3X3 Basketball Challenge di Grage City Mall Akan Digelar Dengan Standar Internasional

0
77

Cirebon,- Grage Group bekerja sama dengan Rocca dan SBA promotor event olahraga, serta dengan Federation Internationale de Basketball (FIBA) akan menggelar Sport Series 3X3 Basketball Challenge berstandar Internasional.

Pelaksanaan 3X3 Basketball Challenge ini akan diawali dengan Opening Tournament Cup yang akan dilaksanakan pada tanggal 29-31 Maret 2019 di Atrium Utama Grage City Mall, Jalan Jend. A. Yani, Kota Cirebon.

Aston Hotel

Event yang bertajuk Sport Tourism untuk Ciayumajakuning tersebut  untuk mendukung ekonomi kreatif yaitu melalui Sport Tourism. Mengingat, potensi pasar terbesar ada di generasi usia produktif yang lebih dari setengahnya masuk kategori generasi milenial.

1. Membangun Ekonomi Kreatif

Julia Nurdin, selaku perwakilan dari Rocca-SBA mengatakan melalui gaya hidup sehat dan kegiatan olahraga, kita bersama membangun karakter bangsa sekaligus mendorong perekonomian negara.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

“Melalui olahraga, seseorang dapat belajar beberapa hal prinsip dasar kehidupan,” ujar Julia.

Julia menjelaskan, prinsip dasar kehidupan dari olahraga yaitu dapat patuh terhadap aturan, menjunjung sportivitas, dan mengajarkan tentang pentingnya sebuah proses untuk pencapaian.

2. Mendongkrak Potensi Wisata

Rocca-SBA melihat beberapa daerah strategis untuk membuat misi ini berjalan dengan baik, salah satunya Jawa Barat. Selain karena penyebaran generasi milenial terbesar di Indonesia, Jawa Barat masih banyak sumber daya alam dengan potensi pariwisata yang belum tergarap dengan baik.

“Kami cukup optimis dengan pelaksanaan 3X3 Basketball Challenge di Grage City Mall, karena kami menghadirkan kualitas pelaksanaan kompetisi yang mengikuti rekomendasi FIBA melalui Perbasi,” ungkapnya.

Pihaknya pun telah mempromosikan kegiatan 3X3 Basketball Challenge ke daerah-daerah seperti Bandung, Bogor, Jakarta, Banten, dan daerah lainnya. 

“Dengan mendatangkan peserta luar kota, harapan kami untuk menggerakan kawasan Ciayumajakuning melalu Sport Tourism dapat tercapai,” jelasnya.

“Sehingga, melalu event ini diharapkan mampu mendongkrak potensi wisata yang ada di wilayah Ciayumajakuning,” imbuhnya. 

3. Mencari Terobosan Melalui Olahraga

Selain 3X3 Basketball Challenge, Grage Group melakukan pendekatan Sport Tourism dengan menggelar Ciayumjakuning Sport Series, diantaranya ada Cirebon 10 Miles, Ciremai 100 Miles, Cirebon Bebek Under Bone, Ciremai Trails yang nantinya akan melibatkan kawasan di wilayah III Cirebon.

Bamunas S. Boediman, selaku Komisaris Grage Group menjelaskan bahwa 3X3 Basketball Challenge sengaja pilih sebagai pembuka Ciayumajakuning Sport Series ini karena event olahraga ini bersifat sangat dinamis dan menghibur.

“Sehingga, kami yakin dapat meningkatkan pengunjung Grage City Mall sekaligus menjadi tontonan yang seru dan menari untuk para pengunjung mall,” ujar Oki sapaan akrab Bamunas.

Lanjut Oki, kenapa Grage Group ikut ke Sport Tourism, karena dirinya melihat kedepannya kegiatan bisnis secara konvensional itu akan tertindas dengan keadaan yang disebut dengan era digital.

“Setelah melihat prestasi dari Rocca dan SBA, inilah kegiatan yang sedang kita cari. Kita Grage Group sedang mencari terobosan-terobosan utuk supaya kita bisa survive dijaman era digital ini,” bebernya.

