Sabtu, 4 Desember 2021

3 Orang Positif Dari Rapid Test, Akan Tes Swab Untuk Pastikan Terpapar atau Tidak Covid-19

Populer

Pria Asal Cirebon ini Sukses Menjadi Importir Ikan Koi

Cirebon,- Pehobi ikan koi asal Cirebon, Jawa Barat berhasil menjadi dealer koi import ternama di kancah dunia perkoian nusantara....

Geubrina Cafe Aceh, Kuliner Aceh Terlengkap di Kota Cirebon dan ini Promonya di Bulan Desember

Cirebon,- Aceh memiliki beragam kuliner yang khas untuk bisa dinikmati bagi para pecinta kuliner. Di Cirebon, terdapat kafe atau...

Barisa Cafe Usung Konsep Pantai Lengkap dengan Pasirnya

Cirebon,- Jika kamu rindu dengan suasana pantai di Bali, kafe ini menghadirkan konsep dengan suasana pantai. Namanya Barisa Cafe,...

Kearifan Lokal Kerajinan Gerabah di Blok Posong Arjawinangun, Cirebon Terancam Hilang, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Cirebon,- Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun terletak di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Secara kontur, letak permukaan tanah adalah datar...

Pengurus Ikatan Alumni UGJ Cirebon Periode 2021 – 2025 Resmi Dilantik

Cirebon,- Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) periode 2021-2025 resmi dilantik. Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang...

Cirebon,- Tiga orang positif yang melakukan pemeriksaan Rapid Test di Kota Cirebon kemarin akan dilakukan tes berikutnya.

Karena, Rapid Test adalah tes yang menunjukan sedang terinfeksi virus, namun virusnya ini bermacam-macam, tidak spesifik Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Wali Wali Kota Cirebon, Dra, Eti Herawati saat Video Conference yang berlangsung di PSC 119, Jalan Sudarsono, Kota Cirebon, Kamis (16/4/2020).

Loading...

“Tiga orang yang positif dari hasil Rapid Test yang kemarin akan dilakukan tes kedua dengan menggunakan rapid test kembali,” ujar Eti.

“Setelah dilakukan rapid test kedua, kemudian akan dilakukan test ketiga dengan mengambil sample swab, untuk memastikan apakah positif covid-19 atau tidak,” tambahnya.

Menurut Eti, kita harus menyosialisasikan kepada masyarakat perbedaan rapid test dan sample swab kepada masyarakat, serta sosialisasi ini harus terus berlanjut.

BACA YUK:  Tips Staycation Seru Bersama Keluarga Tanpa Menguras Isi Kantong

“Tentunya, mari bersama-sama mengikuti himbauan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat. Hal ini, untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19,” ungkapnya.

Untuk memutus Covid-19 ini, kata Eti, kita harus tetap jaga jarak, keluar rumah gunakan masker, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sesering mungkin, dan tentunya kita menjaga kebersihan.

Dan jangan lupa sedikit minum-minuman yang bermanfaat untuk kekebalan tubuh, yang dilakukan setiap pagi hari.

“Kita juga harus saling bahu membahu untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19,” tandasnya.

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Eti Herawati saat menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di PSC 119 Kota Cirebon, Kamis (16/5/2020)

Sementara, Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kota Cirebon, Laelan Erwani menambahkan hasil rapid rest yang dilakukan kemarin sebanyak 197 orang dan telah terdeteksi 3 diantaranya positif.

Lanjut Laelan, untuk diketahui masyarakat luas bahwa, hasil positif pada pemeriksaan positif Rapid Test ini adalah tubuh kita membentuk anti bodi yang menandakan kita sedang terserang virus, tapi virusnya tidak spesifik.

BACA YUK:  Beli Elektronik di AIO Store Cirebon Bisa Ditawar

“Sehingga nanti harus ada test ulang kembali untuk menegaskan dan terakhir akan dilakukan Test PCR. Test PCR ini untuk khusus mendeteksi virus Covid-19,” katanya.

Pihaknya berharap, masyarakat tidak panik dan pada penderita yang kemarin positif langsung ditindak lanjuti Dinas Kesehatan Kota Cirebon dengan melakukan pelacakan siapa saja yang kontak dengan mereka, Kemudian kemana saja.

“Jadi kita akan melacak dia bergaul bersama siapa saja, minimal 14 hari kebelakang. Sehingga kita akan dapatkan tambahan jumlah ODP di Kota Cirebon. Jadi jangan terkejut bila beberapa hari ke depan akan ada penambahan ODP,” paparnya.

Sementara pada ketiga orang yang positif dari hasil Rapid Test, akan diteruskan pemantauan, baik yang bergejala maupun yang tidak bergejala dilakukan pemantau dan yang bergejala dilakukan terapi sesuai kondisinya.

“Pemantauan ini juga melibatkan orang yang positif itu sendiri dan keluarganya untuk melakukan isolasi mandiri yaitu dengan tinggal dirumah masing-masing apabila memungkinkan sampai batas isolasi berkahir,” katanya.

Namun, apabila suatu saat ditemukan tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri dirumah, maka kita akan membawanya ke tempat isolasi yang telah kita sediakan.

BACA YUK:  3.963 Personel Gabungan Siap Amankan Pilwu Serentak di Kabupaten Cirebon

“Kita sudah menyediakan tempat untuk isolasi mandiri, seperti gedung BKKBN Kota Cirebon dengan jumlah 40 tempat tidur,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Mengenal Metode ERACS yang Dijalankan Nagita Slavina, ini Penjelasan dr. Yasmin Dermawan

Cirebon,- Nagita Slavina baru saja melahirkan putra keduanya beberapa hari lalu dengan proses operasi sesar. Namun, setelah menjalani operasi...

Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang, Puluhan Pohon Tumbang di Kota Cirebon

Cirebon,- Hujan deras dengan angin kencang melanda wilayah Cirebon dan sekitarnya pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, (4/12/2021). Akibatnya, banyak pohon tumbang dan...

Jelang Nataru, Satpol PP Kota Cirebon Sosialisasi PPKM Level 3 Kepada Pelaku Usaha

Cirebon,- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon mengundang pelaku usaha, perhotelan, dan hiburan malam dalam kegiatan sosialisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)...

Gelar Seni Pasanggrahan di Goa Sunyaragi Mendadak Dibatalkan

Cirebon, - Kegiatan gelar seni Pasanggrahan yang rencananya akan digelar di komplek Goa Sunyaragi Cirebon pada Sabtu (4/12/21) mendadak dibatalkan. Pembatalan kegiatan seni Cirebon yang...

More Articles Like This