga akan dilakukan di seluruh daerah. Langkah ini diambil demi menyelamatkan pengemudi taksi online yang sudah ada.

Ini dikarenakan jumlah pengemudi taksi online jika tidak dibatasi bisa memicu persaingan ketat antar pengemudi. Bahkan dengan kondisi tersebut, driver bisa tidak mendapatkan order sama sekali.

“Kasihan, karena jumlah pengemudi terlalu banyak, kompetisi menjadi ketat, mendapatkan order juga semakin sulit, kalau itu terjadi, mereka mau dapat apa,” ujar Menhub kepada wartawan baru-baru ini.

Menteri Perhubungan juga berharap, penghentian sementara waktu rekrutmen driver angkutan online ini bisa dipatuhi oleh para penyedia layanan taksi online.

Sementara, salah satu driver ojek online di Kota Cirebon mengakui memang akhir-akhir ini sulit mendapatkan penumpang. Hal ini diakui karena semakin banyaknya driver. Bahkan tidak dipungkiri saat ini banyak driver yang memiliki 2 akun dari penyedia layanan transportasi online.

“Sekarang banyak driver yang 2 akun, satu gojek satu grab. Tergatung mana dulu yang dapet order. Semata-mata karena semakin sulit dapat penumpang,” ujar Yulianto, driver ojek online yang ditemui aboutcirebon. (AC350)

Bagikan:
Signup for the newsletter