Akibat Panic Buying, Ketersediaan Stok Minyak Goreng di Alfamart Alami Kekosongan

Cirebon,- Ketersediaan pasokan minyak goreng di mini market masih mengalami kekosongan. Seperti yang terjadi di gudang ritel modern Alfamart masih mengalami kekosongan dan belum ada kiriman.

Hal tersebut diungkapkan Regional Corporate Communication Manager Alfamart, Firly Firlandi saat ditemui About Cirebon di Jalan Tuparev, Cirebon, Rabu (16/3/2022).

“Untuk pasokan (minyak goreng) saat ini belum ada di gudang, kami masih kosong belum ada kiriman. Stok di toko juga sudah kosong, karena terakhir kami mendapat kiriman tanggal 13 Maret 2022 sekian ribu liter,” ujar Firly.

Ketika mendapat kiriman, lanjut Firly, langsung dilakukan pendistribusian pada tanggal 13 dan 14 Maret 2022. Namun, tanpa hitungan jam, stok di toko langsung habis.

BACA YUK:  Bupati Imron Minta PKK dan DWP Tingkatkan Kualitas SDM di Kabupaten Cirebon

Menurut Firly, pengiriman minyak goreng sebetulnya pada saat kondisi normal, pasokan minyak goreng yang dikirim oleh principal itu harusnya mencukupi. Namun karena masyarakat panic buying dan sejak pemberlakukan harga Rp. 14 ribu membuat jumlah stok di toko cepat habis.

“Pengiriman barang dari DC (distributor center) ke toko saja hitungannya tidak jam lagi, tapi hitungan menit saja sudah habis. Sehingga, untuk mengantisipasi panic buying diberikan ketentuan satu konsumen hanya dua liter,” kata Firly.

Firly menegaskan, sebelum terjadinya kelangkaan minyak goreng, pengiriman minyak goreng dari principal tidak mengalami penurunan. Namun, kata Firly, pihaknya mengajukan kepada principal untuk menambah pasokan.

BACA YUK:  Aston Cirebon Hotel Hadirkan Promo Menu Spesial Treats Everywhere

“Karena ada hal seperti ini, tentunya PO (purchase order) kita lebih banyak lagi sebetulnya. Tapi kan pengirimannya tidak sesuai dengan PO yang kami ajukan. Biasanya kita normal dan itu mencukupi sampai 3-4 hari bahkan seminggu. Karena ada panic buying akhirnya stok kosong,” jelasnya.

Sementara itu, Alfamart mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat. Pemerintah telah menetapkan kebijakan harga minyak goreng kemasan baru.

Dalam kebijakan ini, minyak goreng kemasan akan disesuaikan dengan harga keekonomiannya. Dengan kebijakan ini, penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan senilai Rp14 ribu telah dicabut dan diserahkan pada mekanisme pasar.

“Bagi kami perubahan harga tentu akan menyesuaikan harga pembelian dari masing-masing produk minyak goreng, dalam waktu dekat setelah mendapat pasokan barang dengan harga beli baru tentunya kami akan menyesuaikan harga jual di toko,” ujar Corporate Communication GM Alfamart, Nur Rachman.

BACA YUK:  H+6 Lebaran 2024, Secara Umum Inflasi di Jabar Terkendali

Menurut Rachman, peritel akan mengikuti Surat Edaran No. 09 Tahun 2022 tentang Relaksasi Penerapan Harga Minyak Goreng Sawit Kemasan Sederhana dan Kemasan Premium, berisi keputusan pemerintah yang memberikan relaksasi terhadap ketentuan harga eceran tertinggi terhadap minyak goreng sawit kemasan sederhana dan kemasan premium.

“Hal ini sambil menunggu pengundangan Peraturan Menteri Perdagangan tentang Pencabutan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran,” pungkasnya. (AC212)

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *