Selasa, 25 Januari 2022

35 Ribu Nelayan di Wilayah Dirpolairud Polda Jabar Sudah Tercover Asuransi

Populer

Bakso Rusuk Joss Sajikan Menu Fenomenal dan Tempat yang Nyaman

Cirebon,- Kamu pecinta bakso? Jangan ngaku pecinta bakso kalau kamu belum coba bakso yang unik, viral dan fenomenal ini,...

Ramaikan Wisata Kuliner, Kedai 1818 Buka Cabang Baru di Sinapeul Majalengka

Cirebon,- Setelah sukses membuka cabang di berbagai daerah, Crab 1818 kini membuka kembali di Majalengka, Sabtu (22/1/2022). Lokasinya berada...

Deteksi Dini Semakin Krusial Cegah Progresivitas Glaukoma, Faktor Anatomis Turut Berpengaruh Memicu Glaukoma Primer Sudut Tertutup Kronis

Jakarta,– Nyaris tak memiliki gejala pada tahap awal, glaukoma berpotensi memberi impak yang lebih fatal: kebutaan permanen. Peningkatan tekanan...

Kerja Sama dengan Kodim 0620/Cirebon, Aston Cirebon Jalani Vaksin Booster COVID-19

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center menggelar vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster untuk seluruh karyawan, Sabtu (22/1/2022)....

Mulai Tahun 2023 Tenaga Honorer Dihapus, ini Kata Sekda Kota Cirebon

Cirebon,- Pemerintah pusat melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menghapus tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang....

Cirebon,- Sebanyak 35 ribu nelayan Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela) Jawa Barat telah terlindungi asuransi yang digagas Direktorat Polairud (Ditpolairud) Polda Jabar bersama sejumlah pihak. Program tersebut merupakan upaya dalam menjamin keselamatan nelayan.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Suntana, didampingi Direktur Polairud Polda Jawa Barat, Kombes Pol Widihandoko mengatakan program asuransi nelayan telah digagas selama satu dekade terakhir. Sejauh ini, program tersebut melindungi ribuan nelayan di wilayah pantai utara dan selatan.

“Sekarang sudah merambah 35ribu nelayan yang didominasi para nelayan di wilayah Pantura dan Pansela, Jawa Barat. Hari ini juga diberikan asuransi kepada 3000 nelayan,” ujar Suntana saat ditemui usai acara HUT Polairud ke-71 di Gedung Pesat Gatra Ditpolairud Polda Jabar, Rabu (1/12/2021).

Loading...
BACA YUK:  Libur Tahun Baru 2022, Polri Antisipasi Kemacetan dan Kepadatan di Jalur Utama Serta Tempat Wisata

Suntana memastikan, angka tersebut akan terus bertambah ke depannya. Pasalnya, berdasarkan data HSNI Jawa Barat saat ini jumlah nelayan di Jawa Barat mencapai 87 ribu orang.

Asuransi tersebut, tambah Suntana, bertujuan untuk melindungi dan membantu para nelayan yang terkena musibah saat mencari nafkah di Laut. Asuransi tersebut juga diprioritaskan bagi nelayan kecil yang menggantungkan hidupnya dan sehari-hari mencari ikan di laut.

“Intinya adalah para nelayan yang melaut hanya untuk kebutuhan hidupnya. Sedangkan untuk skala besar, pasti sudah ada asuransi dari pemilik kapal masing-masing,” jelasnya.

Adapun untuk donatur, pihaknya menyebut kerja sama dari para stakeholder komersil yang memiliki kontak erat dengan nelayan. Pihaknya mengajak mereka untuk meningkatkan kepedulian terhadap nelayan kecil.

“Bagi nelayan yang belum mendaftar, dipersilahkan menghubungi Binmas Perairan untuk terdata sebagai penerima polis asuransi. Sehingga bagi lembaga maupun perorangan yang memiliki dana lebih maupun CSR untuk mendukung program tersebut,” tandasnya.

BACA YUK:  Gelar Webinar “Kemilau Dunia Investasi Milenial”, Pluang Tekankan Peran Generasi Muda untuk Kemajuan Perekonomian Nasional

Sementara itu, Direktur Polairud Polda Jawa Barat, Kombes Pol Widihandoko menambahkan asuransi nelayan ini adalah program kepedulian Polairud dengan masyarakat, khususnya nelayan-nelayan kecil. Program ini, lanjut Widi, sudah ada sejak tahun 2011.

“Jadi kita mencari donatur dari stakeholder-stakeholder yang kegiatan kerjaannya erat kaitannya dengan nelayan. Mereka kita ajak, bagaimana ikut peduli kepada nelayan-nelayan kecil,” ujarnya.

Lanjut Widi, Polairud akan membantu semuanya polisnya, termasuk pada saat nanti ada klaim, sampai mendapatkan klaim asuransi tanpa dipungut biaya apapun.

“Saat ini sudah tembus 35 ribu polis asuransi dan sudah ada beberapa ratus yang mendapatkan klaim asuransi. Polairud bertugas memfasilitasi, mengurus polisnya ke PT Jasa Raharja Putra, kemudian donaturnya yang rutin dari Cirebon Power,” ungkapnya.

Menurut Widi, Polairud mengajak kepada para pemilik-pemilik kapal besar, karena operasional pemilik kapal besar ini milyaran, termasuk saat pulang melaut mendapat milyaran. Namun, banyak kru kapalnya yang tidak tercover oleh asuransi.

“Oleh karena itu, kami sentil mereka tolonglah anda bisa operasional milyaran, menyisihkan Rp. 1,5 juta untuk satu tahun susah. Yang sudah bisa ada di Indramayu. Kalau pemilik kapal tidak ada waktu, kami Polairud yang akan memfasilitasi,” tegasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Rayakan Hari Jadi yang Pertama, GH Kopi Cirebon Gelar Event GH Jazz Day

Cirebon,- Green House (GH) Kopi Cirebon yang berlokasi di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa No. 113, Kedungjaya, Kabupaten Cirebon menggelar...

Pemda Kota Cirebon Mulai Pelaksanaan Vaksinasi Booster COVID-19 untuk Lansia dan Pelayanan Publik

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mulai menjalankan program vaksinasi dosis tiga atau booster. Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga tersebut berlangsung di Gedung Sekretariat...

Kementerian PUPR Targetkan Seluruh Seksi Tol Cisumdawu Rampung Tahun 2022

Bandung,- Jalan Tol Cisumdawu Seksi 1 baru saja diresmikan Senin 24 Januari 2022, selanjutnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan seluruh proyek selesai...

Mulai Besok Pagi, Tol Cisumdawu Seksi I Terapkan Tarif Gratis Selama Dua Minggu

Bandung,- Tol Cisumdawu dibuka mulai besok, Selasa (25/01/22) pukul 06.00 untuk seksi I sepanjang 11,45 kilometer yang menghubungkan antara Cileunyi dan Pamulihan. Adapun tarif tol...

More Articles Like This