“Dengan konsep Sport Tourism, kita bisa meningkatkan kunjungan wisata ke kota Cirebon dan perekonomian di Cirebon tetap berjalan. Inilah ekonomi kreatif melalui olahraga,” tambahnya.

Pihaknya berharap, kegiatan ini tidak hanya diselenggarakan tahun ini saja, tetapi bisa untuk tahun-tahun berikutnya. Mari bersama-sama maju dengan olahraga dan membangun Kota Cirebon khususnya.

4. Menggunakan Event Maker

Sementara itu, Makki Parikesit, selaku pihak Rocca-SBA menjelaskan untuk menjaga kualitas kompetisi yang dihadirkan, ada beberapa hal penting dalam penyelenggaraan event tersebut, yaitu menggunakan event maker.

“Event maker ini yaitu sistem yang dibuat oleh FIBA dalam mengembangkan cabang olahraga ini, sehingga secara langsung event ini diakui oleh FIBA,” terangnya.

Untuk standar lapangan, kata Makki, yang digunakan adalah standar yang digunakan oleh FIBA, demikian juga dengan bolanya, yaitu bola official yang digunakan di kejuaran resmi FIBA 3X3.

“Lapangannya sudah standar Internasional,” ungkapnya.

5. Lapangan Berstandar Internasional

Antoni, Ketua Bidang 3X3 Perbasi Pusat mengatakan yang istimewa dari event 3X3 Basketball Challenge tersebut menggunakan lapangan standar Internasional yang sama persis seperti pertandingan Asian Games.

“Lapangannya tidak akan kita lepas dan terpasang selama 9 bulan di Grage City Mall. Untuk kemasannya seperti apa, kita opening terlebih dahulu, setelah itu akan banyak melibatkan pemerintah kota dan komunitas untuk event-event lainnya,” ujar Antoni.

Menurut Antoni, lapangan ini baru pertama kali dipasang di Cirebon dan di kota lain pun seperti Jakarta belum terpasang.

“Inilah keisitimewaan dari Cirebon, bisa memiliki lapangan yang sudah berstandar Internasional,” jelasnya.

6. Pantauan Perbasi

Lanjut Antoni, Cirebon memiliki standar yang tinggi, dari segi pemainnya akan terlihat pemain-pemain berprestasi dan otomatis akan menjadi pantauan Perbasi untuk ke Sea Games nantinya.

“Saya juga menargetkan untuk Pemprov Jabar, untuk berlatih di lapangan ini. Jadi, seperti pelatihan saya berharap bisa disini, karena lapanganya ini akan sama digunakan untuk PON,” terang Antoni.

Yang jelas, Cirebon sudah melangkah lebih maju untuk memfasilitasi, apakah untuk Pelatda, bahkan untuk Pelatnas. Tidak menutup kemungkinan, tapi yang jelas fasilitas yang sudah dibangun ini standarnya sudah Internasional.

7. Teregister dengan Aplikasi FIBA 3X3

Untuk kegiatan 3X3 Basketball Challenge, Antoni mengatakan, konsep pembukaan akan dibagi menjadi tiga kategri, yakni putra 18-31 tahun, putra 30 tahun, dan kategori putri 18 tahun keatas.

“Kenapa ada kategori 30 keatas, karena masih banyak umur-umur segitu yang masih berjiwa kompetisinya tinggi,” ujarnya.

Kemudian, yang menarik lagi dalam event tersebut, peraturan yang dibuat adalah pemain asing dan pemain profesional boleh main di event ini.

“Tetapi, dalam satu tim hanya boleh membawa satu pemain asing dan pemain profesional,” ungkapnya.

Kemudia, kata Antoni, untuk pendaftarannya, setiap tim wajib mengisi FIBA 3X3 Profile, karena event ini sudah teregritasi di aplikasi FIBA 3X3. Sehingga, setiap pemain ada pencapain individu yang nantinya mendapatkan point.

“Point ini fungsinya adalah untuk membantu Indonesia masuk dalam peringkat dunia,” tandasnya. (AC212)