Kamis, 26 November 2020

ACT Cirebon Luncurkan Program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia di Bakung Kidul

Populer

Mulai Besok, Pertamina Hadirkan Program Pertalite Harga Khusus di Cirebon

Cirebon,- Sebagai upaya mendukung kualitas udara yang lebih baik, PT Pertamina (Persero) memperluas kembali implementasi Program Langit Biru (PLB)...

MD 7 Hotel Hadir di Cirebon, Tawarkan Promo Menarik Hanya Rp. 187 ribu/Malam

Cirebon,- MD 7 Hotel merupakan hotel budget yang terletak di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon. Hotel dengan 8 lantai ini...

Kementerian Kominfo Ajak Mahasiswa Universitas CIC Kembangkan Urban Farming Berbasis Teknologi

Cirebon,- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menggelar acara pojok literasi yang berlangsung di Universitas Catur Insan Cendikia (UCIC)...

Ratusan Guru dan Nakes di Cirebon Manfaatkan Program Naik KA Gratis

Cirebon,- Sejak dihadirkannya program PT KAI Gratiskan Guru dan Tenaga Kesehatan (Nakes) Naik Kereta Api sejak awal November 2020...

Terkonfirmasi Positif Covid-19, Wali Kota Cirebon Lakukan Isolasi Mandiri

Cirebon,- Walikota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini, dirinya tengah melakukan isolasi mandiri di rumah dinas...

Cirebon,- Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Cirebon meluncurkan program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia (MPPI) yang berlangsung di Balai Desa Bakung Kidul, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Sabtu (25/7/2020).

Manager Wakaf Distribution Program ACT, Jajang Fadli mengatakan Program MPPI yang diluncurkan oleh ACT untuk menjawab bahwa masalah pangan adalah masalah yang urgent, bahkan ACT sudah jauh hari meluncurkan program beras gratis dan MPPI ini hadir satu hari sebelum Covid-19.

“Memang melihat covid ini tidak menyerang kesehatan saja, tetapi menyerang sendi ekonomi dan bukan hanya Indonesia saja tapi juga dunia,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Loading...

Lanjut Jajang, sampai saat ini sudah ada 1.000 petani yang bergabung dalam program MPPI mulai dari Deli Serdang sampai Sulawesi Tengah.

BACA YUK:  Kuartal III 2020, Laba Mandiri Syariah Tembus Lebih Dari Rp 1 Triliun

Oleh karena itu, ACT mulai hari ini akan menggerakkan program MPPI sebagai program pemberdayaan petani untuk membebaskan mereka dari praktek-praktek rentenir, sehingga berdaya menikmati hasil produksi mereka.

“Hari ini kita mulai hal yang bersih, kita bebaskan petani dari praktek-praktek rentenir, kita berdayakan mereka dan kita jadikan mereka panglima ketahanan pangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Cirebon, Ade Ruly S menambahkan pada saat wabah pandemi Covid-19 umat membutuhkan pangan dan kita dari ACT ada program dalam bentuk distribusi, salah satunya adalah operasi pangan gratis dan operasi beras gratis.

Kemudian, lanjut Ade, selain dari hilirnya pihaknya akan membantu ditahap hulunya, yaitu petani itu sendiri.

“Tujuan dari MPPI ini adalah untuk membantu penyediaan modal dalam bentuk bantuan wakaf. Karena nanti akan diselaraskan juga dengan program lainya terkait hasil panennya,” ujar Ade.

“Jadi, hasil panen dari MPPI akan kita beli dalam bentuk padi untuk menunjang program lainnya yaitu operasi pangan gratis, operasi beras gratis,” tambanya.

BACA YUK:  Kuartal III 2020, Laba Mandiri Syariah Tembus Lebih Dari Rp 1 Triliun

Sehingga, kata Ade, apa yang dihasilkan dari program MPPI ini akan berlanjut pada periode selanjutnya dan akan dikembangkan lagi.

“Insyaallah, karena ini bentuk amanah akan kita kembangkan lagi, yang tadinya hanya penerima 100 orang bisa menjadi 150 orang,” jelasnya.

Ade juga berencana akan memperdayakan warga di sekitar Desa Bakung Kidul ini untuk program-program lainnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Bakung Kidul, Bambang Setiawan mengaku sangat bahagia dan mengucapkan terima kasih kepada ACT, khususnya dalam program masyarakat Produsen Pangan Indonesia yang telah memberikan program wakaf modal untuk petani.

“Insyaallah, kami di tingkat desa akan menggunakan bantuan program ini sebaik-baiknya sesuai visinya yaitu wakaf yang artinya harus dijaga nilai untuk tetap terus berkembang,” kata Bambang.

Kedepannya, Bambang memohon bantuan dari semua pihak, mulai dari ACT hingga Pemerintah untuk bersama-sama kita mengejar ketertinggalan dalam hal pangan ini.

“Petani sudah menjadi tulang punggung ekonomi, tetapi perhatian untuk peningkatan taraf hidup petani masih sangat rendah. Sehingga, ketahanan pangan harus diukur dari tingkat desa,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bangga, Jateng Torehkan Prestasi Atas Keterbukaan Informasi Publik

⁣ ⁣AboutSemarang,- Jawa Tengah mendapatkan kehormatan atas prestasi sebagai provinsi dengan keterbukaan informasi publik terbaik. Prestasi tersebut ditorehkan dalam pemberian...

UMK Kota Cirebon Sudah Ditetapkan Rp 2.271.201, Berlaku Mulai Januari 2021⁣

Cirebon,- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menetapkan besaran Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tahun 2021 di 27 Kota/Kabupaten di Jawa Barat.⁣ ⁣ Hal tersebut tertuang dalam...

Mudahkan Investasi Emas dari HP, Mandiri Syariah Launching Fitur E-mas di Mandiri Syariah Mobile

Jakarta,- Mengakomodir kebutuhan nasabah dalam berinvestasi emas, Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) meluncurkan fitur e-mas di Mandiri Syariah Mobile (MSM). Melalui fitur e-mas ini, nasabah...

MD 7 Hotel Hadir di Cirebon, Tawarkan Promo Menarik Hanya Rp. 187 ribu/Malam

Cirebon,- MD 7 Hotel merupakan hotel budget yang terletak di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon. Hotel dengan 8 lantai ini memiliki138 kamar dengan tiga tipe. Tiga...

More Articles Like This