Agustus 2018 Kota Cirebon Alami Deflasi, Bahan Makanan Beri Andil Terbesar

0
79

Cirebon,- Pada Agustus 2018 Kota Cirebon mengalami deflasi sebesar 0,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,94.

Dari 7 kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, tercatat enam kota mengalami deflasi dan satu kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Tasikmalaya (0,37 persen) dan terendah terjadi di Kota Bandung (0,02 persen). Sedangkan inflasi terjadi di Kota Depok (0,42 persen).

Aston Hotel

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon, Joni Kasmuri mengatakan dari tujuh kelompok pengeluaran, lima kelompok pengeluaran mengalami inflasi dan dua kelompok mengalami deflasi.

Joni menjelaskan, kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 1,75 persen, seperti kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau.

Sedangkan yang mengalami inflasi sebesar 0,06 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,18 persen.

Istana Kerang

Untuk kelompok sandang mengalami inflasi 0,12 persen, kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,55 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami inflasi sebesar 0,01 persen, serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,11 persen.

“Kelompok yang memberikan andil deflasi terbesar adalah bahan makanan sebesar 0,3878 persen,” ujarnya, Kamis (6/9/2018).

Lanjut Joni, Sub kelompok yang memberikan andil deflasi terbesar adalah bumbu- bumbuan, yaitu sebesar 0,1990 persen.

Tingkat inflasi kota Cirebon tahun kalender Agustus 2018, kata Joni sebesar 1,98 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2018 terhadap Agustus 2017) sebesar 2,65 persen.

“Provinsi Jawa Barat mengalami deflasi 0,01 persen dan Nasional mengalami deflasi 0,05 persen,” bebernya.

“Hasil pemantauan harga barang dan jasa selama Agustus 2018 tercatat beberapa komoditas mengalami kenaikan/penurunan harga dan memberikan andil inflasi/deflasi,” terangnya.

Sementara itu, Dari dua puluh enam kota IHK di Pulau Jawa, tercatat enam kota IHK mengalami inflasi dan dua puluh kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Depok yaitu 0,42 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota DKI Jakarta yaitu 0,03 persen.

“Deflasi tertinggi terjadi di Kota Surakarta 0,58 persen dan Deflasi terendah terjadi di Kota Jember yaitu 0,01 persen,” tutupnya. (AC212)